Bola / Liga Inggris
Jum'at, 17 Juli 2026 | 07:37 WIB
Sekilas Millwall FC Klub Baru Elkan Baggott: Lahir dari Kelas Pekerja Dibesarkan oleh Konflik [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Millwall FC didirikan oleh buruh pabrik pada 1885 di London dengan identitas kelas pekerja yang sangat kuat.
  • Stadion The Den menjadi markas angker yang mencerminkan mentalitas keras dan pragmatis bagi para pemain lawan.
  • Klub yang kini diperkuat Elkan Baggott ini konsisten menjaga loyalitas pendukung meski minim prestasi di liga utama.

Suara.com - Millwall FC bukan klub yang mencari simpati aoalagi engagement di sosial media.

Justru sebaliknya, identitas mereka terangkum dalam chant legendaris, “No one likes us, we don’t care.”

Slogan itu bukan sekadar nyanyian, melainkan filosofi yang mengakar kuat sejak berdiri.

Klub asal London Selatan ini hidup dalam semangat perlawanan.

Loyalitas, humor gelap, dan rasa kebersamaan menjadi bahan bakar utama yang membuat Millwall tetap eksis di tengah kerasnya sepak bola Inggris.

Lahir dari Buruh, Dibesarkan oleh Konflik

Didirikan pada 1885 oleh pekerja pabrik pengalengan di Isle of Dogs, Millwall lahir dari kelas pekerja.

Awalnya bernama Millwall Rovers, klub ini sejak awal jauh dari kesan elegan atau glamor.

Identitas itu terus terbawa bahkan setelah mereka pindah ke selatan Sungai Thames.

Baca Juga: Eks Kiper AS Bongkar Wajah Asli Klub Baru Elkan Baggott: Hati-hati, Milwall FC Itu Keras

Millwall bukan dibangun untuk kemewahan, tetapi untuk bertahan dalam kerasnya realitas.

Elkan Baggott resmi bergabung dengan Millwall. Direktur klub Steve Gallen mengungkap alasan merekrut bek Timnas Indonesia yang telah lama dipantau. [Dok. IG millwallfc]

The Den: Stadion atau Medan Ujian

Kandang mereka, The Den, dikenal sebagai salah satu stadion paling berat di Inggris.

Atmosfernya keras, bising, dan tidak ramah bagi tim tamu.

“Millwall adalah klub yang sangat identik dengan komunitas pekerja, penuh loyalitas, dan sering disalahpahami,” ujar eks kiper AS yang pernah bela Millwall, Kasey Keller.

Bagi banyak lawan, bermain di The Den terasa seperti ujian mental.

Load More