Suara.com - Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD ikut buka suara terkait papar luat di perairan Tangerang Utara, Banten yang kini masih misterius siapa pembuatnya. Mahfud mengangggap jika pemerintah lambat untuk membongkar pagar laut misterius yang panjang mencapai 30 kilometer itu.
Tanggapan itu disampaikan Mahfud MD lewat siniar yang tayang di akun Youtube pribadinya, Selasa (14/1/2025) kemarin.
Awalnya, Mahfud MD mengapresasi tindakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang sudah menyegel pagar laut 30 km yang terbuat bambu itu. Namun, Mahfud MD merasa kasihan dengan Presiden Prabowo Subianto. Sebab, semestinya penyegelan bisa dilakukan pemerintah tanpa harus menunggu perintah kepala negara.
"Bahwa disegel itu bagus sebagai langkah yang tegas karena ini kedaulatan hukum ya termasuk masalah-masalah keamanan di dalam negara kita itu bagus disegel tapi bahwa penyegelan itu harus menunggu perintah Presiden itu menurut saya tidak benar harusnya tidak terjadi ya," ujar Mahfud.
"Kan kasihan Presiden harus memerintahkan sendiri itu kan secara otomatis di tingkat paling gak di tingkat kabupaten lah bahwa itu harus bertindak cepat gitu," sambungnya.
Menurutnya, pihak yang diduga telah melakukan pemagaran laut telah melanggar aturan.
"Karena itu sudah jelas itu jelas melanggar aturan menggunakan fasilitas publik, milik publik, kegiatan ekonomi publik lalu ditutup demikian rupa tanpa jelas asal-usulnya," ujarnya.
Yang paling disesali Mahfud MD, hingga kekinian tak ada satu pun pejaabat yang berani blak-blakan soal siapa yang membuat pagar laut tersebut. Menurutnya, tindakan pemagaran laut itu bisa saja ditelusuri dengan menanyakan kepada aparat kepolisian dan TNI yang biasa bertugas menjaga perairan tersebut.
"Nah lalu yang lebih menyayangkan lagi kayaknya gak ada pejabat yang berani menyatakan berterus terang itu siapa," bebernya.
Terkait itu, Mahfud pun merasa heran jika pemerintah pusat dan daerah tidak mengetahui proses pemagaran laut di Tangerang Utara sepanjang 30 Km. Selain itu, Mahfud juga menyoroti soal tindakan pemagaran laut yang diklaim dibuat oleh Jaringan Rakyat Pantura (JRP) dengan alasan untuk menahan abrasi.
"Semua saling mengaku tidak tahu dan sekarang yang aneh ada yang mengaku. Mengaku tapi tidak masuk akal. Kelompok nelayan mengatakan bahwa itu dibuat untuk menahan abasrasi. Kan tidak boleh, harus lapor dulu memagari fasilitas publik itu. Apalagi gak masuk akal 30 Km pekerjaan sukarela kan pasti bermiliar-miliar biayanya itu," ujarnya.
Berita Terkait
-
Bongkar Aib Rudi Valinka, Fedi Nuril ke Menkomdigi: Tolong Tanya Stafsus Anda Apa Pernah Bawa-bawa Emak saat Debat?
-
Sebut Jabat Stafsus Menkomdigi karena Berjasa jadi Buzzer, Arief Poyuono soal Rudi Valinka: Sudah Dimaafkan Prabowo
-
Penghina Prabowo Kini jadi Stafsus Menkomdigi, Rudi Valinka Disamakan Akun Fufufafa!
-
Kritik Raffi Ahmad Dikawal Patwal Arogan, JJ Rizal Murka: Badut Entertaiment Naik Kelas, Republik jadi Sirkus Comberan
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi