Suara.com - Praktik pertambangan nikel di Raja Ampat ikut mendapat sorotan dari eks calon wakil gubernur Jakarta, Kun Wardana.
Lewat sebuah tulisan panjang di akun X pribadinya, Minggu, 8 Juni 2025, Kun Wardana menjelaskan alasan kenapa Raja Ampat tidak semestinya jadi lahan tambang nikel.
Pemaparan Kun Wardana dibuka lewat data yang menyebutkan perairan Raja Ampat merupakan ekosistem untuk 75 persen biota laut dunia.
Untuk mewujudkan program hilirisasi nikel, pemerintah sebenarnya punya alternatif lain di luar pertambangan yang merusak alam.
"Raja Ampat, 75 persen kehidupan laut dunia ada di sini. Sedangkan nikel, bisa diganti dengan inovasi teknologi atau daur ulang," jelas Kun.
Kun Wardana juga membuat perhitungan soal cadangan nikel di Raja Ampat yang akan habis setelah 14 tahun dilakukan penambangan.
Hal itu tentu tidak sebanding dengan nilai jual Raja Ampat dari status mereka sebagai salah satu destinasi pariwisata dunia.
"Nilai wisata Raja Ampat, massive growth, 30 kali dalam 15 tahun (berkelanjutan). Tambang nikel, 3 juta ton per tahun, dengan cadangan sekitar 42 juta ton (14 tahun habis)," papar Kun.
Yang tidak kalah penting, Kun Wardana menekankan bahwa kerusakan alam Raja Ampat adalah sesuatu yang tidak bisa diperbaiki lagi.
Baca Juga: Melanie Subono: Ribuan Kasus Raja Ampat Belum Terungkap, Indonesia Darurat Perampasan
"Biodiversitas laut, itu warisan dunia yang tak ternilai harganya. Sedang kerusakan lingkungan, tidak bisa diperbaiki lagi," tegas Kun.
Lewat penjelasannya, Kun Wardana mengambil kesimpulan bahwa sebenarnya langkah menutup lahan tambang di Raja Ampat bukan sesuatu yang sulit untuk dipertimbangkan.
"Matematikanya simpel, untung sebentar atau harta karun selamanya," kata Kun.
Kalau mengacu pada patriotisme Presiden Prabowo Subianto, alasan untuk tidak merusak alam Raja Ampat bahkan bisa lebih mudah lagi.
"Bangsa pintar, jaga permata negaranya," ucap Kun.
Cerita kerusakan alam Raja Ampat sendiri pertama dibagikan oleh organisasi pemerhati lingkungan Greenpeace, lewat sebuah unggahan di akun Instagram mereka baru-baru ini.
Berita Terkait
-
Semua Pertambangan Pasti Merusak Alam, Termasuk di Raja Ampat
-
Raja Ampat Kini Terancam, Omongan Anies saat Debat Capres Disorot: Tak Ada Keadilan di Papua
-
Cinta Laura Bagikan Keluhan Anak Raja Ampat yang Terdampak Tambang: Air Kami Berubah Hitam
-
ASPEBINDO: Indonesia Butuh Tambang Legal, Inklusif, dan Modern
-
Paparan Tambang Ancam Kesehatan, Senyawa Arsenik Mengendap dalam Tubuh Warga
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Jadwal Siaran Langsung Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju di SCTV Besok
-
Bikin Surat Kuasa Sebelum ke Mesir, Syekh Ahmad Al Misry Diduga Tahu Kasusnya Bakal Membesar
-
Berawal dari Nurani, Penyiksaan Balita di Little Aresha Terbongkar di Tangan Pengasuh Baru
-
Dituding Bohongi Publik, Ria Ricis Disentil Soal Operasi Hidung Berkedok Sinus
-
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Puteri Indonesia 2026 yang Ukir Sejarah Baru
-
Teka-teki Wali Nikah Syifa Hadju, Ayah Kandung Hadir atau Pakai Wali Hakim?
-
Mengenal Habib Mahdi Alatas, Sosok Lantang Suarakan Pelecehan oleh Syekh Ahmad Al Misry
-
Heboh Ustaz Maulana Sebut Nabi Muhammad Nikahi Maryam Ibunda Nabi Isa di Surga, Dalilnya Sahih?
-
Ahmad Dhani Diduga Respons Maia Ungkit Luka Lama di Siraman El: Anak Laki-Laki Milik Ayahnya
-
Kisah Ibu Guru Atun: Dibully Murid, Dikasih Dedi Mulyadi Rp25 Juta, Lalu Disedekahkan