Suara.com - Penyanyi Syahrini belum bisa dipastikan hadir dalam sidang lanjutan kasus penipuan dan pencucian uang dengan terdakwa bos First Travel yang akan digelar di Pengadilan Negeri Depok, Rabu (21/3/2018) besok.
"Belum confirm sih. Kemarin ada yang infoin dia lagi di luar negeri," kata Tri Zahra, salah satu anggota tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat dihubungi Suara.com, Selasa (20/3/2018).
Lebih lanjut kata Tri, jika Syahrini tak bisa hadir sebagai saksi pada besok, tim JPU akan menjadwalkan ulang. "Tapi masih nunggu besok," ujarnya.
Menurut Tri, kehadiran Syahrini sebagai saksi di sidang kasus First Travel adalah wajib. Bahkan kata dia, Syahrini bisa terancam hukuman jika menolak hadir.
"Ada pasalnya (soal kewajiban hadir sebagai saksi), tapi mudah-mudahan nggak seperti itu. Karena persidangan wajib (hadir)," ujar dia.
Sebelumnya Syahrini diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan kasus First Travel di Bareskrim Polri. Kepada penyidik, si pelantun Sesuatu itu membantah menerima bayaran setelah meng-endorse paket umrah First Travel.
Apa yang didapat Syahrini hanya berupa potongan harga untuk perjalanan umrah. Sementara keluarganya yang juga berangkat umrah, diakui Syahrini, membayar secara penuh.
Baca Juga: Soal Foto di Tol, Farhat Abbas: Kami Minta Syahrini Dihukum!
Selain Syahrini, penyanyi Vicky Shu juga sempat diperiksa Bareskrim. Dia juga sudah menjadi saksi di persidangan Rabu pekan lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi
-
Terima Bos Blueray Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ogah Ajukan Banding
-
IPC TPK Catat Arus Peti Kemas Tumbuh 7 Persen Sepanjang Semester I 2026
-
Cara Belanja di Singapura dan Jepang Pakai BRImo, Tanpa Tukar Mata Uang