Suara.com - Eks Kabareskrim Komjen (Purn.) Susno Duadji menyoroti hilangnya dua DPO kasus pembunuhan dan pemerkosaan terhadap gadis asal Cirebon, Vina dan kekasihnya Eky di 2016. Ia terang-terangan mengkritik Ditreskrimum Polda Jawa Barat terkait pernyataan tersebut.
“DPO tiga, terungkap di pengadilan. Tahu-tahu diumumkan DPO hanya satu. Nah, dua lagi mana? Kata polisi, itu asal sebut. Tidak boleh dong gitu,” ujar Susno Duadji di kanal YouTube Deddy Corbuzier, Selasa (28/5/2024).
Susno Duadji bahkan menyebut cara penyidik Polda Jawa Barat mengusut kasus kematian Vina dan Eky telah mencoreng citra Polri.
“Kalau begitu, itu merusak citra Polri. Polri berarti tidak ada kroscek,” kata Susno Duadji.
Susno Duadji melihat indikasi kemalasan dari penyidik Polda Jawa Barat dalam membuka lagi penyidikan terhadap kasus kematian Vina dan Eky. Dugaan itu terlihat dari cara penyidik menerbitkan DPO terhadap buronan kasus Vina dan Eky.
“Mestinya kan dicek dulu, bener nggak namanya ini, cari di alamat. Buat DPO itu kan kalau di alamat tidak ketemu. Kalau ini kan alamatnya ada, waktu itu orang tuanya ada, kakaknya ada,” jelas Susno Duadji.
“DPO itu identitasnya harus lengkap dan yang buat polisi, bukan dari tersangka. Ada sidik jarinya, kan bisa dicari di sekolah, dicari di kelurahan saat dia daftar buat KTP. Kalau tidak ada juga, di rumah kan ada foto keluarga. Masak zaman sekarang di rumah nggak ada foto keluarga?,” lanjut Susno Duadji.
Dengan demikian, Susno Duadji meyakini bahwa proses penanganan kasus kematian Vina dan Eky memang sudah bermasalah sejak awal peristiwa terjadi. Penting untuk dilakukan pemeriksaan ulang kalau memang kasus kematian Vina dan Eky ingin diusut tuntas.
“Itu salah satu bukti bahwa dalam penanganan awal, kita harus mengakui bahwa ada kelemahan. Ini harus diperbaiki,” tegas Susno Duadji.
Baca Juga: Ini Dua Sosok yang Pertama Melihat Jasad Vina Cirebon di Fly Over, Begini Kesaksian Mereka
Sebagaimana diketahui, Polda Jawa Barat menyampaikan informasi yang membuat publik tersentak usai menangkap Pegi Setiawan atau Perong selaku DPO kasus kematian Vina dan Eky.
Kombes Surawan selaku Dirkrimum Polda Jawa Barat dalam giat rilis menyebut Pegi Setiawan sebagai buronan tunggal dalam perkara tersebut. Sementara untuk dua DPO lain yakni Andi dan Dani, Surawan menyebut mereka sebagai sosok fiktif hasil karangan para terpidana kasus kematian Vina dan Eky.
Berita Terkait
-
Kinerja Bea Cukai Bisa Berdampak ke Pariwisata, Susno Duadji Sindir Kebiasaan Sandiaga Uno: Hobi Lari, Lupa Ngawasin
-
Sambil Tertawa, Eks Kabareskrim Susno Duadji Bahas Pegi Tersangka Kasus Vina: Apa Benar Dia Pelakunya?
-
Fakta Persidangan Ungkap Aksi Sadis Dani dan Andi Eks DPO Kasus Vina Cirebon
-
Susno Duadji Singgung Kinerja Bea Cukai yang Tak Manusiawi: Mereka Menyengsarakan Kita!
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Dikritik Pedas Soal Cokelat Premium, Aurel Hermansyah: Menurutku Itu Kasar
-
Bukti Cinta, DJ Bravy Bikin Tato Wajah Anak Erika Carlina
-
Fenomena Krisis Ojol Ternyata Ini Penyebabnya: Kapitalisme Tingkat Dewa
-
Cindy Rizky Aprilia Diduga 'Jual' Jadwal Jaga Malam, Demi ke Jepang Bareng Suami Maissy?
-
Midnight Diner Masih Ada di Netflix, Tontonan Peredam Stres Sehabis Kerja
-
Gebrakan Iva Deivanna: Dari Panggung Musik, Kini Siap Taklukkan Layar Lebar lewat 2 Film Sekaligus
-
Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
-
Selisih Harganya Fantastis! Drone Shahed Iran Rp320 Juta vs Robot Anjing Polri Rp3 Miliar
-
K-Pop Bertemu Koplo, Uniknya Akulturasi Budaya di Film Terbaru Sheryl Jesslyn
-
Dibuang ke Panti Jompo setelah Besarkan Anak, Kisah Pilu Nirina Zubir di Film Jangan Buang Ibu