Meski berwajah cantik dan bertubuh seksi, bukan berarti Maria Menado nir prestasi.
Di periode tersebut, dia didaulat sebagai wanita paling cantik di Malaya oleh Majalah Times dan wanita dengan pakaian terbaik di Asia Tenggara oleh United Press International.
Menjadi mualaf
Dilahirkan di Tonsea, Minahasa,, Maria dihantar ke Makassar untuk tinggal dengan saudaranya.
Kala berusia 17 tahun, Maria muda ditawari untuk memamerkan baju kebaya di Singapura dan kemudian di Malaya.
Diiringi oleh paman dan bibinya, perjalanan pada 1950 membawa Maria ke Singapura, Kuala Lumpur, Ipoh, dan Pulau Pinang.
Nama Maria Menado diberikan oleh teman-temannya diambil dari tempat kelahirannya, dan nama itu kekal hingga saat ini.
Di usia 19 tahun, Maria Menado memeluk Islan dan menikah dengan promotor tinju sekaligus penulis skenario, A Razak Sheikh Ahmad.
'Penghidupan' hingga 'Pontianak'
Kemunculan Maria Menado di surat kabar dan majalah-majalah sebagai peragawati mode membawanya merambah dunia akting.
Pada 1951, dia ditawari oleh Shaw Brothers untuk beradu peran dengan P Ramlee di film 'Penghidupan'.
Inilah debutnya di dunia film.
Namun, pada 1957, Maria Menado mencapai puncak popularitasnya ketika membintangi film berjudul 'Pontianak'.
Pontianak ialah film horor Melayu yang pertama. Di film ini, Maria Menado berperan sebagai hantu kuntilanak.
Uniknya, skenario film ini ditulis sendiri oleh Maria Menado bekerja sama dengan mantan suaminya.
Meraih kesuksesan, Maria kemudian ikut berperan dalam 2 film berikutnya, yaitu Dendam Pontianak (1957) dan Sumpah Pontianak (1958).
Dalam jangka waktu 12 tahun, Maria bermain dalam 20 film lebih terbitan produksinya sendiri, Maria Menado Production (M. M. Production) antara lain film Siti Zubaidah pada tahun 1961.
Ia merupakan produser film wanita Melayu yang pertama, dan mungkin pula di Asia Tenggara.
Maria sendiri memerankan tokoh utama sebagai Siti Zubaidah.
Di sinilah sebutan artis serba bisa berasal, Maria Menado bukan cuma menjadi produser, melainkan turut berperan sebagai pemain utama.
Tiga film lain yang diterbitkan oleh perusahaannya ialah Darahku, Bunga Tanjung dan Pontianak Kembali.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
Terkini
-
Erin Taulany Ganti Pengacara, Sebut Sunan Kalijaga Tak Profesional
-
Arashi Resmi Bubar Setelah 26 Tahun Berkarier, Konser We Are Arashi Jadi Salam Perpisahan Buat Fans
-
Alyssa Daguise Tolak Mitos Bau Tangan, Rela Tahan Hajat demi Sang Anak Nyaman di Pelukannya
-
Viral Anak Kelaparan Minta Rp10 Ribu, Ditolak Ayahnya karena Punya Bayi dari Istri Baru
-
Nyaris Telat Tampil, Mahalini Rela Nyeker dan Lari-larian dari Parkiran ke Panggung
-
Ghea Indrawari Ubah Lirik Lagu MBG Jadi 'Mas Boleh Nggak', Penonton Malah Kompak Teriak 'Bahlil'
-
Viral! Momen Luhut Binsar Panjaitan Cubit Pipi Teddy Indra Wijaya Bikin Gemas Warganet
-
Betra Peto Ungkap Borok di Rumah Sarwendah: Banyak Orang yang Kerap Menghina Ruben Onsu
-
Lauv Umumkan Hiatus demi Kesehatan Mental
-
Bukan Pahlawan, Bukan Iblis: Badut Gendong Bawakan Sosok Anti-Hero Wong Kalahan di Layar Lebar