Suara.com - Ustaz Khalid Basalamah diperiksa sebagai saksi terkait pengelolaan kuota haji tambahan tahun 2024 di lingkungan Kementerian Agama.
Nama pendakwah kondang, Ustaz Khalid Basalamah, mendadak menjadi pusat perhatian publik setelah diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin, 23 Juni 2025.
Pemeriksaan ini dilakukan dalam rangka penyelidikan kasus dugaan korupsi terkait pengelolaan kuota haji tambahan tahun 2024 di lingkungan Kementerian Agama.
Menurut Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Ustaz Khalid Basalamah hadir sebagai saksi dan bersikap kooperatif, di mana keterangannya dinilai sangat membantu proses penyelidikan yang sedang berjalan.
Pemeriksaan ini menjadi sorotan, terutama karena Ustaz Khalid Basalamah juga memiliki biro perjalanan haji dan umrah.
Namun, terlepas dari kasus yang tengah bergulir, di mana beliau diperiksa sebagai saksi, Ustaz Khalid Basalamah dikenal sebagai salah satu pendakwah yang kerap menyuarakan sikap tegasnya terhadap korupsi dalam berbagai forum kajiannya.
Jauh sebelum namanya dikaitkan dengan penyelidikan KPK, ia telah berulang kali mengingatkan jamaahnya tentang bahaya laten korupsi.
Baginya, korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum negara, melainkan sebuah dosa besar yang menghancurkan keberkahan individu dan merusak tatanan sosial. Pandangannya yang keras terhadap praktik haram ini seringkali menjadi pengingat bagi para pejabat dan masyarakat luas.
Dirangkum dari berbagai ceramahnya, berikut adalah lima kutipan penting dari Ustaz Khalid Basalamah mengenai korupsi.
Baca Juga: Jadi Saksi Kunci Kasus Kuota Haji Era Gus Yaqut? KPK: Keterangan Khalid Basalamah Sangat Dibutuhkan
1. Korupsi sebagai Bentuk Pengkhianatan Amanah
Dalam banyak kesempatan, Ustaz Khalid Basalamah menekankan bahwa korupsi adalah pengkhianatan terhadap amanah yang diberikan, baik oleh rakyat maupun oleh Allah SWT.
"Korupsi itu adalah bentuk pengkhianatan paling nyata. Mengambil hak yang bukan miliknya, memakan harta yang diamanahkan rakyat. Setiap sen yang diambil akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat, dan tidak ada tempat bersembunyi dari pengadilan Allah."
Kutipan ini menggarisbawahi bahwa setiap jabatan dan kekayaan adalah titipan yang harus dijaga. Mengambilnya secara tidak sah sama dengan mengkhianati kepercayaan publik dan mengundang murka Tuhan.
2. Dampak Sistemik Korupsi yang Merusak
Beliau juga sering menjelaskan bahwa dosa korupsi tidak berhenti pada pelakunya saja, tetapi juga memberikan dampak buruk yang meluas ke seluruh lapisan masyarakat.
Berita Terkait
-
Bongkar Skandal Kuota Haji: KPK Endus Aliran Dana Rahasia dari Travel ke Oknum Kemenag!
-
Kasus Korupsi Haji Belum Rampung, Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang 30 Hari
-
Sama-sama di KPK, Gus Yaqut Kirim Salam untuk Mensos Gus Ipul Sebelum Kembali ke Rutan
-
Ustaz Khalid dan PIHK Lain di Tengah Kisruh Pembagian Kuota Haji
-
Lagi, KPK Periksa Dua Bos Travel Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Bocah di Aceh Ditemukan Meninggal Dunia Usai Tinggalkan Surat "Ampun"
-
Viral Pengakuan Turis Jepang soal Prostitusi Anak di Blok M
-
Selain Josepha, Guru Pendamping Juga Dibungkam Juri Indri Wahyuni di Lomba Cerdas Cermat
-
Dipaksa Imam Darto, Ardhito Pramono Rela Tampil Culun Demi Film Gudang Merica
-
Ahmad Dhani Terang-terangan Rendahkan Indonesian Idol: Kalau Enggak Ada Judika, Basi Lah!
-
Siswi SMAN 1 Pontianak yang Protes di LCC Empat Pilar MPR Kini Ditawari Beasiswa ke China
-
Makin Terbuka, Ardhito Pramono Blak-blakan Soal Hubungannya dengan Davina Karamoy
-
Permintaan Maaf MC LCC Empat Pilar MPR RI Malah Picu Perdebatan Baru
-
Biasa Main Film Serius, Ardhito Pramono Ketagihan Main Komedi Absurd Gara-Gara Gudang Merica
-
Buntut Ketidakadilan LCC MPR RI 2026: Juri, MC, hingga Ketua MPR Digugat ke PN Jakpus