Suara.com - Ibra Azhari telah menjalani tes kesehatan di unit Bidokkes Polres Metro Jakarta Barat usai tertangkap narkoba, Jumat (5/1/2024). Berbeda dari saat masuk, Ibra digiring seorang diri untuk kembali ke ruang pemeriksaan.
Tidak banyak yang Ibra Azhari ucapkan usai mengikuti tes kesehatan. Namun, Ibra terlihat membawa bungkusan obat di tangan yang terborgol.
Ternyata, hasil pemeriksaan Ibra Azhari menunjukkan bahwa dirinya dalam kondisi kurang sehat. Ia mengalami gangguan pernapasan.
“Itu obat asma. Ternyata yang bersangkutan ada gejala asma,” kata Wakasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Retno Jordanus.
Belum ada informasi sejak kapan Ibra Azhari mengalami gangguan pernapasan. Polisi cuma menduga penyakit itu datang gara-gara psikis yang tertekan usai penangkapan.
“Mungkin karena habis tertangkap, mentalnya drop kali ya,” kata Retno Jordanus.
Ibra Azhari juga diminta melakukan tes urine saat pemeriksaan kesehatan. Hasilnya, Ibra positif mengonsumsi narkoba.
“Positif metamfetamin dan amfetamin,” kata Retno Jordanus.
Sebelumnya diberitakan, Polres Metro Jakarta Barat menangkap Ibra Azhari pada 3 Januari 2024. Ia diamankan di salah satu apartemen di Tangerang Selatan.
Baca Juga: Rekam Jejak Ibra Azhari 6 Kali Terjerat Kasus Narkoba, Tak Kapok Hadapi Dinginnya Lantai Penjara
“Ditangkap di apartemen kawasan Tangerang Selatan,” ungkap Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes M. Syahduddi.
Lagi-lagi, Ibra Azhari diringkus beserta barang bukti narkotika jenis sabu. Hanya saja, belum ada informasi lebih rinci tentang berapa banyak temuan sabu di sana.
Ini merupakan kali keenam Ibra Azhari berhadapan dengan kasus narkoba.
Ibra Azhari pertama ditangkap karena narkoba pada tahun 2000. Ia diamankan beserta barang bukti 3,64 gram kristal putih metamfetamin, 3,15 gram serbuk putih mengandung Diazepam dan setengah butir tablet Elsigon. Atas perbuatan tersebut, Ibra divonis 2 tahun penjara.
Pada 2003, Ibra Azhari mengulang kesalahan yang sama dengan tertangkap narkoba lagi. Saat itu, Ibra kedapatan menyimpan kokain, ekstasi dan sabu. Ia pun divonis 15 tahun penjara.
Di tengah masa hukuman, Ibra Azhari kedapatan menyimpan satu paket besar sabu seberat 10 gram sabu dan 8 paket kecil sabu dengan berat masing-masing 0,3 gram. Dengan demikian, Ibra sudah tiga kali tersandung masalah narkoba.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
TXT MOA CON Jepang Bisa Ditonton Live di Bioskop Indonesia, Ini Jadwal dan Harga Tiketnya
-
Sinopsis Film Suamiku Lukaku, Kisah Pilu Acha Septriasa Hadapi KDRT dari Baim Wong
-
Film Method Acting Tayang di Indonesia, Intip Sinopsis Perjuangan Lee Dong Hwi Jadi Aktor Serius
-
Lapor Polisi Usai Akun IG Diretas dan Dipakai Menipu, Ahmad Dhani Bakal Ganti Rugi Korban?
-
Pujian Juri The Icon Indonesia Dinilai Berlebihan, Titi DJ dan Ahmad Dhani Diserbu Kritikan
-
Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut, Ketua Mualaf Center Indonesia Ungkap Dampak Seriusnya
-
Momen Syifa Hadju Minta Izin Pakai Busana Terbuka Tuai Pro Kontra: Kan Dosanya Ditanggung Suami
-
Rincian Anggaran Pemkot Banjarmasin Viral, Belanja Susu dan Buah Wakil Wali Kota Tembus Rp228 juta
-
Ajak Main Film Terbarunya, Baim Wong Jawab Tudingan Eksploitasi Penyandang Down Syndrome
-
Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut, Mualaf Center Indonesia Bantah Terlibat