Suara.com - Badai Keripatih merasa hasil karyanya tidak dihargai oleh acara pencarian bakat The Voice Kids Indonesia yang tayang di Global TV. Badai menyebut ini adalah kesalahan pihak televisi yang kedua kalinya.
"Hallo @globaltvseru @officialgtvid !! INI SUDAH KESALAHAN ANDA YANG KEDUA KALI," tulis Badai Kerispatih.
"Setelah kesalahan acara anda “The Next Boys and Girls Indonesia”, anda salah menulis pencipta lagu pada karya saya untuk @jud1ka “Kenangan Yang Salah”, sekarang tim acara anda kembali melakukan kesalahan yang sama pada karya cipta saya untuk @mytha_lestari “AKU CUMA PUNYA HATI” di @thevoicekidsgtv Eps 8 Season 3," sambung Badai Kerispatih.
Badai Kerispatih menyatakan bahwa pihak televisi salah menyebutkan pencipta lagu 'Aku Cuma Punya Hati' dari Mytha Lestari. Musisi kelahiran 14 Januari 1978 itu menyatakan dengan tegas bahwa dirinya merupakan pencipta tunggal untuk lagu tersebut, bukan salah satu dari empat yang disebutkan.
"Disini anda menulis pencipta lagu ini ada 4 orang. Jelas2 lagu ini hanya saya pencipta tunggalnya. Maaf..saya cuma mau tanya, maksud dan tujuannya apa ya? Kok salah bisa diulang2? Apa kesalahan kemarin tidak membuat tim anda belajar menghargai PENCIPTA LAGU??" ungkap Badai Kerispatih.
Setelah dimintai klarifikasinya, pihak Global TV akhirnya menghubungi Badai Kerispatih untuk melontarkan permohonan maaf. Namun, menurut pria dengan nama asli Doadibadai Hollo, penyelesaian masalah ini tak bisa diselesaikan hanya dengan kata maaf.
"Jadi tadi sudah ada produser Global TV yang telepon saya. Tapi bagi saya, permintaan maaf tidak cukup karena ini sudah diulang berkali-kali dan ini harus diselesaikan secara baik-baik dan juga secara profesional mungkin," ucap Badai Kerispatih dalam video yang diunggah di Instagramnya, Jumat (17/8/2018).
Terakhir, Badai Kerispatih menekankan para musisi Tanah Air untuk menjaga karyanya baik-baik. Semata-mata, agar kejadian serupa tidak terjadi pada seniman lainnya.
"Kita harus bertemu dan ini warning juga untuk semua pencipta lagu agar mempertahankan terus karyanya, jangan mau disembarangin karyanya sama orang," pungkas Badai Kerispatih.
Baca Juga: Bikin Warga Panik, Sukabumi Diguncang Gempa 4,7 SR
Berita Terkait
-
Pesan buat Artis, Jangan Melulu Manut Diminta TV Lakukan Gimmick
-
Kumpulan Barang Mewah Hasil Sidak Penjara Koruptor di Sukamiskin
-
MUI Desak 5 Stasiun Televisi Hentikan Program Ini
-
Selama Ramadan KPI Temukan Banyak Pelanggaran Tayangan Televisi
-
Panasonic Andalkan Teknologi Ini di Dua TV OLED Terbarunya
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
-
Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
Terkini
-
Serahkan Uang ke Polisi, Awkarin Tegaskan Ada di Pihak Korban Hanania Travel
-
Saemen Fest 2026: Festival Musik Lintas Genre Siap Guncang Jogja pada 19 Juli 2026
-
Venom: Let There Be Carnage,saat Tom Hardy Bertemu Lawan Seimbang
-
Berawal dari Keterbatasan, Wiraswasta Asal Situbondo Ini Sukses Jadi Bintang eFootball Nasional
-
Guns N' Roses Kembali ke Jakarta! Ini Jadwal dan Daftar Harga Tiket Konser Termegah 2026
-
Mufli Ananda Umur Berapa? Asisten Raffi Ahmad yang Disorot usai Jadi Komisaris
-
Bangkit dari Persahabatan SMA, This is EQUAL Resmi Debut Lewat EP Kirei
-
Bebizie Pamer Jabatan Baru, Tapi Visi-Misinya Cuma Sebatas Makeup dan Hairdo!
-
Venom: Ketika Tom Hardy Berbagi Tubuh dengan Parasit Luar Angkasa, Malam Ini di Trans TV
-
Kisah Anas Fikry dan Risky Adelia Membangun Konten Berbasis Kejujuran dan Aksi Sosial