Entertainment / Music
Kamis, 12 Maret 2026 | 16:07 WIB
Fariz RM ditemani Anita (manajer) dan pengacaranya, Deolipa Yumara di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat pada Sabtu, 28 Februari 2026 [Suara.com/Rena Pangesti]
Baca 10 detik
  • Fariz RM menolak posisi Dewan Pembina di AKSI karena merasa sudah mendeklarasikan pensiun dan ingin menjaga kapasitas pribadinya.
  • Beliau mengaku jengah dengan dinamika industri musik saat ini yang dianggap terlalu politis dan jauh dari fokus murni pada karya seni.
  • Fariz menitipkan pesan kepada para musisi dan Kementerian Kebudayaan agar tulus memperjuangkan musik nasional tanpa kepentingan pribadi.

Suara.com - Musisi legendaris Fariz RM secara tegas menolak tawaran untuk menjabat sebagai Dewan Pembina dalam Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) maupun komunitas musik nasional lainnya.

Pria 67 tahun tersebut mengaku sudah tidak memiliki ketertarikan pada urusan politik praktis di industri musik dan memilih fokus menjalani masa pensiunnya.

Fariz mengungkapkan alasannya enggan terlibat lebih jauh dalam struktur AKSI. Menurutnya, kondisi industri saat ini sudah terlalu banyak dibumbui persoalan non-musikal yang melelahkan.

"Saya diminta untuk jadi Dewan Pembina (di AKSI), tapi saya mempertimbangkan kapasitas saya sendiri, apa saya pantas? Yang kedua, saya baru saja mendeklarasikan saya pensiun lho," kata Fariz RM saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis, 12 Maret 2026,

"Jadi saya pikir, saya mau bilang sama teman-teman musisi, kalau memang kalian nawaitu, semua adalah benar-benar untuk menyelamatkan musik Indonesia, jujurlah tanya hati kalian," ucapnya menyambung.

Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Pelantun lagu Barcelona ini mengaku jengah dengan dinamika dunia musik Indonesia yang dianggapnya sudah melenceng dari cita-citanya semula.

Baginya, menjadi pemusik seharusnya fokus pada karya dan seni, bukan mengejar popularitas atau panggung politik.

"Banyak hal yang ikut serta dalam popularitas yang mau enggak mau harus saya terima. Ternyata sekarang itu makin banyak persoalan-persoalan yang bukan musikalnya. Bikin ribet hidup, sudah enggak deh. Saya sudah malas banget," tegas sang musisi.

Setelah melewati masa-masa kelam di balik jeruji besi dan pusat rehabilitasi karena beberapa kali tersandung kasus narkoba, Fariz kini memilih jalan hidup yang lebih tenang.

Baca Juga: Lelang Jaket Barcelona di BASF Awards, Fariz RM Donasikan Hasilnya ke Panti Asuhan

Dia mengaku ingin menjauh dari segala hal yang berpotensi merusak kenyamanan hidupnya di masa tua.

Meski menolak jabatan struktural, pemilik nama lengkap Fariz Rustam Munaf ini tetap memberikan pesan tajam bagi para pelaku industri musik nasional.

Dia meminta seluruh komunitas musisi, mulai dari era Papiko hingga AKSI, untuk melebur menjadi satu demi kepentingan nasional.

"Jujurlah, meleburlah kalian jadi satu saja. Dan jujur memang hanya berjuang buat musik Indonesia. Jangan mempergunakan, jangan memanfaatkan profesi Anda untuk kepentingan-kepentingan pribadi Anda yang lain yang tidak Anda ungkapkan. Tuhan Maha Tahu," tuturnya.

Fariz juga secara terbuka meminta bantuan kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha untuk merangkul para musisi agar bergerak tanpa pretensi tertentu.

"Pak Fadli, Giring, akomodirlah teman-teman. Jadikan mereka sadar untuk benar-benar memperjuangkan musik nasional tanpa pretensi apa pun. Bersatulah kalau memang betul nawaitunya demi musik Indonesia," pungkasnya.

Load More