Suara.com - Nikita Mirzani dikabarkan kena blacklist sebuah grup besar yang menaungi beberapa stasiun televisi swasta. Namun belum lama ini, artis 36 tahun itu justru mempromosikan sinetron terbaru di layar kaca.
Salah satu warganet penasaran dengan kabar ini. Sebab jika Nikita Mirzani diboikot televisi, artis yang akrab disapa Nyai, justru mendapat proyek di media elektronik tersebut.
"Perasaan sudah diboikot televisi," kata Nikita Mirzani membacakan komentar warganet di siaran langsung Instagram, Senin (20/6/2022).
Nikita Mirzani melanjutkan omongannya. Ia menegaskan, sampai hari ini tidak diboikot televisi.
"TV yang gue boikot. Terbalik. Kalian jangan suka memutar balikkan fakta," ucap Nikita Mirzani memberikan klarifikasi.
Ibu tiga anak ini bahkan berani mengatakan stasiun televisi yang telah diboikotnya. "Televisi yang gue boikot itu MNC," ucapnya.
"Tapi walaupun sudah gue boikot, televisi itu tidak akan pernah menayangkan berita gue yang bagus-bagus. Kalau yang jelek-jelek, pasti ditayangin sama dia," katanya lagi.
Nikita Mirzani bersyukur, meski dirinya banyak terlibat kasus hingga merembet ke polisi, pekerjaan dengan televisi tidak terganggu.
"Alhamdulillah walaupun gue sering berurusan sama polisi, tapi gue nggak pernah diboikot televisi," kata Nikita Mirzani.
Baca Juga: Tantang Nindy Ayunda Adu Jontos, Nikita Mirzani: Klo Gak Ada Sponsor, Aku Bayar Dia
Bintang film Comic 8 ini menambahkan, "televisi selalu cinta untuk menayangkan semua berita tentang gue."
Kabar Nikita Mirzani diboikot televisi sudah muncul sejak Januari 2020. Kala itu sang artis juga menegaskan, lebih dulu memboikot salah satu televisi swasta, sebelum pihak tersebut memasukkan dalam daftar hitam.
"Karena sudah menyebar itu pemblacklist-an jadi Niki harus buka suara. Sebelum kamu menyebarkan itu saya sudah memblacklist TV MNC Group, Starpro dan teman-temannya duluan," kata Nikita Mirzani di Instagram Story pada Kamis (23/1/2020).
"Bahkan saya tidak pernah lagi mau mengambil syuting. Masih ada WhatsApp-nya. Ditawari syuting di MNC Group saya nggak mau," ujarnya lagi.
Berita Terkait
-
Kerugian Lebih Besar dari Kasus Nikita Mirzani, Kok Melani Mecimapro Bebas?
-
Siapa Reynaldi Bermundo? Influencer Muda yang Baru Saja Meninggal, Kondisi Terakhirnya Disorot
-
Nikita Mirzani Minta Denada Jangan Berkelit: Akuin Aja Itu Anak Lo, Gitu Aja Repot
-
Lagi Dipenjara, Nikita Mirzani Masih Bisa Ledek Richard Lee yang Kini Jadi Tersangka
-
Richard Lee Diperiksa Polisi, Dokter Detektif Mendadak Muncul di Polda Metro Jaya Tuntut Penahanan
Terpopuler
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu Terdekat di Jakarta
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Kedubes AS Diserang, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Arab Saudi
-
Bukan Cuma Bupati! KPK Masih Kejar Sosok Penting Lain Terkait OTT Pekalongan
-
Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
Terkini
-
Deretan Rekomendasi Drama Korea Genre Medis, Terbaru Doctor Shin
-
Perang Iran vs AS-Israel Hari Keempat: Trump Klaim Tewaskan 48 Pemimpin Iran
-
Furiosa: A Mad Max Saga: Simfoni Kekacauan dan Balas Dendam, Tayang Sahur Ini di Trans TV
-
Colombiana: Dendam Membara Zoe Saldana ke Gembong Narkoba, Malam Ini di Trans TV
-
3 Drakor Terbaru Park Min Young di Prime Video, Ada Siren's Kiss Bareng Wi Ha Joon
-
Tergiur Gaji Rp50 Juta, 3 Komika Jadi Tumbal Pesugihan di Film Warung Pocong
-
Park Bom Ngaku Dijadikan Kambing Hitam Kasus Narkoba Sandara Park
-
Bukan Retorika, Tapi Mendengar: Pesan Teh Melly ke Kader Politik agar Jadi Telinga Pertama Rakyat
-
Hari Pertama Tayang, Film 'Titip Bunda di Surga-Mu' Bikin Bioskop Banjir Air Mata
-
Ribuan Warga Amerika Serikat Turun ke Jalan, Desak Trump Hentikan Serangan ke Iran