Suara.com - Polemik konser K-Pop We All Are One terus berlanjut. CEO dari promotor acara tersebut, Park Jai Hyun kini ditangkap pihak imigrasi.
Direktur Park ditangkap karena diduga membawa kabur uang dari tiket konser K-Pop We All Are One. Acara tersebut seharusnya digelar di Stadion Madya pada 10-12 November 2022, tapi batal digelar.
Atas batalnya acara tersebut, para penonton meminta refund tiket. Tak cuma itu, vendor, termasuk PT Musik Asia juga mengalami kerugian karena tidak ada pembayaran atas jasanya tersebut.
"Tadi siang saya dapat info bahwa direktur Park, direktur dari PT Caution Live (promotor konser) yang diduga melakukan pencurian, ditangkap pihak imigrasi," kata Fritz Hutapea, konsultan hukum dari vendor PT Visi Musik Asia ditemui di Dirjen Imigrasi, Rasuna Said pada Selasa (22/11/2022).
Fritz Hutapea bahkan meyakini, proses pengusutan kasus ini akan berlangsung cepat. Dari awalnya pra penyidikan langsung naik ke tahap penyidikan.
Penangkapan Direktur Park juga sekaligus menahannya untuk tidak kabur. Ia diminta bertanggung jawab mengembalikan uang penonton konser dan menyelesaikan urusan dengan vendor.
"Semoga dengan ditangkapnya ini, dia terpaksa tetap disini untuk memenuhi tanggung jawabnya," kata Fritz Hutapea.
"Kita akan berupaya mengembalikan uang-uang pembeli tiket ini. Sangat kasihan sekali. Walaupun tanggung jawab saya ini hanya kepada vendor yang belum dibayar," imbuhnya memaparkan.
Sebagai informasi, beberapa waktu lalu seseorang bernama Derpita Gultom melaporkan Park Jai Hyun ke Polsek Tamansari, Jakarta Barat pada 10 November 2022.
Baca Juga: CEO Promotor Konser We All Are One K-Pop Dilaporkan atas Dugaan Penipuan Rp 340 Juta
Peristiwa bermula saat Derpita Gultom mentransfer Rp 340.748.000 ke rekening PT Caution Live pada 7 Oktober 2022. Tujuannya untuk menyelenggarakan konser K-Pop We All Are One.
Namun, karena konser tersebut batal digelar, maka pelapor meminta uangnya kembali kepada Park Jai Hyun selaku terlapor. Bos dari promotor acara tersebut seolah menunda pembayaran hingga laporan dengan pasal 378 KUHP ini tidak bisa dihindarkan lagi.
Kerugian bukan hanya dialami Derpita Gultom, tetapi juga PT Visi Musik Asia yang menjadi vendor acara tersebut.
PT Visi Musik Asia awalnya diminta mengelola urusan lapangan untuk konser. Janjinya, vendor ini akan dibayar dalam bentuk komisi persentase dari total nilai produksi dan telah disetujui Direktur Park.
"PT Visi Musik Asia menagih pembayaran untuk jasa kerja lapangan. Tapi tidak ditanggapi dengan baik oleh Direktur Park dan tidak dibayarkan," kata Rizky Triadi, Direktur PT Visi Musik Asia.
Ia menambahkan, "Sudah (ada upaya mediasi) tapi digantung terus. Sampai sekarang tidak dibayar sama sekali dan (panggilan) telepon tidak dijawab."
Berita Terkait
-
CEO Promotor Konser We All Are One K-Pop Dilaporkan atas Dugaan Penipuan Rp 340 Juta
-
Penyelenggara Diduga Kabur, Penonton Konser We All Are One K-Pop Ngamuk Minta Refund Tiket
-
Mengecewakan! Fans sudah Pesan Tiket Hotel dan Transportasi, Konser K-Pop We All Are One Lets Love Malah Batal H-7
-
NMIXX Umumkan Adakan Konser We All Are One K-Pop Concert in Indonesia
-
Susul Pentagon dan ASTRO, Chen EXO Bakal Manggung di Konser We All Are One K-POP
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Bakery Singapura BIdik Pasar Kuliner RI, Ekspansi Perdana ke Jakarta
-
BGN Enggan MBG Dibenturkan dengan Sekolah Roboh: Enggak Nyambung
-
GAC Beri Harga Spesial AION UT hingga HYPTEC HT di GIIAS 2026
-
7 HP Murah Baterai Besar Fast Charging, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Sailun Tekan Biaya Operasional Sektor Pertanian Indonesia Lewat Ban MAXAM
-
Dewa 19 Meriahkan Puncak Nommensen Festival
-
Jokowi Bakal Sapa Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Budaya Siap Digelar
-
BPDP Kucurkan Rp 240 T untuk Program Biodiesel, Bikin RI Hemat Impor Rp 722,9 Triliun
-
YE (Kanye West) Siap Guncang GBK Oktober 2026, Jadi Satu-satunya Kota di Asia Tenggara
-
UIPM Beri Alasan Mengapa Jejaring Internasional Penting bagi Dunia Pendidikan