Prof Eddy juga mengungkapkan hasil digital forensik dari laptop Jessica Wongso yang disita. Ditemukan riwayat pencarian tentang sianida, racun yang diduga kuat menjadi penyebab kematian Mirna, serta film yang sempat ditonton oleh Jessica.
"Pada tahun 2015, dia menonton film The Hateful Eight. Film itu menceritakan tentang 8 koboi, di mana satu koboi, dia membunuh tujuh temannya dengan menggunakan sianida yang dia masukkan ke dalam kopi. Itu sempat di-profiling," ujar Prof Eddy.
5. Menangis saat Berhadapan dengan Ronny Nitibaskara
Prof Eddy menceritakan perilaku Jessica Wongso saat fisiognomi (ahli membaca gestur) Profesor Ronny Nitibaskara dihadirkan sebagai saksi di persidangan. Jessica yang sebelumnya selalu tenang, langsung menangis.
"Selama persidangan, Jessica itu tenang, dia senyum-senyum. Tapi coba perhatikan, coba lihat baik-baik, ketika Profesor Ronny Nitibaskara memberikan kesaksian, Jessica kan nangis, dan itu sempat diprotes oleh kuasa hukum," ungkapnya.
6. Tidak Mempan Lie Detector
Prof Eddy menjelaskan kondisi psikologis Jessica Wongso berdasarkan keterangan Profesor Ronny Nitibaskara dan dokter Nathalie selaku psikiater. Dia menyebutkan tentang skala psikologis manusia yang berada di level 1 sampai 20.
"Jessica ini berada di skala 19 atau berapa ya, jadi hampir mendekati sempurna. Ini yang kemudian disimpulkan oleh profesor Ronny, bahwa orang seperti ini, dideteksi dengan lie detector secanggih apapun, tidak akan terbukti," ujarnya.
Oleh karena itu, Polri tidak pernah menggunakan lie detector pada Jessica Wongso.
Baca Juga: Satu Keinginan Jessica Wongso usai Bebas dari Penjara: Kita Harus Ketemu!
Kontributor : Chusnul Chotimah
Berita Terkait
-
Ditanya Terus soal Kopi Sianida, Jessica Wongso Kena Mental dan Tutup Akun
-
Minta RUU Pidana Mati Segera Dibahas DPR, Wamenkum Usul Metode Suntik dan Kursi Listrik
-
Wamenkum: Penyadapan Belum Bisa Dilakukan Meski Diatur dalam KUHAP Nasional
-
Hindari Overkapasitas Lapas, KUHP Nasional Tak Lagi Berorientasi pada Pidana Penjara
-
Wamenkumham Bongkar Aturan: Polisi Tak Bisa Asal Jerat Demonstran, Ini Satu-satunya Celah Hukum
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Bantah Hera eks ART, Erin Taulany Pastikan Anak-Anak Marah Fotonya Diposting
-
Kasus Pelanggaran Privasi Berpeluang Gugur, Erin Taulany Bikin Laporan Baru ke Hera eks ART
-
Cerita Korban Kecelakaan Bekasi Timur Didatangi Petugas KAI di Rumah
-
Sahabat Sejatiku: Lagu Penyemangat di Tengah Kondisi Pasar Modal yang Tertekan
-
Apes, Jefan Nathanio Ketiban Plafon Kamar Hotel saat Syuting Dukun Magang
-
Kabar Terbaru Lutfiana Ulfa, Perempuan yang Dinikahi Syekh Puji di Usia 12 Tahun
-
Sinopsis 5 Film Netflix Paling Banyak Ditonton per Hari Ini
-
Sinopsis Fear the Night: Pesta Lajang Diganggu Teror Mematikan, di Bioskop Trans TV Malam Ini
-
Lagi Sakit Difotoin, Salman Khan Ngamuk ke Paparazzi
-
Sehari Hanya Dapat Rp8.000, Perjuangan Nenek 75 Tahun Gendong Anak Angkat Difabel Bikin Mewek