Suara.com - Dedy Susanto menegaskan bahwa dirinya bukan seorang psikolog, melainkan cuma motivator. Hal ini dikatakan untuk merespons laporan selebgram Revina VT kepadanya di Polda Metro Jaya terkait tindak pidana tenaga kesehatan.
"Nah ini, saya tuh dari dulu nggak pernah menyebut diri saya psikolog. Cuma saya cantumin DR. Psikolog, itu kan sah karena saya S3 Psikologi," kata Dedy Susanto saat jumpa pers di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2020).
Dedy mengakui tak pernah melewati tahapan menjadi psikolog profesional. Meskipun, dia meraih gelar doktor untuk ilmu tersebut.
Revina VT melaporkan Dedy melalui pengacaranya atas tuduhan Pasal 83 jo Pasal 64 UU RI No 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan. Soal ini, Dedy menanggapi dengan santai.
"Sengaja saya mau dibuat psikolog gadungan dan abal-abal, apanya yang abal-abal kan saya nggak pernah ngaku," ujarnya.
Bahkan setelah mengeluarkan tujuh buku tentang psikologi, Dedy tidak pernah menyebut dirinya sebagai seorang psikolog.
"Saya ada buku tujuh tapi nggak permah ngaku sebagi psikolog, saya doktor psikologi itu benar adanya. Saya nggak permah mengaku sebagai profesi psikolog," katanya.
Nama Dedy Susanto ramai dibicarakan setelah ada pengakuan dari Revina VT. Dia mengatakan, Dedy mengajaknya berkolaborasi di YouTube. Tapi sebelum itu, dia lebih dulu mencari tahu sosok Dedy.
Revina kemudian mendapat informasi bahwa Dedy pernah melakuan pelecehan terhadap pasiennya dengan modus mengajak korban lakukan terapi di kamar hotel. Selain itu, Revina juga memperoleh informasi jika Dedy tak memiliki lisensi praktik sebagai psikolog.
Baca Juga: Selain Revina VT, Dedy Susanto Juga Laporkan 4 Orang
Tak terima dituduh macam-macam, Dedy melaporkan Revina VT ke Polda Metro Jaya pada 21 Februari 2020 atas dugaan pencemaran nama baik.
Sementara Revina melaporkan Dedy tiga hari setelahnya terkait tindak pidana tenaga kesehatan.
Dedy mengklaim kasusnya sudah naik ke tingkat penyidikan. Karenanya, dia berharap polisi segera menetapkan Revina sebagai tersangka.
Sebaliknya, Dedy yakin kasus yang dilaporkan Revina justru jalan di tempat.
Sebab, sejak dilaporkan pada enam bulan lalu, dia belum pernah dipanggil untuk diperiksa untuk kasus tersebut.
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
Terkini
-
Alyssa Daguise Tolak Mitos Bau Tangan, Rela Tahan Hajat demi Sang Anak Nyaman di Pelukannya
-
Viral Anak Kelaparan Minta Rp10 Ribu, Ditolak Ayahnya karena Punya Bayi dari Istri Baru
-
Nyaris Telat Tampil, Mahalini Rela Nyeker dan Lari-larian dari Parkiran ke Panggung
-
Ghea Indrawari Ubah Lirik Lagu MBG Jadi 'Mas Boleh Nggak', Penonton Malah Kompak Teriak 'Bahlil'
-
Viral! Momen Luhut Binsar Panjaitan Cubit Pipi Teddy Indra Wijaya Bikin Gemas Warganet
-
Betra Peto Ungkap Borok di Rumah Sarwendah: Banyak Orang yang Kerap Menghina Ruben Onsu
-
Lauv Umumkan Hiatus demi Kesehatan Mental
-
Bukan Pahlawan, Bukan Iblis: Badut Gendong Bawakan Sosok Anti-Hero Wong Kalahan di Layar Lebar
-
Angga Maliq & D'Essentials Baru Paham Lagunya Sendiri Lewat Kisah di Musikal Senja Teduh Pelita
-
Tio Pakusadewo Dirawat di RS Pakai BPJS Kelas 3, Dewi Irawan Inisiatif Buka Donasi