Suara.com - Pemain sinetron Dea Annisa atau Dea Imut melaporkan kasus dugaan penipuan dan penggelapan ke Polda Metro Jaya, Kamis (5/10/2017). Laporan itu dibuat menyusul raibnya satu unit kamera merek Canon C500 PL milik Dea yang dikirim melalui sebuah perusahaan ekspedisi DHL di Malang, Jawa Timur, pekan lalu.
"Intinya gini, itu kamera buat Dea itu hal yang berharga. Dia syuting, pagi siang malam untuk beli kamera ini. Nah, raib dan mengatakan ya sudah, mau bagaimana lagi, ya nggak bisa dong begitu," kata pengacara Dea, Henry Indraguna usai membuat laporan di Polda Metro Jaya.
Henry menyampaikan alasan kliennya menempuh jalur hukum karena perusahaan ekspedisi DHL tidak memberikan solusi setelah dilakukan proses mediasi. Bahkan, menurutnya tidak ada pertanggungjawaban dari perusahaan terkait hilangnya kamera yang harganya sebesar Rp229 juta.
"Tadi pagi kami berusaha memediasi, hasil mediasi tidak menguntungkan di pihak kami. Jadi putusan DHL seolah tidak mau bertanggung jawab dan melepaskannya ke asuransi. Asuransi pun menurut keterangan DHL, telah mengajukan dari minggu kemarin. Dan asuransi pun menolak, nah sekarang akan diajukan lagi. Nah, kalau asuransi tidak mau membayarkan, apakah ada bentuk lain pertanggungjawaban ini? Tidak ada. Buat Dea Imut itu hal yang merugikan," dia memaparkan.
Henry menyampaikan, awalnya Dea mengirimkan kamera tersebut kepada saudaranya di Malang melalui perusahaan DHL. Pengiriman itu dilakukan setelah Dea memasangkan iklan penjualan kamera tersebut lewat media sosial.
"Kata si pembeli minta dikirim ke Malang lewat saudara Dea Imut. Kami minta dikirim ke alamat yang dituju jelas," kata dia.
Namun, Henry menyampaikan, pengiriman kamera tersebut tak juga diterima saudara Dea yang bernama Hadi Toto.
Justru, kata dia, kamera milik Dea malah diambil oleh seorang yang mengaku sebagai penerima barang dengan modus memalsukan identitas yang mirip dengan nama dan alamat tempat tinggal saudara Dea.
"Ternyata kamera itu diambil seseorang ditunjukkan dengan KTP. Maksud kami, Hadi atau Toto. Nah, di KTP Totok Hadi. Ada oknum yang buat KTP paslu, nah ini siapa? Diambil. Kami tadi pas mediasi menanyakan, kan perintah kami dikirim ke rumah, kenapa kok diambil?" kata Henry.
Baca Juga: Kamera Rp229 Juta Raib, Dea Annisa Perkarakan Jasa Ekspedisi
Henry menduga, ada permainan oknum karyawan DHL dengan pelaku yang mengambil kamera Dea.
"Ya dugaan pasti ada. Biar kan saja kami laporkan polisi bisa buka semua," kata dia.
Dalam laporan ini, Henry juga menyertakan sejumlah barang bukti berupa laporan pengiriman barang, dan surat somasi yang sebelumnya dilayangkan kepada perusahaan ekspedisi DHL.
Laporan tersebut telah diterima polisi dengan nomor LP/4812/X/2017/PMJ/Dit.Reskrimum.
Meski pihak terlapor dalam kasus ini masih dalam lidik, Dhea memasukan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan, Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dan Pasal 374 KUHP tentang Penggelapan Dalam Jabatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Bukti Cinta, DJ Bravy Bikin Tato Wajah Anak Erika Carlina
-
Fenomena Krisis Ojol Ternyata Ini Penyebabnya: Kapitalisme Tingkat Dewa
-
Cindy Rizky Aprilia Diduga 'Jual' Jadwal Jaga Malam, Demi ke Jepang Bareng Suami Maissy?
-
Midnight Diner Masih Ada di Netflix, Tontonan Peredam Stres Sehabis Kerja
-
Gebrakan Iva Deivanna: Dari Panggung Musik, Kini Siap Taklukkan Layar Lebar lewat 2 Film Sekaligus
-
Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
-
Selisih Harganya Fantastis! Drone Shahed Iran Rp320 Juta vs Robot Anjing Polri Rp3 Miliar
-
K-Pop Bertemu Koplo, Uniknya Akulturasi Budaya di Film Terbaru Sheryl Jesslyn
-
Dibuang ke Panti Jompo setelah Besarkan Anak, Kisah Pilu Nirina Zubir di Film Jangan Buang Ibu
-
Freelance: Upaya John Cena Selamatkan Karier dan Nyawa di Tengah Kekacauan, Sahur Ini di Trans TV