Suara.com - Polres Metro Jakarta Barat menggelar konferensi pers terkait kasus penangkapan Saipul Jamil dan asistennya yang berinisial S pada 5 di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, pada Januari 2024 lalu. Menurut Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol M Syahduddi, dua orang yang melakukan penganiayaan terhadap S bukan anggota polisi.
"Setelah dilaksanakan rangkaian penyelidikan yang terlibat, yang dialami asisten Saipul Jamil, S, kami berhsil mengamankn dua orang RP alias Ucok. Ucok saat kejadian yang bersangkutan pakai jaket hitam dan helm hitam. Perannya menjambak rambut tersangka S dan memukul bibir pakai tangan kanan," kata," kata Kombes Pol M Syahduddi dalam jumpa pers di Polres Metro Jakarta Barat, Jumat (12/1/2024).
Yang kedua adalah I alias Busuk 32 tahun, warga Gambir Jakarta Pusat. Saat kejadian mengenakan helm abu-abu dan jaket merah maruh. Menurut Syahduddi, dua orang yang melakukan pemukulan terhadap asisten Siapul Jamil tersebut adalah warga sipil. Rupanya, Ucok dan Usup ikut melakukan pengejaran mobil yang dikemudikan S, karena mereka berdua menjadi korban tabrak lari.
"Dua orang ini adalah anggota masayrakat yang kebetulan melintas di jalan. Di mana dua orang tersangka ini juga korban, karena dua orang ini diserempet dan ditabrak pelaku. Sehingga dua orang ini emosi kemudian ikut mengejar dan membantu polisi uuntuk menangkap orang yang melarikan diri tersebut," ujar Syahduddi.
Polisi telah menetapkan dua orang ini sebagai tersangka. Selain dua orang warga sipil yang terlibat dalam penangkapan asisten Saipul Jamil, juga ada anggota polisi yang tengah bebas tugas yang ikut terlibat dalam penangkapan tersebut. Setelah ditelusuri diketahui bahwa anggota polisi tersebut adalah Bripda ABP yang mengenakan jaket bertuliskan polisi.
"Seteah kami turunkan seksi Propam Polres Jakarta Barat untuk mendalami, sudah kami dapatkan bahwa yang bersangkutan adalah anggota Polsek Kalideres atas nama Bripda ABP. Kebetulan pada saat bersangkutan lepas dinas, dan akan pulang ke rumah di wilayah Jakarta Utara. Saat melintas, yang bersangkutan melihat ada kegaduhan dan kericuhan. Sehingga dengan naluri polisi, dia turun dan ikut membantu rekannya untuk membantu mengamankan orang-orang yang terlibat," imbuh Syahduddi.
Seperti diketahui, Saipul Jamil bersama asistennya, S ditangkap di jalan raya di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat pada 5 Januari 2024. Saipul yang berada di dalam mobil digedor oleh sekitar enam orang polisi.
Dalam video yang viral, terlihat Saipul Jamil dan asistennya dikepung dan ditangkap dengan ancaman penembakan. Saipul terlihat sangat panik dan bahkan sempat diborgol meski telah bersimpuh di aspal.
Setelah dites urine dan rambut, Saipul Jamil negatif narkoba. Sedangkan S sang asisten positif narkotika dan kini telah dijadikan tersangka. Meski negatif narkoba, Saipul sampai harus menginap di kantor polisi selama empat hari.
Baca Juga: Menyesal Cerai dengan Dewi Perssik, Saipul Jamil: Sudah Cantik, Goyangnya Jago
Video penangkapan Saipul Jamil dan asistennya ini pun mendapat sorotan tajam dari masyarakat. Kinerja polisi lagi-lagi menjadi pertanyaan dalam melakukan tindakan penangkapan.
Berita Terkait
-
Menyesal Cerai dengan Dewi Perssik, Saipul Jamil: Sudah Cantik, Goyangnya Jago
-
Undang Saipul Jamil ke Podcast, Deddy Corbuzier Banjir Cibiran: Smart People Gini Amat
-
Saipul Jamil Histeris Ditodong Pistol, Trauma Masa Lalu Jadi Pemicu
-
Saipul Jamil Akui Ditodong Pistol Saat Ditangkap, Deddy Corbuzier: Itu Sudah Pengancaman
-
Di Depan Orangnya Langsung, Saipul Jamil Ngaku Dijauhi Melaney Ricardo
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam