Suara.com - Rumah tangga pasangan musisi Tantri Kotak dan Arda Naff nyaris berakhir gara-gara persoalan celana dalam.
Semua berawal saat ada yang mengirim paket berisi celana dalam lelaki ke rumah mereka. Hal itu diungkap Arda dan Tantri di acara Okay Bos yang dipandu Raffi Ahmad baru-baru ini.
"Jadi kemarin bahtera rumah tangga kita terancam (berpisah), gara-gara ada yang ngirim celana dalam cowok ke rumah," kata Arda memulai cerita.
"Hah? Celana dalamnya punya cowok lagi?" tanya Raffi Ahmad terkejut.
Menurut Arda ketika itu Tantri marah lantaran curiga dengan pengirim paket tersebut. Sementara, Arda juga mengaku tak pernah memesan celana dalam.
"Terus dia (Tantri) marah-marah, 'ini dari siapa', padahal kan 'aku harusnya yang nanya (karena tidak merasa membeli)'. Nggak ada yang ngaku, ya sudah kita berantem," kata Arda.
Tak ingin terjadi keributan yang lebih besar, Arda berinisiatif untuk melacak alamat pengirim paket tersebut.
Rupanya, terungkap bahwa pengirim paket salah alamat. Namun, Arda memang tak menampik pernah bekerja sama dengan pengirim paket itu, meski bukan untuk produk celana dalam.
"Pengiriman siapa itu kita lacak langsung. Ternyata kita pernah kerjasama dengan salah satu orang, sebelumnya dia ngendorse ngirimin barang dan segala macam ke kita," ujar Arda.
Baca Juga: Rapper Dadakan, Chua Kotak Jadi Pangsit Girl di Lagu Teman Palsu
"Nah, ternyata pegawainya nggak hapus location jadi ngirim lagi. Sebenernya celana dalam itu buat anaknya kenapa dikirim ke kita," katanya lagi tertawa.
Di kesempatan yang sama, Tantri mengaku sempat marah selama tiga hari pada Arda.
"Tiga hari aku manyun, celana dalam siapa ini," kata Tantri ikut tertawa bersama suaminya.
"Itu memang celana dalam membawa malam petaka ya," ujar Arda menimpali.
Tantri Kotak dan Arda Naff menikah pada 26 Oktober 2014. Mereka kini telah dikaruniai dua orang anak bernama Karanada Medina Danarda dan Arkhairan Cadenza Tanarda.
Berita Terkait
-
Tantri Kotak dan Arda Sempat Ingin Cerai, Anggap Pernikahan sebagai Penjara
-
Usai Sedekade Setia Mobil Lama, Tunggangan Baru Tantri Kotak Nggak Kaleng-Kaleng
-
Tantri Kotak Iri pada Jemaah Haji Tahun Ini, Kenang Nikmatnya Berdoa saat Wukuf
-
Tak Menyerah, Posan Tobing Bakal Ajukan Kasasi usai Kalah dari Gugatan terhadap Band Kotak
-
Gugatan Terhadap Kotak Gugur, Posan Tobing Damprat Cella Sebar Berita Bohong
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Iran Hancurkan Radar FP132 AS di Qatar, Amerika Kini 'Buta' dari Serangan Rudal Balistik?
-
Prabowo Siap Terbang ke Teheran, Damaikan Perang AS-Israel Vs Iran
-
AS dan Israel Bom Sekolah Khusus Putri di Iran, 36 Siswi Tewas
-
Pernyataan Resmi Kemlu RI soal Serangan AS-Israel ke Iran: Indonesia Siap Fasilitasi Dialog
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
Terkini
-
Viral Guru Muslim Mengajar di Sekolah Katolik, Sikap Siswanya Saat Ramadan Jadi Sorotan
-
Babak Baru Fariz RM Usai Bebas Penjara: Cuma Main Musik, Manajemen Diurus Keluarga
-
Bukan Sekadar Kuliner, RM Padang Payakumbuah Rilis Video Klip Bareng Davina Karamoy dan Laleilmanino
-
Fakta Baru, Raihan dan Mahasiswi UIN Suska yang Dibacok Sebenarnya Pacaran?
-
5 Film dan Series Tayang di Prime Video Maret 2026, Siren's Kiss Sampai Young Sherlock
-
Fariz RM Diam-Diam Bebas Penjara, Tak Ada yang Jemput: Kayak di Film-Film
-
Review Bridgerton Season 4 Part 2: Saat Benedict Dipaksa Memilih Cinta atau Status
-
Pentingnya Belajar Ilmu Agama, Pasutri Pamer Batal Puasa karena Lupa Mandi Junub
-
Aktivis Muhammad Husein Ungkap Tanda-Tanda Perang Sebelum Israel Bombardir Iran
-
Ferry Irwandi: Gubernur Rudy Masud Harusnya Beli Mobil Dinas Rp8,5 M Pakai Uang Sendiri