Suara.com - Selebgram Andovi da Lopez kini ikut mengomentari kontroversi penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) serta RUU Penyiaran. Ia meyakini bahwa pemerintah belum melakukan perencanaan yang matang di balik penetapan kebijakan tersebut.
"Apa pun kebijakan yang akan keluar, kan ada langkah-langkahnya. Ada riset, naskah akademik, bicara sama warga. Mau RUU Penyiaran, Tapera, atau apa pun itu, pasti ada langkah-langkahnya," ujar Andovi da Lopez ditemui di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (5/6/2024).
"Sekarang pertanyaannya, apakah naskah akademik, riset, dan berbincang dengan warga itu sudah dilakukan?," kata Andovi melanjutkan.
Kritik Andovi da Lopez didasari pada banyaknya peraturan baru yang malah berpotensi membebani masyarakat. YouTuber 30 tahun ini sampai meminta bukti konkret terkait rancangan aturan baru mana yang dibuat dengan berlandaskan kondisi masyarakat saat ini.
"Jikalau memang itu sudah dilakukan, mana hasil kesimpulan yang dimuat dari kebijakan-kebijakan tersebut?" kata Andovi da Lopez.
Tidak ada toleransi lagi bagi Andovi da Lopez untuk bisa menerima ketentuan baru tentang Tapera dan sistem penyiaran. Ia tegas meminta para pengampu kebijakan untuk meninjau ulang rancangan peraturan mereka.
"Tapera dan RUU Penyiaran sangat butuh ditinjau kembali, butuh dilihat kembali. Apakah ini pas dan cocok, serta sesuai sama aspirasi masyarakat," imbuh Andovi da Lopez.
Andovi da Lopez bahkan kehabisan kata-kata untuk menggambarkan betapa deretan kebijakan baru itu nantinya akan sangat merugikan masyarakat.
"Pokoknya, ditinjau kembali. Sudah, itu aja," ucap Andovi da Lopez.
Sebelum Andovi da Lopez, sejumlah publik figur lebih dulu menyampaikan keresahan mereka terhadap penetapan Tapera dan RUU Penyiaran. Nama-nama seperti Soleh Solihun, Deddy Corbuzier, Ernest Prakasa, Coki Pardede hingga Kiky Saputri tegas menyatakan sikap untuk menolak kebijakan tersebut.
Berita Terkait
-
Kritik Putusan MA Terkait Batas Usia Kepala Daerah Dibilang Buzzer, Andovi da Lopez Justru Kehilangan Job
-
Andovi da Lopez Beri Sindiran Menohok soal MA Ubah Batas Usia Kepala Daerah
-
Kritik MA yang Ubah Batas Usia Kepala Daerah, Andovi da Lopez: Gue Punya Hak Bicara
-
Selain Andovi da Lopez, Bintang Emon Juga Kritik Putusan Batas Usia Kepala Daerah
-
MA Ubah Batas Usia Kepala Daerah, Andovi da Lopez Beri Sindiran Menohok
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
-
Wincos Beberkan Rahasia Kabin Mobil Tetap Dingin di Tengah Cuaca Terik dengan Kaca Film
-
Petugas Damkar Meninggal Saat Padamkan Kebakaran di Kramat Jati, Asap Tebal Diduga Jadi Penyebab
-
Pria di Bengkalis Tersangka Perambahan Hutan 20 Ha, Sebagian untuk Tanam Sawit
-
Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Bulog Dorong Penggilingan Padi Jaga Mutu Beras
-
Tren Office Shoes Masa Kini: Ketika Kenyamanan Jadi Prioritas Pekerja Urban
-
Review Island Storm: Buku Anak Paling Puitis untuk Kenalkan, Bukan Ditakuti, pada Badai
-
Bebas dari Kesepian, 3 Shio Ini Diprediksi Hoki dan Bersinar Sepanjang 3-9 Agustus 2026
-
Pesan Jokowi ke Kader PSI: Jangan Dikit-Dikit ke Solo
-
Kisah Inspiratif Dr. Timothy Astandu, Tuntas Jelajahi 197 Negara Berdaulat di Dunia