Suara.com - Streamer ternama asal Amerika Serikat, IShowSpeed mengumumkan rencana kunjungan keduanya ke Indonesia.
Keputusan ini diambil setelah dia melakukan polling untuk menentukan negara mana yang akan dikunjungi dalam rangka perayaan pencapaian 40 juta subscribers di kanal YouTube-nya.
Hasilnya, Indonesia keluar sebagai pemenang.
Cuplikan pengumuman ini langsung viral di media sosial setelah akun ISHowSpeedHQ mengunggah potongan videonya ke platform X.
Dalam video tersebut, terlihat Speed tersenyum bahagia saat melihat Indonesia sebagai pemenang undian.
Saat itu jumlah subscribernya sudah menyentuh angka 39.941.294.
"Oke, kita akan kunjungi Indonesia," ujar Speed sambil tersenyum.
Dia pun langsung membuka aplikasi pemesanan tiket dan menunjukkan rencana penerbangannya dari Miami ke Jakarta pada 21 hingga 25 Juni mendatang.
"Aku akan terbang ke Indonesia, let's go!" serunya antusias.
Baca Juga: Potret Raja Ampat, Mahakarya Alam yang Keindahannya Terancam Pembangunan Smelter Nikel
Kabar ini disambut hangat oleh para penggemarnya di Indonesia.
Tak sedikit yang membanjiri kolom komentar dengan saran tempat wisata yang bisa dia kunjungi.
Namun, salah satu komentar cukup unik dan langsung memantik diskusi.
"Speed tolong ke Raja Ampat liburan sambil lihat tambang," tulis seorang netizen.
Permintaan ini tidak lepas dari kontroversi yang sedang berlangsung di Raja Ampat terkait aktivitas pertambangan nikel.
Beberapa perusahaan diketahui memiliki izin operasi di wilayah tersebut, termasuk PT Gag Nikel yang beroperasi di Pulau Gag.
Izin produksi anak perusahaan dari PT Aneka Tambang Tbk (Antam) ini telah diterbitkan sejak 2017.
Selain PT Gag Nikel, dua perusahaan lain yang sering disorot adalah PT Anugerah Surya Pratama (ASP) dan PT Kawei Sejahtera Mining.
Keduanya dilaporkan melakukan aktivitas penambangan di luar batas izin lingkungan dan bahkan di kawasan hutan, sebuah pelanggaran serius terhadap regulasi yang berlaku.
Ada klaim bahwa lokasi tambang tidak berada di titik-titik wisata utama seperti Piaynemo.
Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa aktivitas tambang telah menjangkau pulau-pulau kecil seperti Pulau Kawe, Pulau Gag, dan Pulau Manuran.
Pulau-pulau tersebut merupakan bagian penting dari ekosistem Raja Ampat.
Penolakan terhadap aktivitas tambang ini datang tidak hanya dari aktivis lingkungan seperti Greenpeace dan Walhi Papua, tetapi juga dari masyarakat adat setempat.
Puluhan pemimpin adat Suku Betew dan Maya dari berbagai kampung di Raja Ampat telah menyuarakan protes keras.
Mereka menuntut agar kawasan Raja Ampat dijaga sebagai wilayah konservasi dan wisata, bukan sebagai area industri ekstraktif.
Tagar #SaveRajaAmpat pun kembali ramai di media sosial, menggambarkan keresahan publik akan ancaman terhadap salah satu surga biodiversitas dunia.
Kedatangan IShowSpeed ke Indonesia diyakini bisa jadi momen penting dalam menyuarakan isu-isu ini ke panggung global.
Dengan jutaan pengikut dari berbagai belahan dunia, konten Speed berpotensi besar meningkatkan kesadaran akan isu lingkungan di Indonesia.
Apalagi, pada kunjungan sebelumnya pada September 2024, Speed berhasil menarik perhatian internasional dengan streaming yang menembus jutaan penonton.
Saat mengunjungi Jakarta, Speed mengunjungi Kota Tua, Pasar Baru, bahkan mencoba nasi Padang.
Dia juga sempat mengenakan jersey Timnas Indonesia dan menangis haru saat siarannya memecahkan rekor pribadi dengan lebih dari 14 juta tayangan.
Rencana kunjungannya ke Papua tahun lalu sempat dibatalkan karena kendala teknis dan kurangnya tiket terjual.
Namun, Speed menyatakan keinginannya untuk tetap mengunjungi Papua suatu hari nanti. Kini, harapan pun kembali muncul.
Dengan kunjungan, banyak yang berharap dia dapat memberikan perhatian pada isu-isu penting seperti eksploitasi lingkungan di Raja Ampat.
Live streamingnya jelas akan disaksikan jutaan orang, sehingga mereka akan tahu apa yang sedang terjadi di Raja Ampat.
Kontributor : Chusnul Chotimah
Berita Terkait
-
4 Destinasi Wisata Hidden Gem di Raja Ampat, Lokasi Masih Asri dan Terawat
-
Raja Ampat Jadi Tambang Nikel, Ganjar Pranowo Disebut "Cari Muka" Setelah Posting Keindahan Piaynemo
-
Estimasi Biaya Liburan ke Raja Ampat Seminggu ala Backpacker
-
Ramai Protes Tambang Nikel, Menhut Janji Tak Terbitkan PPKH Baru di Raja Ampat
-
Tambang Nikel di Raja Ampat, Resor Milik Nadine Chandrawinata Mulai Kena Dampak
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
TXT MOA CON Jepang Bisa Ditonton Live di Bioskop Indonesia, Ini Jadwal dan Harga Tiketnya
-
Sinopsis Film Suamiku Lukaku, Kisah Pilu Acha Septriasa Hadapi KDRT dari Baim Wong
-
Film Method Acting Tayang di Indonesia, Intip Sinopsis Perjuangan Lee Dong Hwi Jadi Aktor Serius
-
Lapor Polisi Usai Akun IG Diretas dan Dipakai Menipu, Ahmad Dhani Bakal Ganti Rugi Korban?
-
Pujian Juri The Icon Indonesia Dinilai Berlebihan, Titi DJ dan Ahmad Dhani Diserbu Kritikan
-
Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut, Ketua Mualaf Center Indonesia Ungkap Dampak Seriusnya
-
Momen Syifa Hadju Minta Izin Pakai Busana Terbuka Tuai Pro Kontra: Kan Dosanya Ditanggung Suami
-
Rincian Anggaran Pemkot Banjarmasin Viral, Belanja Susu dan Buah Wakil Wali Kota Tembus Rp228 juta
-
Ajak Main Film Terbarunya, Baim Wong Jawab Tudingan Eksploitasi Penyandang Down Syndrome
-
Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut, Mualaf Center Indonesia Bantah Terlibat