Suara.com - Dian Sastrowardoyo mengadakan diskusi bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim dalam live Instagram. Salah satu pembahasannya mengenai perubahan sistem Ujian Nasional (UN).
"Bisa dijelaskan biar kita yang nggak ngerti lebih jelas ya kira-kira mas Nadiem. Kira-kira kalau UN diserahkan ke sekolah, penerimaan murid berdasarkan zonasi. Terus terang ini awam banget," kata Dian Sastrowardoyo, Jumat (9/10/2020).
Nadiem Makarim menjelaskan UN layaknya diskriminasi nasional kepada siswa. Sebab acuannya hanya nilai tertinggi yang didapatkan untuk berada di sekolah favorit.
"Makanya meledak industri bimbel di seluruh Indonesia. Di mana yang lebih mampu membayar adalah orang yang ekonomi menengah ke atas," jawab Nadiem Makarim.
Sementara mereka yang tidak mampu membayar les, menurut Nadiem, kerap mendapatkan nilai lebih kecil. Sehingga tak mendapat kesempatan duduk di sekolah favorit.
"Itu yang namanya diskriminasi nasional. Selama berpuluh-puluh tahun," terangnya.
Untuk itu kedepannya Nadiem Makarim bersama tim di Kemendikbud telah membuat program sebagai pengganti UN. Yaitu melaksanakan Asesmen Nasional.
"Tes itu bukan suatu hal yang bisa dihapal, dibimbelkan. Tapi mengukur kualitas pembelajaran," jelas Nadiem Makarim.
Ada tiga asesmen yang rencananya akan dilakukan. Pertama Asesmen Kompetensi, Survei Karakter dan Survei Lingkungan Sekolah.
Baca Juga: Dian Sastro Tanya Sekolah Kapan Dibuka, Jawaban Nadiem Makarim Mengejutkan
Kepada Dian Sastrowardoyo, Nadiem Makarim memaparkan, "Asesmen kompetensi adalah mengukur kemampuan nalar kita. Proses informasi yang didapat, bagaimana pemecahan masalah, dan kemampuan kita mengerti informasi, analisa."
Sementara survei karakter dilakukan untuk menanyakan kepada para siswa mengenai pelaksaan norma toleransi hingga gotong royong.
"Di survei lingkungan sekolah, kita akan mengukur seberapa besar peran sekolah dalam memfasilitasi aktivitas belajar," kata lelaki yang juga berprofesi sebagai pengusaha ojek online.
Nadiem Makarim menuturkan hasil itu akan menjadi raport siswa. "Tidak bisa digunakan untuk menghakimi," jelas lelaki 36 tahun ini.
Pihak sekolah pun juga bisa dievaluasi dengan program Asesmen Nasional.
"Angka itu menjadi raport sekolah, di mana kelemahan dan kekuatannya," kata Sang Menteri menandaskan.
Berita Terkait
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat
-
Datang ke Sidang dengan Infus, Nadiem Minta Status Penahanan Dialihkan
-
Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat
-
Korupsi Chromebook, Ini Alasan Hakim Ringankan Vonis Sri Wahyuningsih
-
Korupsi Chromebook, Eks Direktur SD Kemendikbudristek Divonis 4 Tahun Penjara
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
TXT MOA CON Jepang Bisa Ditonton Live di Bioskop Indonesia, Ini Jadwal dan Harga Tiketnya
-
Sinopsis Film Suamiku Lukaku, Kisah Pilu Acha Septriasa Hadapi KDRT dari Baim Wong
-
Film Method Acting Tayang di Indonesia, Intip Sinopsis Perjuangan Lee Dong Hwi Jadi Aktor Serius
-
Lapor Polisi Usai Akun IG Diretas dan Dipakai Menipu, Ahmad Dhani Bakal Ganti Rugi Korban?
-
Pujian Juri The Icon Indonesia Dinilai Berlebihan, Titi DJ dan Ahmad Dhani Diserbu Kritikan
-
Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut, Ketua Mualaf Center Indonesia Ungkap Dampak Seriusnya
-
Momen Syifa Hadju Minta Izin Pakai Busana Terbuka Tuai Pro Kontra: Kan Dosanya Ditanggung Suami
-
Rincian Anggaran Pemkot Banjarmasin Viral, Belanja Susu dan Buah Wakil Wali Kota Tembus Rp228 juta
-
Ajak Main Film Terbarunya, Baim Wong Jawab Tudingan Eksploitasi Penyandang Down Syndrome
-
Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut, Mualaf Center Indonesia Bantah Terlibat