Suara.com - Film Arwah siap tayang di bioskop pada 3 Juli 2025. Hadirnya film yang dibintangi Joshua Suherman dan Sarah Beatrix ini akan menambah jajaran tontonan bertema horor di layar lebar.
Secara garis besar, film Arwah berkisah mengenai Jojo (Joshua Suherman), sulung dari lima bersaudara. Ia bersama adik-adiknya pergi ke rumah sang ayah di kampung halaman.
Keluarga tersebut tadinya harmonis, tapi suasana berubah karena adanya teror dari makhluk gaib. Di saat yang bersamaan dengan hadirnya teror gaib, muncul konflik diantara saudara tersebut.
"Pokoknya dari momen indah ini berubah menjadi teror dan muncul konflik di dalamnya," kata Joshua Suherman saat bertandang ke kantor Suara.com di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Kamis, 26 Juni 2025.
Namun, walaupun memiliki genre yang sama, film Arwah menyuguhkan hal berbeda. Hal itu diungkap Joshua Suherman sebagai pemain dan Ivan Bandhito.
Lantas apa saja hal-hal yang menjadi pembeda film Arwah dengan film horor lain? Berikut tiga diantaranya.
1. Punya kategori 13+
Joshua Suherman menerangkan, film Arwah yang dibintanginya memiliki kategori 13+. Artinya, film ini bisa disaksikan mereka yang berusia belasan tahun.
Sebab film Arwah bukan hanya menawarkan rasa seram dan tegang, tapi juga nilai-nilai kekeluargaan yang terkandung dalam cerita.
Baca Juga: Poster dan Trailer Film Arwah Resmi Dirilis, Siap Suguhkan Teror Mencekam Mulai 3 Juli 2025
"Aku sih melihatnya, enggak banyak film horor yang kategorinya 13+. Pas aku baca sinopsis, awalnya sudah tertarik ya. Karena anak-anak yang umurnya segitu (13 tahun) bisa ikut nonton," ucap mantan artis cilik tersebut.
2. Film horor ala detektif
Sutradara film Arwah, Ivan Bandhito menambahkan bocoran lain bahwa, film Arwah juga akan mengajak penonton memecahkan teka-teki.
Serupa detektif, namun kisahnya akan dibalut dengan nuansa horor tapi tetap terasa kekeluargaan.
"Di sini justru mengajak untuk berpikir, membawa pikiran penonton menjadi detektif. Supaya bisa mencari jawaban, apa sih yang sebenarnya terjadi dalam ceria film ini?" kata Ivan Bandhito.
3. Tidak banyak menjual jumpscare
Ivan Bandhito menambahkan, film Arwah garapannya tidak banyak menjual jumpscare. Walaupun menurutnya, unsur tersebut tetap ada dalam film horor.
"Jumpscare seperti itu, tetap ada. Tapi persentasenya enggak banyak. Karena bukan itu yang kami andalkan," kata Ivan Bandhito.
Ivan menambahkan, setiap sineas sah-sah saja mau membuat film horor dengan banyak jumpscare, ataupun film dengan warna horor yang lain.
Baginya, ini seperti keberagaman yang patut diapresiasi. Sebab makin banyak film, makin banyak pula karya yang hadir.
"Saya sangat bangga Indonesia bisa sangat produktif. Walaupun banyak film horor, tapi kan semua untuk Indonesia," kata Ivan Bandhito.
Ivan Bandhito yang duduk sebagai sutradara pun tidak khawatir mengenai respons masyarakat atau merasa tersaingi dengan film lain.
"Aku berpikir, setiap karya itu punya nasibnya masing-masing. Jadi enggak usah ditakutkan," ujar Ivan Bandhito.
Tak jauh berbeda dengan Ivan Bandhito, Joshua Suherman pun tidak merasa was-was. Sebab ia sudah menunjukkan usaha yang maksimal untuk film Arwah ini.
"Tugas kami kan berkarya, jadi setelah itu, kita merayakannya," tutur aktor yang baru saja dikaruniai seorang anak tersebut.
Berita Terkait
-
Poster dan Trailer Film Arwah Resmi Dirilis, Siap Suguhkan Teror Mencekam Mulai 3 Juli 2025
-
Sheila On 7 Jadi Penampil Rahasia di After Party Nikahan Brandon Salim
-
Joshua Suherman Respons Penunjukan Jordi Cruyff Sebagai Penasihat Teknis Timnas Indonesia
-
Ada Reuni Penyanyi Cilik Era 90-an, Netizen: Tina Toon Gak Diajak?
-
Joshua Suherman: Ramadhan Sananta Cetak Gol Kemenangan Timnas Indonesia
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
6 Fakta Film Taj Mahal: An Eternal Love Story, Kembali Tayang di Bioskop untuk Rayakan Valentine
-
Sentil Toxic Relationship, Awdella Rilis Aku Juga Manusia: Jangan Sampai Kehilangan Diri Sendiri
-
Selain Wakaf Alquran, Taqy Malik Pernah Dicari Polisi Arab Saudi Gara-Gara Jual Sedekah Makanan
-
Imbas Taqy Malik Salurkan Wakaf Ribuan Alquran, Pekerja di Tanah Suci Bisa Terancam Dideportasi
-
Salurkan Wakaf Alquran di Tanah Suci, Taqy Malik Diingatkan Teman Berisiko Dipenjara
-
Jule Mendadak Jadi Pahlwan di Perang Knetz vs SEAblings
-
Sinopsis dan Fakta Menarik Climax, Drakor Comeback Ha Ji Won Setelah 4 Tahun Bareng Ju Ji Hoon
-
Sinopsis 5 Film di Netflix Paling Banyak Ditonton per Hari Ini, Masih Didominasi Horor
-
Sinopsis Film Something Very Bad Is Going to Happen: Teror Salah Menikah
-
Bawa Gen Alpha ke Surabaya Era 60-an, Film Na Willa Janjikan Keajaiban Lewat Kacamata Bocah 6 Tahun