Suara.com - Kondisi fisik Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo (Jokowi), yang tampak berbeda dalam beberapa penampilan publik terakhir, telah menjadi sorotan tajam dan perbincangan hangat di masyarakat.
Menanggapi hal ini, dokter sekaligus pegiat media sosial ternama, dr. Richard Lee, memberikan analisisnya dari sudut pandang medis dalam sebuah wawancara virtual bersama TvOne baru-baru ini.
Dalam penjelasannya, Richard Lee menguraikan beberapa kemungkinan penyebab perubahan yang terlihat pada kulit dan wajah Jokowi.
Namun, ia mengawali analisisnya dengan sebuah pernyataan penting, yang menegaskan bahwa penilaiannya murni berdasarkan pengamatan visual dari video yang beredar dan bukan hasil pemeriksaan langsung.
"Sebelumnya, saya belum pernah memeriksa Pak Jokowi. Jadi saya hanya melihat dari video saja," tegas Richard Lee, menggarisbawahi batasan dari analisisnya.
Meski begitu, sebagai seorang dokter, ia mengonfirmasi adanya tanda-tanda yang merujuk pada kondisi medis tertentu.
Menurutnya, gejala yang tampak konsisten dengan reaksi alergi dan peradangan.
"Dari video yang saya amatin, itu semuanya benar ya. Jadi ada alergi di sana, ada peradangan di sana," lanjut Richard Lee.
Richard Lee kemudian coba menelisik lebih dalam. Ia tidak sependapat jika kondisi yang dialami Jokowi dikategorikan sebagai alergi topikal, atau alergi yang disebabkan kontak langsung pada satu area kulit.
Baca Juga: Ada Artis Dituding Tularkan HIV ke Cucu Konglomerat, Siapa?
"Saya nggak setuju mungkin kalau alerginya topikal ya. Kalau alergi topikal itu kan hanya terjadi pada satu tempat. Kalau kita lihat ini kan terjadi pada wajah, leher, dan tangan ya," jelasnya.
"Kalau yang terlihat kita ya, sehingga ini kelihatannya sistemik. Nah, alergi yang sistemik seperti ini ada beberapa penyebabnya," lanjut Richard Lee.
Berdasarkan analisisnya, Richard Lee memaparkan tiga kemungkinan utama penyebab reaksi alergi sistemik tersebut. Pertama adalah drug eruption atau alergi akibat obat.
"Yang pertama bisa terjadi karena drug eruption, jadi karena alergi obat," katanya. "Misalnya Pak Jokowi makan obat, karena sesuatu terjadi alergi, muncul ruam semua tubuhnya. Nah, ini munculnya manifestasinya itu bisa ke kulit," imbuh Richard Lee.
Ia juga menyoroti perubahan pada area mata Presiden. "Terjadi juga peradangan sehingga perubahan pada mata ya jadi lebih kecil ya. Kelihatan sekali terjadi peradangan di situ," jelas Richard Lee lagi.
Kemungkinan kedua, menurut Richard Lee, adalah photoallergic eruption, yakni reaksi alergi yang dipicu oleh paparan sinar matahari. Ia mengaitkan kemungkinan ini dengan aktivitas Presiden Jokowi baru-baru ini.
"Yang kedua, bisa juga terjadi photoallergic eruption namanya ya. Jadi ini kena cahaya matahari," tuturnya. "Kan Pak Jokowi baru pulang dari Vatikan ya. Jadi bisa karena alergi cahaya matahari di sana," lanjut Richard Lee.
Adapun kemungkinan ketiga yang tidak bisa dikesampingkan adalah kondisi autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehatnya sendiri. "Juga bisa terjadi karena autoimun," sebut Richard Lee.
Di akhir analisisnya, ia kembali menekankan pentingnya pemeriksaan medis yang komprehensif untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.
Spekulasi berdasarkan visual tidak akan pernah bisa menggantikan pemeriksaan klinis oleh tim dokter kepresidenan.
"Lebih lanjutnya harus diperiksa dulu. Bisa cek darah untuk memastikan diagnosis secara pastinya," tandas Richard Lee.
Sampai hari ini, memang belum ada penjelasan pasti tentang pemicu penyakit yang diduga dialami Jokowi.
Namun di media sosial, banyak yang mengaitkan kondisi Jokowi saat ini dengan berbagai jenis penyakit serius.
Bahkan dari mereka yang kontra dengan Jokowi, apa yang ia alami sekarang dianggap sebagai balasan atas dosa-dosanya selama memimpin negeri.
Berita Terkait
-
Kisah Jurnalis Indonesia Ditawan Hizbullah, Ungkap Kisah Menegangkan di Lebanon
-
Akun TikTok Dokter Detektif Disita Polisi! Richard Lee Kembali Laporkan Doktif?
-
Imbas Laporan Richard Lee, Akun TikTok Doktif Disita Polisi
-
Verra Oktavianti Bantah Tudingan Pemerasan 6 Oknum Dokter oleh Richard Lee: Ini Fitnah!
-
Dituduh Danai Terorisme, Intip 3 Sudut Apartemen Sederhana Zakir Naik di Malaysia
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
6 Fakta Film Taj Mahal: An Eternal Love Story, Kembali Tayang di Bioskop untuk Rayakan Valentine
-
Sentil Toxic Relationship, Awdella Rilis Aku Juga Manusia: Jangan Sampai Kehilangan Diri Sendiri
-
Selain Wakaf Alquran, Taqy Malik Pernah Dicari Polisi Arab Saudi Gara-Gara Jual Sedekah Makanan
-
Imbas Taqy Malik Salurkan Wakaf Ribuan Alquran, Pekerja di Tanah Suci Bisa Terancam Dideportasi
-
Salurkan Wakaf Alquran di Tanah Suci, Taqy Malik Diingatkan Teman Berisiko Dipenjara
-
Jule Mendadak Jadi Pahlwan di Perang Knetz vs SEAblings
-
Sinopsis dan Fakta Menarik Climax, Drakor Comeback Ha Ji Won Setelah 4 Tahun Bareng Ju Ji Hoon
-
Sinopsis 5 Film di Netflix Paling Banyak Ditonton per Hari Ini, Masih Didominasi Horor
-
Sinopsis Film Something Very Bad Is Going to Happen: Teror Salah Menikah
-
Bawa Gen Alpha ke Surabaya Era 60-an, Film Na Willa Janjikan Keajaiban Lewat Kacamata Bocah 6 Tahun