Suara.com - Dalam persidangan kasus pembunuhan yang dilakukan terpidana Jessica Wongso terhadap Wayan Mirna Salihin pada 2016 silam, terdapat satu fakta mengejutkan yang diungkap Jessica. Dia mengaku pernah mengalami pelecehan verbal dari salah satu penyidik.
Momen itu terjadi kala Jessica Wongso diperiksa di Polda Metro Jaya sebelum statusnya menjadi tersangka. Saat itu perempuan 35 tahun itu bercerita pernah menjalani hipnoterapi tanpa didampingi kuasa hukumnya.
"Itu (hipnoterapi) sebelum saya jadi tersangka. Saya lagi di BAP di ruangan penyidik, lalu saya diminta pergi ke ruangan lain. Di ruangan itu ada beberapa orang, saya nggak pernah kenal siapa. Tapi yang saya ingat ada Pak Herry Heryawan (eks Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya saat itu)," kata Jessica dalam dokumen persidangan milik KompasTV.
Saat itu Jessica Wongso dibawa ke ruangan lain dan diminta duduk untuk diberikan sejumlah pernyataan. Tiba-tiba saja tubuhnya lemas hampir tertidur.
"Saya mendadak lemas. Saya ditanya beberapa pertanyaan yang jawabnya ya dan tidak, tapi saya hanya boleh menjawab pakai tangan, tidak boleh pakai mulut. Lama-lama saya tidak sadar total," kata Jessica Wongso.
Setelah bangun dari hipnoterapi, sahabat Mirna Salihin itu ditatap oleh beberapa penyidik. Dia mengaku tidak ingat pertanyaan apa saja yang diberikan padanya serta jawaban yang ia katakan.
Yang Jessica Wongso ingat, setelah hipnoterapi itu dia ditanya oleh Herry Heryawan pertanyaan yang cukup privasi. Eks Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya itu menanyakan tipe pasangan Jessica.
"Tidak (ingat pertanyaan saat hipnoterapi). Saya cuma dapat pertanyaan, ‘Kamu kalau pacaran butuh yang seagama atau tidak? Soalnya kamu tipe saya banget. Itu Pak Herry Heryawan. Saya nggak tahu maksudnya dia bilang begitu apa? " ungkap Jessica.
Pernyataan tak terduga Jessica Wongso itu seketika membuat riuh orang-orang di ruang persidangan. Mereka tidak menyangka sang terdakwa menerima pelecehan di tengah pemeriksaan kasus pembunuhan.
Di sisi lain penyidik yang disebut Jessica Wongso telah merayunya itu saat ini sudah Brigjen Polisi dan menjabat Dirdik Detasemen Khusus Antiteror 88 Polri. Brigjen Herry Heryawan merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1996.
Sebagai informasi, kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin ini kembali viral setelah film dokumenter yang mengangkat kasus itu berjudul Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso tayang di Netflix.
Berita Terkait
-
Wirang Birawa Diminta Hapus Postingan Soal Jessica Wongso Bukan Pembunuh Mirna: Biar Kamu Aman
-
Tidak Ada Bukti Telak, Hotman Paris Sebut di Luar Negeri Jessica Wongso Tak Bisa Divonis 20 Tahun Penjara
-
Film Ice Cold Ungkap 4 Kejanggalan Kasus Kopi Sianida, Warna Kulit Mirna hingga Larangan Wawancara Jessica Wongso
-
Otto Hasibuan Ungkap Jaksa Tak Pernah Uraikan Sianida dalam Tubuh Wayan Mirna
-
Film Ice Cold Viral, Instagram Irjen Krishna Murti Auto Digeruduk: Pengadilan Tuhan Itu Adil
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
10 Cara Menggunakan AC Inverter agar Listrik Tetap Hemat
-
BRI Peduli dan Petani Lokal di Karawang Bersinergi Tanam 24.000 Mangrove
-
Pulihkan Pesisir, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove di Karawang
-
BRI Peduli Libatkan Petani Lokal Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove
-
HIV AIDS di Sidoarjo Viral Usai Ribuan Kasus Pasien Anak Remaja, Kemenkes Buka Suara
-
Rumah Nomor 17 yang Tidak Pernah Ada
-
3 Serum LABORE untuk Kulit Sensitif Sesuai Review, Ampuh Atasi Jerawat dan Noda Hitam
-
Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Percepat Pemulihan Ekosistem Pesisir
-
Jangan Main Hakim Sendiri, Yusril Ingatkan Bahaya di Balik Sayembara Begal Dedi Mulyadi
-
Popok Sekali Pakai Jadi Sumber Sampah Besar, Peneliti Tawarkan Tiga Cara Menguranginya