Suara.com - Film "Istirahatlah Kata-Kata" berkisah tentang Widji Tukul, meraih penghargaan khusus pada Festival Film Internasional "Love is Folly", di Kota Varna, Bulgaria. Festival film itu berlangsung sejak 25 Agustus hingga 3 September 2017.
Widji Thukul adalah penyair cum aktivis yang ikut “membidani” lahirnya gerakan reformasi pada medio 1990-an. Tahun 1998 ia diburu oleh rezim Orde Baru pimpinan Soeharto, dan hingga kekinian tak diketahui keberadaannya.
Film “Istirahatlah Kata-Kata” atau “Solo Solitude” yang diproduksi tahun 2016 dan disutradarai Yosep Anggi Noen, memenangkan penghargaan khusus dari dewan juri pada kompetisi Festival Film Internasional Love is Folly.
Sekretaris Pertama Pensosbud KBRI Sofia Nurul Sofia kepada Antara London, Selasa (5/9/2017), mengatakan informasi itu diterima oleh Konsul Kehormatan RI di Kota Varna Krassimir Simov.
Sebanyak 102 film ditayangkan dalam festival internasional yang merupakan salah satu terbesar di kawasan Balkan tersebut.
Penghargaan yang diterima Film "Istirahatlah Kata-Kata", yang diproduseri Yulia Evina Bhara dan Anggi Noen merupakan penghargaan kedua tertinggi setelah Grand Prix Award.
Panel juri internasional memberi penghargaan kepada pemenang festival lainnya, yaitu Film "The Citizen" dari Hungaria, yang memenangkan penghargaan utama Grand Prix Aphrodite.
Selain itu, best actress dimenangkan Rimma Zyubina untuk Film "The Nest of the Turtledove" dari Ukraina. Sementara untuk best actor dimenangkan Nan Konu dalam Film "Wedding Dance" dari Turki.
Keikutsertaan film Indonesia dalam festival internasional tersebut merupakan hasil kerja sama KBRI Sofia dengan Pusat Pengembangan Perfilman Kemendikbud.
Baca Juga: KPK Jawab Tantangan Pansus DPR yang Ingin Polisikan Agus Rahardjo
Pada festival, film pilihan Indonesia diputar dalam segmen khusus Indonesian Panorama yaitu film-film Nokas, Athirah, Salawaku, Emma, Aisyah Biarkan Kami Bersaudara, dan Kejarlah Daku Kau Kutangkap.
Menurut Sekar Ayu Asmara, kurator dari Pusat Pengembangan Perfilman Kemendikbud, pemilihan film untuk ikut serta dalam kompetisi tersebut salah satu di antaranya adalah karena cerita Widji Tukul dapat terjadi pada siapa saja, sehingga wakil dari bangsa lain pun bisa merefleksikan isi ceritanya.
Dubes RI di Sofia Sri Astari Rasjid menyatakan kebanggaannya atas prestasi Indonesia tersebut, dan berharap film Indonesia lainnya dapat melanglang buana di kawasan Balkan pada tahun-tahun mendatang sebagai salah satu alat mendukung promosi Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 4 HP dengan Baterai 8000 mAh Plus Tahan Hingga 2 Hari, RAM 8 GB Cocok Buat Ojol
- 11 Pilihan HP Murah Bujet Rp1-2 Juta, Spek dan Performa Terbaik untuk Multitasking
- 6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Dukung Free Palestina, Kiper Spanyol Ogah Jabat Tangan Trump Usai Final Piala Dunia 2026
-
Final Piala Dunia 2026: Jersey Spesial Argentina, Messi Kenakan Patch Legacy
-
Jelang Final Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Unggah Pesan Menyentuh dari Masa Kecil
-
Nonton Di Sini! Link Steaming Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina
-
Susunan Pemain Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina: Scaloni Buat Kejutan
-
Kronologi Menantu Bakar Rumah Mertua di Lubuklinggau, 11 Rumah Hangus
-
Shakira hingga BTS Tampil di Final Piala Dunia 2026, Ini Fakta Halftime Show Bersejarah
-
Final Piala Dunia 2026: Spanyol Taktis vs Argentina Adaptif, Siapa Unggul?
-
Suami Istri Kompak Jadi Spesialis Curanmor dan Bobol Rumah di Palembang, Polisi Ungkap Modusnya
-
Argentina Road to Final Piala Dunia 2026: Dua Kali Lolos dari Lubang Jarum