Suara.com - Di balik sorot kamera dan naskah yang menuntut kedalaman emosi, aktris Alda Augustin ternyata menyimpan sebuah mimpi besar yang kini selangkah lagi menjadi kenyataan.
Bintang yang dikenal lewat peran-peran menantang di sinetron dan layar lebar ini secara eksklusif membocorkan rencananya untuk terjun ke industri kecantikan dengan meluncurkan lini skincare miliknya sendiri.
Kabar ini menjadi angin segar yang menunjukkan sisi lain dari seorang Alda, yang tidak hanya piawai dalam seni peran, tetapi juga memiliki visi sebagai seorang pengusaha.
Namanya baru saja kembali menjadi perbincangan hangat berkat perannya dalam film misteri-thriller terbaru produksi Dynamic Story Pictures, Amulet.
Beradu akting dengan Anggie Williams, Alda memerankan karakter yang kompleks secara psikologis.
"Di film Amulet, peran saya benar-benar menguras emosi. Bayangkan menjadi seorang istri yang menderita dalam diam, penuh tekanan batin yang tak terucap," kata Alda Augustin saat ditemui awak media di Jakarta, baru-baru ini.
"Rasanya berat sekali, tapi justru di sanalah letak tantangan yang membuat saya sebagai seorang aktris merasa hidup dan tertantang," katanya menyambung.
Karakter istri tertekan ini menjadi bukti kemampuan aktingnya yang matang. Namun, para penggemar film horor tentu masih ingat performa ekstremnya dalam Bangkitnya Mayit: The Dark Soul (2021).
Dalam film tersebut, Alda bertransformasi total menjadi Ratu Setan yang bengis dan manipulatif.
Baca Juga: Yunita Siregar Ungkap Rasanya Dibungkus jadi Pocong di Film Kitab Sijjin dan Illiyyin
"Peran itu benar-benar 180 derajat berbeda. Di Bangkitnya Mayit, saya adalah Ratu Setan—dingin, manipulatif, dengan aura kejahatan yang pekat," ujar perempuan kelahiran 11 Agustus 1992 ini.
"Lompatan karakter yang ekstrem dari satu proyek ke proyek lain seperti ini adalah pengalaman akting yang sangat memperkaya jiwa saya," imbuh Alda.
Kini, energi dan totalitas yang biasa ia curahkan di lokasi syuting, dialihkan untuk mewujudkan impian lamanya.
Alda menegaskan bahwa keputusannya membangun brand skincare bukan sekadar ikut-ikutan tren, melainkan sebuah panggilan hati yang telah ia persiapkan secara serius.
"Ini bukan sekadar ikut-ikutan tren, ini adalah mimpi yang sudah saya rawat sejak lama," ucap Alda.
"Saya ingin menciptakan sesuatu yang otentik, sebuah produk yang bisa saya banggakan dan benar-benar berkontribusi untuk industri kecantikan lokal, yang dibuat dari hati."
Untuk memuluskan jalannya, Alda tidak mau setengah-setengah.
Ia rela meluangkan waktu di tengah kesibukannya untuk mempelajari seluk-beluk dunia bisnis, mulai dari riset pasar hingga memahami segala risiko yang mungkin dihadapi.
Langkah ini ia ambil setelah pengalaman sebelumnya membuka sebuah butik di Bekasi, yang memberinya pelajaran berharga.
Namun, baginya, dunia kecantikan adalah arena yang ingin ia taklukkan dengan lebih dalam.
"Saya sadar ini bukan main-main. Makanya, saya benar-benar meluangkan waktu untuk terjun langsung, belajar bisnis dari nol, riset pasar, sampai memikirkan segala risikonya. Saya mau brand ini dibangun di atas fondasi yang kokoh," tutur Alda.
Proses pengembangan produknya pun ia kawal secara langsung.
Alda mengaku sangat terlibat dalam setiap tahapan, mulai dari konsep hingga formulasi, untuk memastikan produk yang dihasilkan sesuai dengan visinya.
Karena itulah, Alda masih enggan membocorkan detail lebih lanjut mengenai nama brand maupun jenis produknya.
"Prosesnya memang tidak sebentar, karena semua konsep hingga formulanya saya kawal sendiri. Saya belum mau membocorkan banyak hal, karena saya ingin semuanya sempurna saat tiba di tangan para perempuan Indonesia," katanya.
"Saya ingin ini jadi produk terbaik. Mohon doanya saja agar tahun ini bisa meluncur. Saya sendiri sudah tidak sabar, tapi kesempurnaan butuh waktu."
Sambil tersenyum penuh arti, Alda memberikan sedikit janji kepada publik yang menantikan gebrakan barunya.
"Pokoknya, tunggu saja tanggal mainnya, ya. Pasti akan aku bagikan kabarnya."
Tag
Berita Terkait
-
Yunita Siregar Ungkap Rasanya Dibungkus jadi Pocong di Film Kitab Sijjin dan Illiyyin
-
Teror Mistis di Balik Pintu Kamar, Film Lorong Kost Siap Bikin Penonton Takut Tidur Sendiri
-
Film Pernikahan Arwah Siap Tayang di Netflix dan Bioskop di 36 Negara
-
Dihantui Penampakan di Film Lorong Kost, Gibran Marten Kabur dari Tempat Penginapan
-
Vakum 3 Tahun, Teuku Rassya Langsung Lawan Donny Alamsyah di Film Syirik! Tangan sampai Bengkak
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
6 Fakta Film Taj Mahal: An Eternal Love Story, Kembali Tayang di Bioskop untuk Rayakan Valentine
-
Sentil Toxic Relationship, Awdella Rilis Aku Juga Manusia: Jangan Sampai Kehilangan Diri Sendiri
-
Selain Wakaf Alquran, Taqy Malik Pernah Dicari Polisi Arab Saudi Gara-Gara Jual Sedekah Makanan
-
Imbas Taqy Malik Salurkan Wakaf Ribuan Alquran, Pekerja di Tanah Suci Bisa Terancam Dideportasi
-
Salurkan Wakaf Alquran di Tanah Suci, Taqy Malik Diingatkan Teman Berisiko Dipenjara
-
Jule Mendadak Jadi Pahlwan di Perang Knetz vs SEAblings
-
Sinopsis dan Fakta Menarik Climax, Drakor Comeback Ha Ji Won Setelah 4 Tahun Bareng Ju Ji Hoon
-
Sinopsis 5 Film di Netflix Paling Banyak Ditonton per Hari Ini, Masih Didominasi Horor
-
Sinopsis Film Something Very Bad Is Going to Happen: Teror Salah Menikah
-
Bawa Gen Alpha ke Surabaya Era 60-an, Film Na Willa Janjikan Keajaiban Lewat Kacamata Bocah 6 Tahun