Suara.com - Psikolog Lita Gading merupakan salah satu tokoh publik yang vokal menyuarakan putusan sidang cerai Baim Wong dan Paula Verhoeven.
Lewat akun TikTok pribadinya, Lita Gading kerap melayangkap protes atas sikap Pengadilan Agama (PA) Jakarta Selatan yang lalai menyiarkan putusan sidang cerai ke publik.
Belum lama ini, Lita Gading ditemui awak media saat bertandang ke Bareskrim Mabes Polri pada Senin (21/4/2025). Dia dimintai komentar soal putusan sidang cerai Baim Wong dan Paula Verhoeven.
Dalam sesi wawancara itu, Lita Gading menyoroti putusan majelis hakim PA Jakarta Selatan yang menyatakan Paula Verhoeven terbukti berselingkuh.
"Secara psikologis mungkin itu dianggap sebuah perselingkuhan, secara kasat mata dan secara hati yang terluka dari sisi Baim," kata Lita Gading dalam YouTube Cumi-cumi.
Menurut Lita Gading, ada kejanggalan bukti yang disertakan pihak Baim Wong soal perselingkuhan Paula Verhoeven di pengadilan.
"Namun, tidak bisa yang namanya udah masuk ke ranah hukum, itu nggak bisa. Yang namanya orang selingkuh itu harus dibuktikan bahwa dia melihat dia sedang bersetubuh," sambung Lita Gading.
Oleh karena itu, Lita Gading mencurigai putusan Paula Verhoeven terbukti berselingkuh cacat hukum karena tidak memenuhi delik perselingkuhan sebagaimana dalam UU Perkawinan.
"Tidak bisa itu di-labelling bahwa dia itu selingkuh kalau hanya dengan kata-kata dan ucapan. Apalagi dengan dia jalan ke mall aja itu bukan lho dikatakan itu selingkuh. Just a friends maybe, kan bisa saja seperti itu," tutur Lita Gading.
Baca Juga: Dimaki Baim Wong di Tempat Umum, Paula Verhoeven Justru yang Minta Maaf
Selain cacat hukum, Lita Gading juga mengkritik pihak PA Jakarta Selatan yang lalai menyiarkan putusan sidang cerai Paula Verhoven ke publik.
"Namun, yang lucunya hakim sudah bilang bahwa ini merupakan suatu perselingkuhan dan hakimnya bilang istri durhaka. Itu perlu nggak disampaikan begitu? Dia mikir nggak dia punya anak. Apakah jejak digital ini bisa nggak mempengaruhi anak?" ujar Lita Gading.
Pasalnya, Lita Gading menilai putusan sidang cerai yang kadung tersebar berpotensi memberikan dampak buruk terhadap psikologis anak-anak Paula Verhoeven.
"Saya membela anaknya. Tumbuh kembang dan perkembangan anak ini harus maksimal, tidak bisa ego, barangkali dia mengatakan itu karena ego," ucap Lita Gading.
Perihal itu, sejumlah netizen turut memberikan respons dan komentar yang beragam. Sebagian netizen menilai wajah asli Lita Gading berbeda 180 derajat dari sosial media.
"Filter TikTok benar-benar sempurna ya ternyata," tulis seorang netizen.
"Kamera wartawan emang nggak bisa bohong, beda banget sama di VT-nya Lita Gading," ucap netizen lain.
Sementara itu, sebagian netizen lain pasang badan membela Lita Gading dari komentar tidak sedap yang menyasar wajah aslinya.
"Bu Lita Gading tanpa filter malah keliatan berwibawa," kata netizen lain. "Bu dokter cantik," ujar netizen yang lainnya.
Untuk informasi tambahan, video wawancara itu tersorot Lita Gading selang beberapa waktu kemudian. Akan tetapi, sang psikolog tampaknya kurang senang dangan sudut kamera yang diambil awak media.
"Duh wartawan tolong deh cari angle yang bagus," kata Lita Gading.
Pasalnya, Lita Gading menilai wajahnya terkesan melebar dan kurang natural saat disorot kamera wartawan dari sudut pandang rendah.
"Mukaku jadi lebar gini," tutur Lita Gading, dilansir dari akun TikTok @litagading5 pada Rabu (23/4/2025).
Dalam sesi wawancara tersebut, Lita Gading juga membeberkan alasan dirinya vokal pasang badan membela Paula Verhoeven.
"Kenapa saya bersuara keras? Women support women, itu karena apa? Saya sebagai perempuan, saya tidak mau dihina. Itu penghinaan lho terhadap wanita," ujar Lita Gading.
Meski tak menampik adanya kesilapan interaksi Paula Verhoeven dengan lawan jenis, Lita Gading menilai eks istri Baim Wong itu tidak pantas untuk dimatikan karakternya dengan cara penyiaran putusan sidang cerai.
"Bagaimana pun juga mungkin ada kesalahan Paula, tapi tidak perlu harus dipublikasi sedetail itu," ucap Lita Gading.
Berita Terkait
-
Banjir Dukungan, Ini 7 Potret Terbaru Paula Verhoeven yang Tegar Menghadapi Isu HIV
-
Hotman Paris Ungkap Isi DM Dengan Paula Verhoeven Soal Baim Wong, Sebut Tak Tepat Ngadu ke KY
-
Anak Baim Wong Jadi Saksi Mata Saat Paula Verhoeven Curhat dengan Pria Lain di dalam Kamar
-
Dimaki Baim Wong di Tempat Umum, Paula Verhoeven Justru yang Minta Maaf
-
Perceraian Baim-Paula Dianggap Janggal, Bagaimana Cara Pengadilan Menilai Perkara Perselingkuhan?
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Langkah Berani Girl Group Indonesia, No Na Terang-terangan Dukung LGBT
-
Kenapa Eca Aura Menghindar Ditanya Kepemilikan Whip Pink?
-
Kasus Zina Jalan Terus, Insanul Fahmi Tunggu Digugat Cerai Istri Sah
-
Istri Sah Bongkar Foto Mesra Artis DK dan Eks Pejabat AD
-
Siapa Randy Permana? Pengungkap Dugaan Bisnis Wakaf Alquran Taqy Malik di Tanah Suci
-
Klarifikasi Isu Cerai, Nia Ramadhani: Anak-Anak Saya Jadi Tahu...
-
6 Fakta Film Taj Mahal: An Eternal Love Story, Kembali Tayang di Bioskop untuk Rayakan Valentine
-
Sentil Toxic Relationship, Awdella Rilis Aku Juga Manusia: Jangan Sampai Kehilangan Diri Sendiri
-
Selain Wakaf Alquran, Taqy Malik Pernah Dicari Polisi Arab Saudi Gara-Gara Jual Sedekah Makanan
-
Imbas Taqy Malik Salurkan Wakaf Ribuan Alquran, Pekerja di Tanah Suci Bisa Terancam Dideportasi