Suara.com - Iffet Veceha Sidharta atau Bunda Iffet benar-benar mempersiapkan kematiannya dengan sangat baik.
Selain kaos khusus untuk para personel Slank dan keluarganya, Bunda Iffet juga sudah sejak lama berpesan soal lokasi pemakaman yang ia pilih.
"Wasiatnya, dulu sebelum bapak meninggal minta ada tiga opsi pemakaman," ungkap drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi atau Bimbim yang juga putra Bunda Iffet usai pemakaman di TPU Karet Bivak, Jakarta, Minggu (27/4/2025).
Berdasar cerita Bimbim, Bunda Iffet awalnya tak mau dimakamkan di TPU Karet Bivak. Ada lokasi pemakaman lain yang sudah ia pilih.
"Aku nggak mau di sini. Jadi, yang di Jeruk Purut lah, Sukabumi lah," kisah Bimbim, menirukan kata-kata Bunda Iffet.
Pemikiran Bunda Iffet baru berubah setelah sang suami, Sidharta Manghurudin Soemarno berpulang tahun lalu.
Bunda Iffet terang-terangan meminta untuk dimakamkan bersama sang suami di TPU Karet Bivak.
"Begitu bapak meninggal, 'Ya aku di situ lah. Kan kita mau berdua'," jelas Bimbim.
Kini, Bimbim mewujudkan permintaan Bunda Iffet dengan memberikan tempat peristirahatan di lokasi yang sama dengan Sidharta Manghurudin Soemarno.
Baca Juga: Perayaan Unik di Ultah ke-41, Slank Hadirkan Pasar Malam di Konser
"Makanya, kami kuburin bareng papa," ucap Bimbim.
Sebelumnya, muncul cerita tentang Bunda Iffet yang menyiapkan seragam khusus untuk dipakai personel Slank dan keluarga di hari kematiannya.
Kaos tersebut sudah Bunda Iffet persiapkan sejak 2017, namun tidak diketahui oleh para personel Slank, termasuk Bimbim sendiri.
"Asistennya bunda takut, mau ngomong nggak berani. Waktu bokap meninggal, mau ditanya nggak berani juga, dimarahin malah," kisah Bimbim.
Sebagai informasi, Bunda Iffet meninggal dunia pada Sabtu malam pukul 22.42. Kabar duka tersiar juga lewat media sosial, salah satunya dari unggahan Adib Hidayat di X.
"Duka cita mendalam atas berpulangnya Bunda Iffet, ibu dari Bimbim @slankdotcom pada Sabtu 26 April 2025 dalam usia 87 tahun," demikian bunyi tulisan Adib Hidayat.
Bunda Iffet sempat dirawat di rumah sakit sejak Senin (21/4/2025) lalu, karena tidak kunjung bangun dari tidurnya di hari itu.
"Hari Senin pagi, tiba-tiba tidur nggak bangun-bangun. Biasanya jam 8-9 tuh udah naik kursi roda ke rumah sebelah, berjemur, tapi ini nggak bangun-bangun. Takut kan kami, akhirnya kami bawa ke rumah sakit," ungkap Bimbim.
Namun pada Selasa (22/4/2025), Bunda Iffet sudah siuman lagi. Layaknya seperti orang sehat, Bunda Iffet bisa bercanda dengan anggota keluarga yang menemani di rumah sakit.
"Besoknya bangun, ngoceh-ngoceh. Cerita-cerita, semua dipanggilin, ketawa-ketawa," jelas Bimbim.
Sampai di hari keenam perawatan, atau tepatnya pada Sabtu (26/4/2025), Bunda Iffet harus masuk ruang perawatan intensif.
"Sama dokter rumah sakit dievaluasi kan, kenapa. Sebenarnya di hari kedua nggak ada apa-apa. Tapi begitu hari keenam ya, harus masuk HCU," papar Bimbim.
Bimbim setelahnya melanjutkan cerita soal keputusan keluarga memulangkan Bunda Iffet, yang diambil atas permintaan perempuan 87 tahun sendiri.
"Di situ, dua hari sebelumnya juga, udah minta pulang. Akhirnya kami berembuk, ya udah pulangin aja deh," jelas Bimbim.
Keputusan keluarga sebenarnya sempat tidak direkomendasikan oleh dokter yang menangani Bunda Iffet. "Kata dokter, resikonya mungkin nggak sampai rumah," beber Bimbim.
Namun, Bunda Iffet bersikeras ingin pulang ke rumah, yang ternyata hanya ingin berpamitan sebelum berpulang menghadap ke Sang Pencipta.
"Bunda di situ bertahan, seperti yang dia mau, sampai rumah. Masih ada 2 jam untuk pamit ya, kemudian meninggal," kata Bimbim.
Tidak ada penjelasan pasti dari Bimbim, mengenai penyakit apa yang diidap Bunda Iffet sampai ajal datang menjemput.
"Riwayat orang tua aja ya. Kadang-kadang gula naik, kadang-kadang darah tinggi gitu sih. Umur sih, 87 kan," pungkas Bimbim.
Berita Terkait
-
Sempat Minta Pulang, Bimbim Slank Cerita Detik-Detik Meninggalnya Bunda Iffet
-
7 Potret Kenangan Artis bareng Bunda Iffet, Tak Hanya 'Ibu' Bagi Band Slank
-
Bunda Iffet di Mata GIGI: Lebih dari Sekadar Ibu, Penonton Setia Hingga Akhir
-
Bukan Sekadar Ibu: Kisah Cinta dan Kesabaran Bunda Iffet Selamatkan Slank dari Narkoba
-
Pujian Setinggi Langit Kaka Slank di Depan Makam Bunda Iffet
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Trauma Masa Lalu, Fariz RM Pilih Hidup Tanpa Ponsel Usai Bebas Penjara
-
180 Derajat dengan Tasya Farasya, Sikap Tasyi Athasyia Jadi Target 'Halo Kakak Spill Skincare'
-
Vilmei Nangis Akun TikTok 68 Juta Followers Diblokir Permanen, Kerugian Capai Miliaran?
-
Clara Shinta Sindir Tasya Farasya Bongkar Setingan Konten Spill Skincare: Itu Kode Etik
-
Lebih dari Sekadar Isu Lingkungan, Sandy Canester Ajak Pendengar Berefleksi Lewat Single Pohon
-
Viral Guru Muslim Mengajar di Sekolah Katolik, Sikap Siswanya Saat Ramadan Jadi Sorotan
-
Babak Baru Fariz RM Usai Bebas Penjara: Cuma Main Musik, Manajemen Diurus Keluarga
-
Bukan Sekadar Kuliner, RM Padang Payakumbuah Rilis Video Klip Bareng Davina Karamoy dan Laleilmanino
-
Fakta Baru, Raihan dan Mahasiswi UIN Suska yang Dibacok Sebenarnya Pacaran?
-
5 Film dan Series Tayang di Prime Video Maret 2026, Siren's Kiss Sampai Young Sherlock