Suara.com - Kementerian PKP mengundang Dewa 19 yang dikomandani Ahmad Dhani saat peluncuran logo baru. Hal ini memantik kritik publik mengingat undangan tersebut justru datang saat pemerintah tengah melakukan efisiensi anggaran.
Kritik publik ini kemudian dijawab Ahmad Dhani. Ia mengklaim Dewa 19 tak dibayar mengingat Menteri PKP Maruarar Sirait adalah temannya.
"Dewa19 gratis untuk pemerintahan Prabowo," tulis Ahmad Dhani di Instagram, dipantau Suara.com pada Jumat (21/2/2025).
Caption tersebut juga diiringi video. Di situ ada Ahmad Dhani bersama para personel Dewa 19 di sebah ruangan.
"Halo teman-teman semua, khususnya teman-teman wartawan! "Besok Dewa manggung di Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Menterinya, sahabat saya. Kita mainnya (di acara Kementerian PKP) gratis," ujar Ahmad Dhani.
"(Kita) tidak dibayar karena persahabatan kita, oke?" katanya menyambung yang disambut dengan tepuk tangan.
Tepuk tangan tersebut hanya dinikmati Ahmad Dhani di dalam ruangan. Sementara di kolom komentar, publik justru terus mengkritik.
"Tenda, listrik, dan lain-lainnya gratis juga, Pakde? Ini bukan masalah gratis atau nggak tapi tentang sensitivitas terhadap kehidupan masyarakat. Apalagi Paakde wakil rakyat, nah rakyat yang mana yang Pakde wakili?" komentar warganet.
"Bukan soal gratis atau pakai duit negara. Lead by Example, bertindak dengan cara yang menunjukkan kepada orang lain bagaimana seharusnya bertindak. Ketika dia berkata efisiensi anggaran, dia memilih untuk terdepan dalam hal itu. Jangan kayak emak-emak pasang sen kiri tapi malah belok kanan. Giliran ditegur kita yang diomelin," warganet lain menimpali dengan analogi.
Baca Juga: Ahmad Dhani: Agnez Mo Adalah Manusia Sombong
"Bukannya malah jadi gratifikasi ya kalau kayak gini? Apa makna gratifikasi udah bergeser sekarang? Ya emang gak pakai APBN buat bayar, tapi emang gak pernah belajar soal gratifikasi dan conflict of interest," komentar warganet lainnya.
Berita Terkait
-
Heboh! Kementerian PKP Undang Dewa 19 di Peluncuran Logo, Muncul Tuduhan Pakai Duit APBN
-
Ngaku Efisiensi tapi Undang Dewa 19, Tulisan "Lounching" Acara Kementerian PKP Tuai Cibiran: Mereka Sekolah Gak Sih?
-
Dewa 19 Konser Malam Ini di Kementerian PKP Jakarta, Menteri Ara: Ahmad Dhani Tidak Dibayar
-
Agnez Mo Diskusi UU Hak Cipta dengan Menteri Hukum, Pendukung Ari Bias: Terus Pencipta Lagu Gak Dapat Apa-Apa?
-
Circle Baru Agnez Mo Tak Main-Main Saat Terjerat Kasus Royalti, Gandeng Menteri Hukum RI
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
Terkini
-
Rekam Jejak Gus Idris Malang yang Dituding Lecehkan Talent, Terkenal Suka Bikin Konten Kontroversial
-
Penghulu KUA Viral Pakai 3 Bahasa Lulusan Apa? Ini Riwayat Pendidikan Muhammad Zidni Ilmi
-
Boiyen Kecewa Suami Tak Jujur Terjerat Kasus Penggelapan, Faktor Utama Gugat Cerai
-
6 Potret Mesra Angel Karamoy dan Gusti Ega, Heboh Kabar Hadiah Helikopter
-
Sule Buka Luka Lama Gegera Teddy Pardiyana Minta Warisan: Istri Orang Diambil, Sekarang Harta
-
Helai Kenang: Saat Kerinduan pada Barli Asmara Menjelma Menjadi Karya di Garis Poetih 2026
-
Mulai Hari Ini, Tiket Film Esok Tanpa Ibu Diskon Beli 1 Gratis 1 di m.tix
-
Dituding Tak Nafkahi Anak, Ressa Rizky Ancam Kuliti Dini Kurnia, Hak Asuh Bisa Berbalik Arah
-
Viral Cerita Korban Dugaan Pelecehan Seksual Gus Idris Malang, Modus Konten Sumpah Pocong
-
Chemistry Kelewat Natural, Tatjana Saphira dan Fadi Alaydrus Dicurigai Cinlok