Suara.com - Aksi Nikita Mirzani yang mengkritik Ketua DPR RI Puan Maharani menuai protes dari Gema Puan Maharani Nusantara (GPMN). GPMN merasa keberatan atas celotehan dari janda tiga anak itu soal Pancasila dan mikrofon yang mati saat rapat pengesahan RUU Cipta Kerja.
Ketua DPP Bidang Hukum dan HAM Gema Puan Maharani Nusantara (GPMN), Ali Nugroho mengatakan, pekan depan pihaknya akan menyambangi Dewan Pers guna mengungkap permasalahan hukum yang dianggap dilanggar oleh Nikita Mirzani.
"Senin kami ke Dewan Pers," kata Ali Nugroho kepada Suara.com saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (9/10/2020).
Selanjutnya, bila Nikita Mirzani terbukti telah melanggar hukum, pihak GPMN menempuh jalur hukum sesuai dengan prosedur.
"Nanti kami lihat dulu hasil dari Dewan Pers seperti apa. Apakah benar permasalah ini termasuk katagori melanggar UU ITE, baru kami buat laporan," katanya menjelaskan.
Lebih lanjut, Ali menilai kritikan Nikita Mirzani telah keluar dari ranah permasalah Omnibus Law UU Cipta Kerja.
"Ini soal pencemaran nama baik, merendahkan orang lain dan coba menabur kebencian yang sebelumnya pernah mencuat," tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Nikita Mirzani menegur Ketua DPR Puan Maharani saat sidang pengesahan RUU Cipta Kerja. Di situ, Puan diduga mematikan mikropon seorang anggota dewan dari Partai Demokrat, yang menolak RUUU Cipta Kerja.
Nikita Mirzani kemudian disomasi oleh GPMN. Namun waktu somasi yang diberikan selama 1x24 jam diabaikan perempuan 34 tahun ini.
Baca Juga: Ditantang Nikita Mirzani, Tim Puan Maharani: Tunggu Tanggal Mainnya
Tidak itu saja, bintang film Pokun Roxy ini bahkan sampai menantang pihak Puan Maharani yang ingin melaporkannya ke polisi, melalui Instagram Story.
"Are You Ready? Terlalu banyak bacot. Sudah 1x24 jam nih," tulis Nikita Mirzani, Jumat (9/10/2020).
Belum diketahui pasti apa maksud Nikita Mirzani menulis itu. Yang jelas, Suara.com telah berusaha menghubungi Nikita sejak pagi tadi, namun belum mendapat respons.
Berita Terkait
-
Kasus Bom Rakitan di MAN 3 Padang Jadi Alarm Perlindungan Anak di Era Digital
-
Lawan Isu 'Dalang Kerusuhan' Demo Agustus, PDIP Gugat Zulfan Lindan dan Total Politik ke PN Jaksel
-
Puluhan Sekolah Kekurangan Murid, DPR Desak Evaluasi Sistem Pendidikan
-
Sekolah Sepi Murid Makin Marak, Pemerintah Didesak Petakan Ulang Kebutuhan Sekolah
-
Sering Picu Demo, 10 Undang-Undang Ini Tengah Dievaluasi oleh Kementerian HAM
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Park Ji Hyun dan Lee Jong Suk Berpotensi Bintangi Drama Misteri 'Paradise'
-
Jelang Piala AFF 2026, Stadion Pakansari Dipoles Rp8 Miliar untuk Timnas Indonesia
-
4 Shio yang Menarik Hoki 17 Juli 2026, Hasil dari Usaha Mulai Terlihat
-
Sering Dimintai Keterangan, Korban Kebakaran Ponpes Lombok Tengah Alami Tekanan Psikologis
-
Usai Tuai Kritik, Samsung Klarifikasi Isu Penghapusan Data Samsung Health
-
Dua Petinggi Golkar Riau Berseteru, Pendukung Saling Baku Hantam di DPRD
-
Purwoceng Berstatus Kritis, Bisakah Varietas Unggul Menyelamatkannya?
-
Bos Ford Beri Peringatan Keras Industri Otomotif AS Mustahil Halau Laju Mobil China Seterusnya
-
Sensatia Peroleh Persetujuan Dari Cruelty Free International, Perkuat Komitmen Pada Clean Beauty
-
Gudang Amunisi TNI AD di Madiun Meledak, Satu Prajurit Gugur