Suara.com - Kasus korupsi timah suami Sandra Dewi, Harvey Moeis turut ditanggapi oleh Mahfud MD. Perhatian khusus ternyata diberikan untuk guru besar IPB, Bambang Hero yang menjadi pihak pertama yang menghitung kerugian negara akibat korupsi tersebut.
Bambang Hero melakukan perhitungan yang sebenarnya cukup jeli. Hingga keluar angka yang fantastis dan sempat viral, yaitu Rp271 triliun.
Sayangnya, nasib tak baik dialami oleh Bambang Hero. Bambang justru dilaporkan dan dituding salah dalam melakukan perhitungan tersebut.
Laporan dari pengacara kepada Bambang Hero tersebut menuai rasa heran dari Mahfud MD. Menurutnya, kehadiran Bambang Hero adalah seorang ahli yang diundang khusus oleh jaksa.
"Ada lagi yang konyol. Ada pengacara yang ngelaporin Profesor Bambang. Dibilang bohong (melakukan perhitungan). Maksudnya gimana?" kata Mahfud MD dalam kanal YouTube-nya, dilansir Suara.com pada Rabu (15/1/2025).
"Itu kan sudah berkali-kali terjadi. Ahli itu kan diundang jaksa," jelas Mahfud MD.
Menurut mantan Menpolkumham ini, pihak yang seharusnya disalahkan adalah jaksa yang mengundang. Hakim pun berpotensi disalahkan karena menerima kedatangan dari ahli.
"Kalau mau salahkan, salahkan jaksa. Kalau mau salahkan, salahkan hakim yang menerima perhitungan itu," lanjut Mahfud MD.
"Enggak benar ahli (Profesor Bambang) dilaporkan ke kepolisian," tegasnya.
Baca Juga: Guru Besar IPB Dapat Perlindungan Kejagung Usai Dipolisikan karena Hitung Kerugian Korupsi Timah
Menariknya, Mahfud MD diduga mengutarakan soal komunikasinya dengan Profesor Bambang. Mahfud mengatakan agar sang ahli tidak merasa khawatir usai dilaporkan.
"Gak usah khawatirke Pak Bambang, saya bilang," ungkap Mahfud MD.
Kemudian Mahfud MD menilai laporan tersebut hanya cara untuk memberikan tekanan secara psikologis kepada Profesor Bambang. Tekanan yang bisa berlanjut pada dibenarkannya vonis yang ringan untuk Harvey Moeis.
"Itu hanya bikinan, hanya memberikan tekanan psikologis agar yang dihukum (Harvey Moeis) benar dihukum ringan," ucap Mahfud MD.
Berita Terkait
-
Raffi Ahmad Buat Mahfud MD Tersinggung: Negara Kok Jadi Kayak Kampungan
-
Pengakuan soal Mobil RI 36 Bikin Dongkol, Mahfud MD Sebut Raffi Ahmad Pejabat Tak Jujur: Negara Kok jadi Kampungan
-
Dukung Prabowo Agar Harvey Moeis Divonis 50 Tahun, Mahfud MD: Masa Negara Didikte Cecunguk-cecunguk? Terluka Saya!
-
Pantesan Mahfud MD Ngomel: Taksiran Pajak Mobil RI 36 Raffi Ahmad Setara 7 Ribu Lebih Porsi Makan Bergizi Gratis
-
Kasihani Prabowo, Mahfud MD Sindir Pemerintah Tak Bernyali Bongkar Dalang Pembuat Pagar Laut: Gak Masuk Akal!
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis