Suara.com - Publik lagi-lagi dikejutkan oleh kebijakan pemerintah yang bersinggungan langsung dengan rakyat.
Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI menyebut Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan melakukan operasi informasi dan disinformasi untuk menanggulangi ancaman kedaulatan negara di ruang siber.
Menurut keterangan Kepala Biro Infohan Setjen Kemenhan, Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang, target sasaran operasi adalah pihak-pihak yang diduga ingin melemahkan kepercayaan publik terhadap institusi pertahanan dan pemerintah.
"Yang berpotensi memecah belah bangsa," ujarnya pada Minggu (23/3/2025).
Lebih lanjut, Frega menjelaskan bahwa mereka yang masuk kategori tersebut adalah para penyebar hoaks serta pihak-pihak yang memutarbalikkan fakta.
Frega menjamin, mereka yang ingin menyampaikan kritik ke pemerintah tidak akan jadi target operasi militer di ruang siber.
"Kritik harus ada, dan ditumbuhkembangkan dalam sebuah masyarakat demokrasi," kata dia.
Operasi militer di ruang siber sendiri masuk dalam ketentuan baru UU TNI yang disahkan 20 Maret lalu, sebagai respons terhadap dinamika ancaman global buntut perkembangan teknologi.
Kebijakan operasi militer di ruang siber langsung menuai reaksi keras di kalangan masyarakat, yang meyakini bahwa kelak para pengkritik pemerintah di media sosial akan terkena dampaknya juga.
Baca Juga: Profil Rizky Prasetya Pemenang SUCI 11, Sudah Pengalaman 13 Tahun!
Beberapa pelaku industri hiburan Tanah Air yang dikenal vokal pun ikut menyuarakan keresahan mereka terkait operasi militer di ruang siber.
Dimulai dari komika Pandji Pragiwaksono, yang dalam tulisannya di X cuma menuliskan reaksi singkat terhadap kebijakan baru Kemenhan di dunia maya.
"Wew," tulis Pandji Pragiwaksono, Rabu (26/3/2025) sambil menyertakan gambar bergerak dirinya bertuliskan, 'Do I really have to explain this?'.
Suara sumbang juga datang dari Baskara Putra atau Hindia, yang menyebut operasi militer di ruang siber sebagai upaya gamblang pemerintah membungkam kritik.
"Ini mah bukan spekulasi lagi kalau bakal balik ke Orba (Orde Baru)," keluh Baskara Putra, juga melalui X hari ini.
Baskara Putra pun memberikan dukungan penuh terhadap aksi demonstrasi lanjutan untuk menyuarakan pencabutan UU TNI baru pada Kamis (27/3/2025) besok.
Berita Terkait
-
Apa Itu Witch Hunting, Influencer Pendukung 02 Jadi Sasaran Kemarahan
-
EaJ Park eks Day6 Ikut Kritisi Pengesahan UU TNI: Stay Strong Indonesia!
-
Kemal Palevi Miris Lihat Kondisi Negara Usai RUU TNI Disahkan: Sudah Puas Zim?
-
5 Artis yang Vokal Kritisi RUU TNI: Ada Nadin Amizah sampai eaJ Park
-
Sederet Figur Publik Angkat Suara soal Pengesahan Revisi UU TNI
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Air Mata Shanty Pecah, Trailer Film Baru Bawa Kenangan Tentang Ibunya
-
Sinopsis Office Romance: Ketika Aturan Perusahaan Jadi Penghalang Cinta, Baru Merangkak di Netflix
-
Terseret Kasus Penipuan Hanania Travel, Anwar BAB Kembalikan Uang ke Polisi
-
Bukan Gratisan, Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Setor Bukti Bayar Rp200 Juta ke Travel Hanania
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Film Horor 402: Rumah Sakit Angker Korea Hadirkan Ritual Jelangkung dengan Mantra Berbahasa Korea
-
Deretan Artis yang Benar-Benar Jadi Bos Perusahaan, Status CEO Giorgio Antonio Diolok-olok
-
The Humanity Bureau: Saat Manusia Dianggap Beban Negara, Malam Ini di Trans TV
-
Namanya Disebut di Sidang Suap Importasi, Raffi Ahmad Bakal Dipanggil KPK?
-
Saksi Cabut BAP Raffi Ahmad Terkait Suap Bea Cukai, KPK Tetap Dalami Keterangan