Suara.com - Juragan99 atau pemilik nama lengkap Gilang Widya Pramana datang ke kantor pajak untuk mengikuti tax amnesty jilid II dan melaporkan harta kekayaannya. Hal ini dilakukan setelah harta kekayaannya menjadi sorotan, bahkan kena sentil anak buah Sri Mulyani.
Sebelumnya, harta kekayaan Juragan99 memang dipertanyakan. Selain itu, omset MS Glow yang disebut mencapai Rp 600 miliar juga telah ramai jadi perbicangan.
Juragan99 pun merasa terganggu dengan komentar orang-orang. Ia kemudian memamerkan telah mendatangi kantor pelayanan pajak melalui akun Instagramnya.
Dalam postingannya, Juragan99 mengunggah foto bersama Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Mampang Prapatan dan Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pajak Jakarta Selatan. Juragan 99 melaporkan kekayaan tahunan dan melakukan pengungkapan sukarela wajib pajak atau tax amnesty jilid II.
Gilang kemudian menuliskan dirinya sudah memenuhi kewajibannya sebagai warga negara yang baik, dengan melaporkan SPT tahunan.
“Alhamdulillah hari ini menuntaskan kewajiban melaporkan SPT tahunan dan melakukan program pengungkapan sukarela wajib pajak (PPS) di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Mampang Prapatan," tulisnya seperti dikutip Suara.com, Sabtu (26/3/2022).
"Sempat bertemu dengan Kepala KPP dan Kepala Kanwil Ditjen Pajak Jakarta Selatan. Semua dilaporkan secara transparan dan terbuka. #ayopedulipajak #banggabayarpajak #pajakkuatindonesiamaju," lanjutnya.
Sebagai informasi, Kementerian Keuangan telah memberlakukan program pengampunan pajak atau Tax Amnesty Jilid II, dengan program pengungkapan sukarela yang berlaku mulai Januari 2022.
Program ini merupakan kesempatan yang diberikan kepada Wajib Pajak agar mengungkapkan kewajiban perpajakan yang belum dipenuhi secara sukarela, dengan membayarkan PPh berdasarkan pengungkapan besaran harta.
Baca Juga: 2 Cara Dapat EFIN Secara Online, Mudah dan Cepat Tak Perlu Repot ke Kantor Pajak!
Adapun manfaat dari langkah ini adalah terbebas dari sanksi admnistrasi dan perlindungan data, sepanjang memenuhi syarat dan data yang diungkapkan tidak dapat dijadikan dasar penyelidikan, penyidikan, dan/atau penuntutan pidana.
Pengampunan pajak atau tax amnesty adalah penghapusan pajak yang harusnya dibayar dengan cara mengungkap harta dan membayar uang tebusan. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak.
Undang-undang ini juga menjelaskan bahwa wajib pajak hanya perlu melakukan transparansi data kekayaan dan mengungkap harta yang selama ini tidak pernah dilaporkan. Tax amnesty merupakan sarana pemerintah untuk meningkatkan pendapatan dari pajak serta kepatuhan wajib pajak.
Selain itu, tax amnesty merupakan kebijakan yang telah diterapkan di banyak negara termasuk Indonesia. Tujuan adanya tax amnesty adalah meningkatkan likuiditas domestik, penurunan suku bunga dan investasi dan perbaikan nilai tukar rupiah melalui pengalihan harta, serta mempercepat reofrmasi perpjakan dan meningatkan penerimaan negara dari pajak.
Pemerintah memberikan tindakan khusus kepada wajib pajak yang mengikuti program tax amnesty, yakni dihapuskannya sanksi administratif, ditiadakannya pemeriksaan pajak untuk penindakan pidana, penghapusan pajak terutang, penghentian pemeriksaan pajak bagi yang sedang diperiksa, tidak dikenakannya PPh final untuk pengalihan harta ke saham, bangunan, atau tanah.
Demikian penjelasan tentang tax amnesty atau pengampunan pajak. Langkah ini semakin dikenal sejak dicetuskannya program tax amnesty pada Januari 2022.
Kontributor : Annisa Fianni Sisma
Tag
Berita Terkait
-
2 Cara Dapat EFIN Secara Online, Mudah dan Cepat Tak Perlu Repot ke Kantor Pajak!
-
Panduan Lengkap Cara Mengisi SPT Tahunan Online, Segera Lapor Pajak Sebelum 31 Maret 2022!
-
UU HKPD Ubah Aturan Retribusi Daerah, Sri Mulyani: Untungkan Dunia Usaha
-
Sri Mulyani Klaim UU HKPD Buka Peluang Bagi Pemerintahan Daerah Miliki Dana Abadi
-
Respon Kocak Warganet Soal Omzet MS Glow Rp600 Miliar Sebulan, Messi dan Ronaldo Auto Insecure
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Sinopsis House of Secrets: The Burari Deaths, Kisah Nyata 11 Anggota Keluarga India Tewas Misterius
-
Sunan Kalijaga Mundur sebagai Kuasa Hukum Erin Taulany
-
Sinopsis High and Low The Movie, Aksi Brutal Lima Geng Legendaris S.W.O.R.D Melawan Musuh Besar
-
Aurora Ribero Bicara Soal Arti Support System di Film Nobody Loves Kay
-
Sinopsis Suka Duka Tawa: Menertawakan Luka Lewat Stand Up Comedy, Lagi Puncaki Netflix
-
Criminal: Ketika Ingatan Agen CIA Masuk ke Otak Narapidana Sosiopat, Malam Ini di Trans TV
-
Rampage: Aksi Dwayne Johnson Selamatkan Kota dari Hewan Buas, Malam Ini di Trans TV
-
Menjelang Magrib 2: Kala Medis Berhadapan dengan Ritual Keji di Desa Terpencil, Malam Ini di ANTV
-
Produktif di 2026, Etenia Croft Kembali Hadirkan Lagu Kau Selalu Ada
-
Vokalis Legenda Hardcore Punk Ngomel ke Penonton Pendukung Trump: Lo Ngerti Lirik Kami Gak?