Suara.com - Bertrand Antolin dikenal sebagai artis yang kerap lakukan kegiatan sosial. Terbaru, dia tengah mencari panti asuhan dan jompo khusus agama Buddha atau Hindu yang berlokasi di Jakarta.
Selama ini, Bertrand memang belum menemukan panti khusus dua agama tersebut di Ibu Kota. Karenanya, dia minta bantuan followersnya di Instagram.
"Di Jawa atau di Bali saya tahu beberapa. Saya hanya nggak mau ada yang kelewat karena kurang mencari atau kurang detail," tulisnya di Instagram beberapa jam lalu.
Selama ini, Bertrand Antolin mengaku tak memandang latar belakang orang untuk memberikan bantuan. "Saya nggak pernah melihat agama, ras, suku atau apapun. But i try to pay more attention.. thx guys," ujarnya.
Unggahan Bertrand ini disambut baik warganet, termasuk rekan artis seperti Ruben Onsu. Ruben menilai sahabatnya itu tak pernah berubah dari dulu.
"Dari dulu sampai sekarang baiknya nih orang nggak berubah. Salam buat mami and Chissy ya Ko," tulis Ruben.
Warganet lainnya memberitahu Bertrand panti asuhan atau panti jompo yang dicari.
"Panti asuhan LPA Guna Nanda Jakarta Timur. Panti asuhan Budha. Itu juga aku cari di goggle," tulis akun @fitrinursaadah4 dan langsung dijawab Bertrand dengan ucapan terima kasih.
Peduli Covid-19
Baca Juga: Bertrand Antolin Serahkan Bantuan 1.000 APD ke Rumah Sakit Rujukan Covid-19
Bulan lalu, jiwa sosial Bertrand dibuktikan dengan sumbangan 1.000 APD untuk pekerja medis terkait penanganan Covid-19 di Tanah Air.
Sahabat Dewi Sandra ini memberikannya ke rumah sakit rujukan Covid-19, yakni Rumah Sakit Persahabatan. Menurut Bertrand di masa pandemi Covid-19, adalah momen yang pas untuk saling membantu.
"Selama kita diberi kesempatan untuk membantu, dikasih nyawa, kenapa enggak kita saling tolong menolong," katanya waktu itu.
Bertrand berharap aksi sosialnya ini bisa jadi inspirasi bagi orang-orang untuk ikut bahu membahu membantu penanganan Covid-19. Dia yakin semua orang pasti ingin ujian ini cepat berlalu.
"Kita semua akan melewati ini bersama-sama, kita bisa melewati pandemi corona ini bersama-sama asal kita saling tolong-menolong," ujarnya.
Berita Terkait
-
'Anak Kecil sama Babysitter Turun', Bertrand Antolin Ungkap Cerita Rombongan Sirine di Depan Mal
-
'Kayak Negara Lagi Perang Nuklir', Bertrand Antolin Sindir Konvoi Pakai Sirene di Hari Libur
-
Ucapkan Selamat Natal, Bertrand Antolin Sisipkan Sentilan buat Caleg
-
Mulia Banget, Ini Alasan Bertrand Antolin Belum Syuting Lagi
-
Kunjungi Mesjid Hagia Sophia, Bertrand Antolin Didoakan Jadi Mualaf
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
BM Seaside View Resto & Cafe: Hidden Gem Seafood Tepi Pantai di Anyer
-
Harry Kane Kritik Taktik Bertahan Inggris Penyebabkan Kekalahan Menyakitkan dari Argentina
-
Update Harga dan Buyback Emas Antam, UBS, Galeri 24 di Pegadaian
-
Ratusan Anak Penderita Kanker di Iran Terlantar Akibat Ledakan Rudal AS
-
BEI Ubah Aturan Main, 28% Kapitalisasi Pasar IHSG Kini dalam Pantauan Ketat
-
Santri Korban Pembakaran Akan Jalani Operasi Cangkok Kulit
-
OJK Limpahkan Tersangka Kasus Asuransi Jiwa Prolife ke Kejaksaan, Kerugian Capai Rp566,24 Miliar
-
Kasus Dena Karari, Warga AS Ditahan Sejak 2024 Kini Dibebaskan Iran
-
Inggris Tumbang, Argentina Bangkit Dramatis dan Tantang Spanyol di Final
-
Pasien Rumah Sakit Kanker Anak Dievakuasi karena Serangan Udara AS ke Pantai Selatan Iran