Suara.com - Artis Nikita Mirzani akhirnya menanggapi laporan polisi Abdul Malik di Polres Demak. Rupanya permasalahan ini buntut dari karangan bunga misterius yang diterima di hari ulang tahunnya dengan mengatasnamakan seseorang.
"Bulan Maret saya ulang tahun. Di tanggal 18, saya dikirimi bunga besar banget yang mengatasnamakan seseorang yang sedang berkasus hukum. Padahal saya tidak pernah kenal orang tersebut," kata Nikita Mirzani, ditemui di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Rabu (11/8/2021).
Janda tiga anak ini memang sempat memberikan peringatan pada si pengirim bunga melalui Instagram. Namun Nikita Mirzani tak mau ambil pusing dan memilih cuek.
"Seiiring berjalannya waktu, ada lagi teror-teror yang berikutnya yang saya dapatkan sendiri secara pribadi sampai ke area rumah saya. Sampai manajer saya diintilin (diikuti), diteror, sahabat dekat saya pun diteror, tapi saya masih diam," ucap perempuan 35 tahun ini.
Merasa terganggu dengan teror tersebut, Nikita Mirzani langsung menghubungi si pengirim bunga lewat pesan di Instagram. Salah satu pegawainya disebut mengetahui sosok si pelaku yang tak lain adalah Abdul Malik.
"Jadi salah satu pekerja di rumah saya itu tahu betul orang ini yang melaporkan saya di polisi Demak, tahu betul siapa ini orang. Saya DM (kirim pesan lewat Instagram), saya tanya 'kapan kira-kira mau kirimin saya bunga lagi?' DM-nya belum saya hapus ya," imbuh Nikita Mirzani.
Saat itu Instagram milik Abdul Malik belum dikunci. Mantan istri Dipo Latief itu juga masih menyimpan bukti pesannya di Instagram.
"Setelah saya DM saya bilang, 'kapan mau kirimin saya bunga lagi? Kalau bisa bunganya yang lebih besar Itu buat saya biasa saja'. Saya DM terus, 'lain kali kalau kamu cuma mau minta uang minta sama saya, saya akan kasih lebih dari bos kamu yang nyuruh kamu', tapi cuma dibaca. Tiba-tiba dia bales 'maksudnya?' Dia belaga bego," kata Nikita Mirzani mebeberkan.
Setelah mendapat pesan dari Nikita Mirzani, akun Instagram Abdul Malik tiba-tiba dikunci.
Baca Juga: Mangkir Pada Panggilan Pertama, Polres Demak Bakal Panggil Nikita Mirzani Kedua Kalinya
"Terus saya bilang, 'kamu mau saya laporin polisi atau kamu yang laporin saya polisi? Laporin deh cepetan'," ucap Nikita Mirzani.
Sempat menghilang beberapa waktu, Abdul Malik rupanya melaporkan Nikita Mirzani ke Polres Demak atas dugaan pencemaran nama baik.
"Ternyata, malah kalian duluan yang tahu ada surat polisi di Demak ya. Saya nggak tahu apa-apa tuh. Saya lihat siapa sih pelapornya, oh Abdul Malik. Saya cek-cek lagi oh ini orangnya saya DM," imbuh Nikita Mirzani.
Bintang film Comic 8 ini tak menampik dirinya pernah mengunggah foto Abdul Malik di Instagram. Namun ia tidak menuliskan kata-kata yang merujuk pada pasal pencemaran nama baik.
"Dia bilang saya mengancam, padahal isi DM saya tidak ada pengancaman. Dia bilang mencemarkan nama baik, saya ada posting memang foto dia tetapi hanya posting saja, tidak ada kata-kata. Jadi, di mana pasal pencemaran nama baik UU ITE nya," ucap Nikita Mirzani balik bertanya.
Pelaporan terhadap Nikita Mirzani sebelumnya diungkap oleh pengacara Abdul Malik, Alexander Kilikily Umboh. Alexander mengatakan kliennya keberatan dengan unggahan di Instagram Stories Nikita.
Berita Terkait
-
Heboh Isu Nikita Mirzani Diintimidasi di Penjara, Pihak Rutan Buka Suara
-
Rieke Kritik Kasasi 'Paket Kilat' Nikita Mirzani, Kejagung Malah Puji: Bagus, Ada Kepastian Hukum
-
Kawal Sidang Nikita Mirzani, Rieke Diah Pitaloka Cium Aroma 'Paket Kilat' Putusan Kasasi MA
-
Minta Maaf Tanpa Sebut Nama Ruben Onsu, Sarwendah Disemprot Nikita Mirzani
-
Gugatan PMH ke Reza Gladys Ditolak, Nikita Mirzani Gagal Kantongi Rp244 Miliar
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan