Suara.com - Penyanyi Ifan Seventeen akhirnya buka-bukaan soal pengangkatannya menjadi Direktur Utama perusahaan BUMN PT Produksi Film Negara (PFN) pada 10 Maret 2025 usai mendapat hujatan bertubi-tubi dari publik.
Melalui sebuah postingan panjang di akun Instagram-nya, Ifan Seventeen meminta maaf. Ia juga menjelaskan bagaimana kondisi PFN sekarang, yang cukup bermasalah karena memiliki utang menumpuk.
Hal itu membuat musisi bernama asli Riefian Fajarsyah itu menganggap tugasnya sebagai dirut adalah sebuah pengabdian.
"Pertama-tama saya ingin mengucap syukur kepada Allah SWT, yang masih memberikan saya berkah berupa tanggung jawab sebagai seorang manusia, lewat pengabdian untuk memimpin perusahaan negara yang bernama PT Produksi Film Negara (Persero) (PFN)," tulis Ifan mengawali.
"Kedua, saya ingin meminta maaf untuk siapapun yang terganggu atas amanah yang baru saja saya emban, efektif ini baru hari ke-9 saya bekerja," katanya menyambung.
PFN Kesulitan Keuangan
Vokalis band Seveteen itu menjelaskan bahwa PFN merupakan negara yang masih "bleeding" atau kesulitan dari berbagai sisi, termasuk arus kas seperti pemasukan dan pengeluaran.
"Utang yang masih menumpuk puluhan miliar, beberapa kewajiban pembayaran gaji ke belakang, utang vendor, BPJS, hingga THR yang sampai saat ini belum tersampaikan untuk seluruh pegawai. Ini persoalan yang secara otomatis berpindah ke pundak saya setelah pelantikan," ucapnya blak-blakan.
Itulah sebabya Ifan Seventeen menegaskan bahwa pekerjaannya itu tidak seperti yang dicurigai oleh publik yakni bahwa ia hanya terima beres saja.
Baca Juga: Ifan Seventeen Bertemu Garin Nugroho, Bahas Amanah Direktur Utama PFN di Tahun Kecemasan
Ifan Seventeen mengatakan bahwa ia harus memperbaiki semua permasalahan itu dengan kerja keras sebagai seorang pemimpin.
"Jadi ini bukan 'kerjaan' yang sifatnya 'ongkang-ongkang kaki' lalu dapat gaji. Ke depannya harus ada komitmen dan kerja keras yang harus saya lakukan sebagai pemimpin baru di perusahaan ini untuk menyelesaikan persoalan di atas," ujarnya.
Musisi yang pernah mengalami tsunami di Anyer pada 2018 pun menunjukkan salah satu hujatan yang diterimanya belakangan ini yakni tudingan memakan uang rakyat tanpa bekerja sungguh-sungguh.
Atas tuduhan tersebut, Ifan Seventeen menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak digaji dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) seperti Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sebaliknya, Ifan digaji dari pemasukan yang dihasilkan oleh PFN.
"PFN bukan perusahaan yang mendapat anggaran dari APBN. Dalam memenhuhi biaya recurring perusahaan seperti gaji dan operasional expenses, PFN hanya mengandalkan pemasukan yang memang dihasilkan PFN sendiri," tuturnya lebih lanjut.
Artinya, bila pemasukan tidak memenuhi target, maka pegawai pun akan mendapat pemotongan gaji.
Berita Terkait
-
Ifan Seventeen Bertemu Garin Nugroho, Bahas Amanah Direktur Utama PFN di Tahun Kecemasan
-
Gandhi Fernando Tantang Ifan Seventeen Jawab Soal Distribusi Film: Politiknya Cuma Bagi-Bagi Jatah
-
Mantan Dirut Pertamina Diperiksa KPK, Ini Sosok Anaknya yang Pernah Dekat dengan Fuji
-
Dianggap Bukan Hal Baru, Arie Kiriting Soroti Visi dan Misi Ifan Seventeen Sebagai Dirut PFN
-
Ifan Seventeen Jadi Dirut PT Produksi Film Negara, Arie Kriting: Kita Harus Sadar Kapabilitas
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Dulu Janji di Depan KPK Tak Mau Korupsi, Bupati Pemalang Anom Malah Kena OTT
-
Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
-
Rawan Ambles, Jalur Kereta Api di Dekat Lumpur Lapindo akan Dialihkan
-
Cukur Kamboja 5-1, Timnas Indonesia Belum Aman: Skenario Lolos Semifinal Piala AFF 2026 Masih Rumit
-
Jufri Rahman: Wastra Sulsel Terus Dikembangkan Agar Berdaya Saing
-
Profil Hendi Prio Santoso: Dari Dirut PGN, MIND ID Hingga Resmi Jadi Koruptor
-
Daftar Harga Mobil Listrik BYD 2026: Cek Budget Kamu Mulai Rp199 Juta Sampai Rp750 Juta
-
Emas 1 Kg hingga Bisnis SPBE: Upeti Mewah Moch Mahrus demi Menguras Dana Hibah Jatim
-
Saat Biaya Logistik Ditekan, Pelaku Industri Beralih ke Layanan Distribusi Terintegrasi
-
Seperti Pesawat Jatuh! Kesaksian Horor Ledakan di AEON Mall yang Tewaskan 2 Orang