Entertainment / Gosip
Kamis, 12 Desember 2024 | 18:45 WIB
Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI) Islah Bahrawi (kanan) memberikan paparan saat menjadi narasumber dalam salah satu diskusi di kawasan Tebet, Jakarta, Rabu (13/4/2022). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Islah Bahrawi turut mengomentari soal kasus Miftah Maulana alias Gus Miftah yang belakangan ramai dibicarakan publik. 

Tokoh NU tersebut blak-blakan mengomentari gaya berdakwah para pendakwah. Bahkan dia tak segan menyebut kalau Gus Miftah kurang berilmu.

“Ceramah seperti yang dilakukan oleh Gus Miftah ini kalau bagi saya pribadi pada akhirnya kita kembalikan ke persoalan keilmuan. Kalau merasa tidak berilmu, nggak usah ceramah agama, kasihan umatnya" kata Islah dikutip dari video yang dibagikan ulang akun @JhonSitorus_18 pada Kamis (12/12/2024).

Selain itu, Islah juga mengultimatum soal ilmu tajwid dan terjemahan Bahasa Arab Miftah yang dinilai masih sering salah.

"Apalagi tajwidnya salah-salah itu. Apalagi misalnya penterjemahan dari Bahasa Arabnya juga salah," ucapnya.

Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI) itu juga menyinggung hubungan antara penceramah dan tarif. Menurut dia, tak sedikit pendakwah sekarang yang suka mamatok tarif ceramah. 

Maka menurut Islah, kualitas ilmu berdakwah yang disampaikan bukan lagi menjadi hal yang utama.

"Ketika penceramah agama itu menjadikan ini sebagai ruang mata pencaharian dan ini bagian menjadi komoditi dalam satu industri, maka kemudian ada tarif-tarif itu. Dan ketika sudah mulai bermain tarif, persoalan substansi dan kualitas kemudian menjadi nomor dua," ujarnya.

Baca Juga: Sujiwo Tejo Bela Gus Miftah: Penjual Es Teh di Pengajian Memang Mengganggu

Gus Miftah. [Suarajogja.id/Hiskia]

Islah mengatakan saat ini tren penceramah lucu menjadi salah satu faktor yang lebih utama ketimbang penyampaian ilmu yang berkualitas.

“Penceramah yang sangat populer hari ini adalah stand up komedian dengan religion flavor. Kalau lucu selucu-lucunya dia akan ngetop, ketika sudah ngetop tarifnya mahal,” ucapnya.

“Akhirnya apa, para penikmat ceramah agama itu pergi dari tempat itu setelah acara bubar yang terbekas adalah kelucuan-kelucuan dan kejenakaannya, bukan soal ilmunya," katanya lagi. 

Pernyataan tegas Islah Bahrawi yang menohok bagi para pendakwah itu mendapatkan sorotan dari netizen.

“Saya setuju karena yang terjadi sekarang ini ya, begitu itu. Jadi rasanya semakin banyak yang ngaku ulama dan pendakwah tapi keilmuan makin minus, sebab cenderung menilainya dari tarif. Yang tarifnya besar dianggap bagus, padahal belum tentu memenuhi tujuan dari syi'ar Islam,” ujar akun @LH_26***

“Nggak ada ilmu itu yang kata lainnya adalah gobl*k, jadi kalau itu penceramah bilang gobl*k ya sejatinya dia ngatain diri sendiri,” ujar akun @bahw***

Load More