Suara.com - Pedangdut Danang Pradana Dieva mengaku tidak pernah mau ambil pusing dengan omongan Barbie Kumalasari. Padahal, dia baru disebut seperti badut dan sempat berdebat, saat mengisi program talk show yang disiarkan secara live.
"Mau dibilang munafik, dibilang badut terserah dia, masyarakat bisa menilai gitu, mana yang vermakan, mana yang original," ujar Danang di kawasan Kapten P. Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (20/9/2019).
Lelaki 28 tahun ini mengatakan keributan yang terjadi di acara live Pagi Pagi Pasti Happy itu dimulai dari Barbie Kumalasari. Padahal, Danang cuma melaksanakan tugasnya sebagai host acara.
"Kalau nggak penting diberitakan ya jangan bikin sensasi, masalahnya dia yang mancing. Setelah kita beritakan dan media makan, dianya malah begitu tanggapannya. Nggak bisa kayak gitu dong. Kalau mau jadi artis, ya profesional. Ya kalau mau bikin sensasi ya harus siap diberitakan," kata Danang.
Lalu soal ancaman Barbie Kumalasari akan melayangkan somasi, Danang justru bersikap santai. Dia bilang Barbie Kumalasari terlalu terbawa perasaan alias baper.
"Terserah dia. kalau misalkan mau somasi ya terserah dia itu urusan dia. Kalau gue yang penting tetap menjalankan rule gue as host. Kalau host di sini yang harus diketahui oleh masyarakat adalah pekerjaan kita sebagai host itu ketika kita berbicara di depan kamera itu membacakan artikel," ungkap Danang.
Lelaki 28 tahun itu mengaku hanya menjalankan tugasnya membacakan skrip mengenai berita Barbie Kumalasari.
"Jadi apa yang gue katakan itu berdasarkan artikel dan berdasarkan media-media yang sudah menaikkan dia. Jadi kalau misalkan dia baper ya itu urusan dia dengan kebaperannya," imbuhnya lagi.
Baca Juga: Barbie Kumalasari Ungkap Alasan Ribut dengan Danang dan Billy Syahputra
Seperti diketahui, Barbie Kumalasari marah-marah kepada Danang pagi tadi di acara Pagi Pagi Pasti Happy. Dia menyebut Danang bermuka dua.
Berita Terkait
-
Barbie Kumalasari Ngaku Ditipu Sahabat Sampai Rp225 Juta, Ancam Bakal Lapor Polisi
-
Barbie Kumalasari Klaim Rugi Ratusan Juta Rupiah Hingga Demam Tinggi Buntut Hinaan 'Nenek-Nenek'
-
Buntut Hinaan 'Nenek-Nenek', Barbie Kumalasari Laporkan Pengacara Reza Gladys
-
Barbie Kumalasari Laporkan Pengacara Reza Gladys, Tak Terima Dibilang Nenek-Nenek
-
Barbie Kumalasari Jadi Korban Salah Sasaran Keributan Sunan Kalijaga, Kakinya Sampai Robek
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli
-
Imigrasi Sumut Jalin Sinergi dengan Pemkab Batubara untuk Hadirkan Layanan Keimigrasian
-
Tak Lagi Malu-malu, Haji Isam Kini Jadi Pengusaha Paling Banyak Mondar-mandir di Istana
-
John Herdman Pusing Pilih 23 Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026, Persaingan Makin Ketat
-
Cari Tablet 9,7 Inch Nyaman Digenggam? Ini 3 Pilihan Terbaik dengan Layar 120Hz, Harga Rp1 Jutaan
-
Transpuan Tak Minta Dilegalkan, Tapi Butuh Perlindungan Warga Negara
-
Detik-detik Dramatis Evakuasi Korban Kapal Tenggelam di Perairan Sulawesi Selatan
-
Rekonstruksi SMAN Unggulan Sukma Rampung Desember, Warga Nias Bangga Miliki Sekolah Bertaraf Unggul
-
Sebelum Pakai Cushion Harus Pakai Apa? Ini Urutannya agar Makeup Flawless dan Tahan Lama
-
Suara.com Audiensi dengan DPD RI Kaltim, Bahas Sinergi Publikasi dan Keterbukaan Informasi