Psikolog yang merupakan mantan artis itu kemudian menyindir bahwa untuk menjadi seorang menteri, penting untuk melihat tingkat intelektual yang dimiliki.
“Harusnya bukan cuma melihat dari sisi kecantikannya, tapi intelektualnya pak yang harus diperlihatkan, mumpuni nggak,” ujar wanita 50 tahun itu.
Melihat cara berbicaranya di depan umum, Psikolog Lita Gading mengaku bisa mengukur seberapa besar kualitas menpar tersebut.
“Karena public speaking, cara dia berbicara itu terlihat sekali kualitas dia sampai di mana,” ujarnya.
Lita Gading menyindir bahwa seharusnya para menteri memiliki kemampuan bisa bicara di depan umum dengan baik
“Untuk sekelas menteri harusnya bisa lah berbicara secara lugas,”ujar Lita Gading.
Unggahan Lita Gading tersebut turut mendapatkan sorotan dari warganet.
“Menterinya cuma hasil balas budi semua bu, kayak wakil presiden hasil acak konstitusi,” kata akun @uck***
“Emang malu-maluin, kalau negara lain lihat gimana itu,” komen akun @ki.ki***
Baca Juga: Jatuh Miskin Nafkahi 50 Orang Keluarga, Nunung Dapat Pesan Menohok dari Psikolog
“Malah bagusan anak mahasiswa ketika memaparkan tugas depan dosen, atau anak SMA yang lagi lomba debat,” ujar akun @yuni***
“Bener tuh, rasanya kok kenapa menteri-menteri pada begitu ya?” komen akun @anty***
Menteri Terkaya di Kabinet Merah Putih
Menteri Widiyanti sebelumnya juga sempat menuai sorotan saat dilantik pada 21 Oktober 2024 lalu. Ia disebut-sebut sebagai menteri terkaya di kabinet Merah Putih.
Kekayaan Menpar Widiyanti mencapai lebih dari Rp5,4 triliun.
Kini menpar tersebut kembali menuai atensi usai kemampuan berbicara di depan umumnya disebut tak mumpuni.
Tak hanya itu saja, saat berbicara dalam Bahasa Inggris, Menpar Widiyanti terlihat gugup dan terbata-bata.
Video saat ia berbicara di depan umum itu kemudian tersebar di media sosial hingga menjadi viral.
Kontributor : Rizka Utami
Berita Terkait
-
Grogi Berbahasa Inggris, Harta Kekayaan Menteri Pariwisata Widiyanti Sentuh Rp 5,4 Triliun
-
Kemampuan Bahasa Inggris Menpar Widiyanti Dicibir, Padahal Lulusan Universitas Bergengsi California
-
Beda Jauh Kekayaan Menpar Widiyanti vs Dedi Mulyadi Usai Kritik Pembongkaran Tempat Wisata
-
Psikolog Lita Gading Minta TV Tak Undang Orangtua Arra: Mereka Bukan Contoh yang Baik!
-
Orangtua TikToker Arra Terancam Diadukan ke KPAI, Buntut Eksploitasi Anak Lewat Konten Buruh Pabrik
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda