Suara.com - Aktor Omara Esteghlal yang berperan sebagai Piyan dalam film 'Milea: Suara Dari Dilan' secara emosional mengutarakan perasaannya selama tiga tahun berakting bersama para pemain dari film tersebut.
Sebelumnya, dia juga membintangi film Dilan 1990 dan Dilan 1991.
"Kalau menurutku jujur, ini adalah project yang sangat spesial karena teman-temanku mereka menjadi definisi 'apa teman'," ujar Omara Esteghlal di kantor Suara.com, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/1/2020).
"Jika aku harus menceritakan teman-temanku di Indonesia, yang akan aku ceritakan adalah teman-teman Dilanku ini," sambungnya lagi.
Sejak bermain dari film Dilan 1990, Omara Esteghlal dan cast lainnya menjalin hubungan yang sangat akrab seperti keluarga. Sehingga susah baginya melupakan masa-masa kebersamaan itu.
"Itu satu hal yang tidak bisa digantikan sih menurut gue. Kedekatan itu lah. Bukan hanya sebatas film aja tapi ini sebuah driving course yang kita tidak sadar akan sekuat itu," ucapnya.
Tiga tahun bersama dalam Film Dilan membuat ia merasa seperti menghabiskan masa-masa SMA, yang mana momen paling membahagiakan.
"Pengalaman SMA menurut ku itu, sekolah bareng, belajar bareng, ngerjain tugas bareng, sama kita baca skrip bareng, kita makan bareng, cerita bareng, curhat bareng, jadi momen itu akan aku bawa sampai mati sih," jelas Omara Esteghlal.
Baca Juga: Iqbaal Ramadhan Sebut Kisah Dilan Milea Akan Happy Ending
Senada dengan Omara Esteghlal, pemeran Anhar yakni Giulio Parengkuan merasakan hal yang sama.
Kisah terakhir dari Dilan dan Milea dirasa seperti meninggalkan masa-masa bahagia di sekolah menuju bangku kuliah.
"Ya rasanya seperti SMA mau kuliah, karena kita sudah melewati perjalanan bareng selama tiga tahun," imbuh Giulio Parengkuan di tempat yang sama.
Film Milea: Suara Dari Dilan menjadi akhir dari kisah Dilan dan Milea. Film produksi Falcon Pictures ini akan tayang di bioskop bulan depan.
Berita Terkait
-
Omara Esteghlal Ungkap Kondisi Memprihatinkan Tol Mahal Tapi Berlubang: Hati-Hati Guys
-
Dipimpin Ariel NOAH, Film Dilan ITB 1997 Gelar Touring Motor Jakarta - Bandung
-
Dialog Terima Kasih Soeharto di Film Dilan ITB 1997 Picu Kontroversi
-
Prilly Latuconsina Blak-blakan Nembak Omara Esteghlal Duluan, Dibalas Makalah 4000 Kata
-
Raline Shah Syok Saksikan Tukang Pijatnya Dirukiah: Ini Akting atau Gimana?
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Demi Jerry Yan Cs, 13 Fans F4 Niat Jahit Aksesoris Baju Sebulan sebelum Konser FForever
-
Magis The Beatles di Tangan Bilal Indrajaya: Sukses Bius Ratusan Penonton Java Jazz 2026
-
Bukan Minta Maaf, Keluarga Kiai Pencabulan di Pekalongan Malah Tuntut Media Hapus Berita
-
Temani Sang Ibu Nonton Konser FForever, Joshua Suherman Beruntung Dapat Akses Tiket Khusus
-
Shadow in the Cloud Malam Ini: Chloe Grace Moretz Terjebak di Ruang Sempit dengan Monster
-
Rekomendasi Sinema Asia di Netflix: A Foggy Tale, Kisah Penjemputan Jenazah Korban Politik
-
Edge of Tomorrow Malam Ini: Ketika Tom Cruise Terjebak dalam Labirin Waktu yang Mematikan
-
Anak Emas Joko Anwar di Film: Tara Basro hingga Fachri Albar
-
Sebuah Pengorbanan: Dilema Hati Rhoma Irama antara Ani atau Rika, Malam Ini di ANTV
-
Hanya 10 Bulan Penjara untuk Nyawa Siswa SMP, Vonis Sertu Riza Pahlivi Tuai Kecaman Publik