Suara.com - Penulis novel Layangan Putus, Eca Prasetya atau dikenal dengan Mommy ASF tak menyangka series yang diangkat dari novel miliknya bakal seviral ini.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa serial Layangan Putus yang diperankan Putri Marino, Reza Rahadian dan Anya Geraldine itu kisah fiktif.
"Saya nggak pernah bilang itu true story, dari awal saya diundang MD pas launching Layangan Putus, saya tegaskan yang di buku sama serial emang beda," ungkap Mommy ASF dikutip dari YouTube The Sungkars, yang diunggah beberapa waktu lalu.
Mommy ASF juga ikut menonton series Layangan Putus. Sejak episode pertama, series tersebut sudah menunjukkan perbedaannya.
"Saya nonton dari episode pertama juga 'Oh beda', mungkin esensinya aja mereka samain dan dibuat lebih general aja kali ya (perselingkuhannya)," jelasnya.
Menurutnya, perselingkuhan di series lebih kental dibanding yang dituliskan di novel. Sementara di novel, tak ada peselingkuhan macam itu.
"Esensi menduanya mungkin. Kalau di serial perselingkuhannya kan kental banget ya, sementara di novel nggak," tuturnya.
Mommy ASF pun tak menyangka seiring viralnya kisah Layangan Putus, kehidupan pribadinya pun dikulik netizen. Ia pun mengaku sudah memberi klarifikasi di Instagram.
"Dari awal di Instagram saja sudah saya klarifikasi itu bukan cerita saya (serial) dari awal MD juga sudah izin ke saya ceritanya bakal diangkat berbeda, nggak nyangka sih (seviral sekarang)," ujarnya.
Baca Juga: Ibu Menang Gugatan Usai Anak Ubah Status Tanah Keluarga, Mikhayla Bakrie Menangis Histeris
Mommy ASF tak terlibat dalam penulisan skenario series Layangan Putus. Ia pun mengaku menulis novel Layangan Putus untuk menghilangkan kegundahan.
"Saya nulis awalnya tuh karena bingung ngapain lagi ya (supaya sibuk) akhirnya sujud, nangis, nulis, udah aja gitu (healingnya)," bebernya.
"Saya kembali lagi bekerja untuk menghilangkan penat gundah, kesibukan yang bikin saya merasa berharga. Di siang hari saya dokter hewan, sore hari udah ke anak-anak," sambungnya mengakhiri.
Tag
Berita Terkait
-
Laut Bercerita Akhirnya Difilmkan: Sebuah Pengingat Akan Luka yang Belum Usai
-
Pesona Tragis Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck: Kisah Pilu Hayati-Zainuddin
-
Efek 'Semua Akan Baik-Baik Saja': Film Baim Wong Ini Sukses Bikin Penonton Minta Maaf ke Orangtua
-
Film Semua Akan Baik-Baik Saja dan Lelahnya Jadi Dewasa yang Harus Kuat
-
Baim Wong Ungkap Tantangan Satukan Aktor Besar di Film Semua Akan Baik-Baik Saja
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Valuasi Menarik, Intip Prospek Saham TLKM dan ISAT Pasca Implementasi Biometrik
-
5 Manfaat Tretinoin untuk Kulit Wajah, Lebih dari Sekadar Obat Jerawat
-
Sekilas Millwall FC Klub Baru Elkan Baggott: Lahir dari Buruh Dibesarkan oleh Konflik
-
5 Tips agar Lipstik Tahan Lama Setelah Makan, Warna Bibir Tetap On Point
-
ISPA hingga Penyakit Jantung Jadi Ancaman Terbesar Kesehatan Karyawan Indonesia
-
Ketika Guru Bersertifikat Justru Terjebak di Celah Kebijakan
-
Diduga Menyamar sebagai Securities Crowdfunding, PT Econext Ventures Indonesia Dihentikan
-
Tiga Kasus Pelecehan Seksual Jadi Alarm, Kampus Harus Evaluasi Total Efektivitas Satgas PPKS
-
Eks Kiper AS Bongkar Wajah Asli Klub Baru Elkan Baggott: Hati-hati, Milwall FC Itu Keras
-
1 Malam 3 Ledakan, Pelabuhan di Tepian Selat Hormuz Jadi Pusat Pertempuran AS - Iran