Suara.com - Dian Piesesha dikenal sebagai salah satu penyanyi top di tahun 1980-an. Meski kini sudah jarang terdengar namanya, rupanya artis kelahiran Bandung, 9 Maret 1961 itu masih terus berkarya.
Buktinya, dalam rangka menandai 40 tahun berkarier di dunia musik, Dian Piesesha kembali merilis album berjudul Lembayung Ungu. Album ini menyusul album-album Dian sebelumnya yang meraih sukses seperti Katakanlah Sayang (1979), Bara Api Senyummu (1983), Aku Tak Ingin Sendiri (1984), dan Engkau Segala Bagiku (1986).
Menariknya, rilis album Lembayung Ungu dilakukan sambil menggelar konser intim bersama sekitar 150 orang penggemar di sebuah kafe di Jakarta. Dian Piesesha pun bahagia bisa merilis album bersama para penggemar setianya.
"Aku sangat mengapresiasi para fans yang mau bersusah payah membuatkan acara khusus untukku. Dan kebetulan aku juga akan meluncurkan album terbaruku Lembayung Ungu, maka aku makin semangat untuk tampil dan memberikan karya terbaikku bagi masyarakat," ujar Dian Piesesha di sela-sela acara, baru-baru ini.
Dian Piesesha juga mengakui, dukungan para fans lah yang membuatnya semangat bernyanyi. Meski begitu, Dian pun tak memiliki target muluk untuk albumnya ini. Yang terpenting, ia bisa memberikan kebahgaiaan bagi para penggemar.
"Kebetualan aku ini memiliki filosofi hidup seperti air. Ya mengalir saja. Aku tidak memiliki keinginan atau obsesi yang muluk-muluk. Semua aku jalani dengan hati riang serta tanpa aksi yang aneh-aneh. Apa yang bisa aku kerjakan yang aku kerjakan. Apa yang Tuhan kasih, aku bersyukur banget," kata Dian Piesesha.
Sementara itu, Leonardo Kristianto alias Nyok dari JK Record sebagai pihak label mengungkap kalau album ini sebenarnya sudah cukup lama dipersiapkan. Namun rilisnya kerap tertunda lantaran menemui banyak kendala. Namun di momen 40 tahun berkarya Dian Piesesha, Nyok pun merasa album tersebut wajib untuk dirilis.
"Saat saya lihat di perpustakaan JK Record, saya melihat ada album Dian, Lembayung Ungu yang belum pernah dirilis. Dan momen perayaan 40 tahun Dian berkarya ini menjadi saat yang tepat untuk meluncurkan album yang sudah beberapa tahun yang telah tertunda," ungkap Nyok.
Selain dihibur oleh penampilan Dian Piesesha, para penggemar juga mendapat bonus dengan kehadiran Obbie Messakh. Penyanyi legendaris itu menyumbangkan lagu "Kisah Kasih Di Sekolah" dan "Natalia".
Baca Juga: Buka Konser Lukas Graham, Gisel Ajak Gempi ke Atas Panggung
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rincian Anggaran Pemkot Banjarmasin Viral, Belanja Susu dan Buah Wakil Wali Kota Tembus Rp228 juta
-
Ajak Main Film Terbarunya, Baim Wong Jawab Tudingan Eksploitasi Penyandang Down Syndrome
-
Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut, Mualaf Center Indonesia Bantah Terlibat
-
Drama Richard Lee vs Doktif Memanas, Saling Tuding Soal Penistaan Agama hingga Dugaan TPPU Mengemuka
-
Tanpa Babibu, Tiba-Tiba Banget Hellcrust Balik Lagi Lepas Singel Baru
-
Viral Siswi SD di Palembang Jadi Korban Rudapaksa, Alami Kondisi Serius hingga Jalani Operasi
-
Panen Kritikan, Paket Retur COD Diduga Diperjualbelikan Murah Meriah di Jepara
-
Saingi Rudy Mas'ud, Gubernur Sumsel Sewa Helikopter Rp4 Miliar
-
Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan
-
Vanesha Prescilla Debut Horor Psikologis di Jepang lewat Film The Scarecrow Valley