Entertainment / Film
Senin, 07 Juli 2025 | 11:39 WIB
Film Bertaut Rindu (SinemArt)

Suara.com - Salah satu film yang layak ditunggu Juli ini yakni Bertaut Rindu: Semua Impian Berhak Dirayakan garapan sutradara Rako Prijanto.

Menghadirkan duet romantis antara Adhisty Zara dan Ari Irham, film Bertaut Rindu: Semua Impian Berhak Dirayakan bukan hanya bercerita tentang cinta remaja yang menggemaskan, namun juga menggali tema yang lebih dalam.

Yakni mimpi yang tak didukung, komunikasi yang salah, dan goresan luka yang diam-diam tumbuh dalam keluarga.

Penasaran seperti apa sinopsis dan fakta-fakta film ini? Simak ulasannya berikut ini.

Sinopsis Film Bertaut Rindu

Film Bertaut Rindu

Film Bertaut Rindu: Semua Impian Berhak Dirayakan mengisahkan tentang Magnus (Ari Irham), siswa SMA pendiam. Magnus baru saja diterima di kampus impiannya, ITB.

Namun, bukannya bahagia, ia justru tenggelam dalam sunyi karena orang tuanya memaksa ia kuliah di luar negeri, jurusan yang bahkan tidak ia minati. Magnus pun memilih diam, bukan karena tak punya suara, tapi karena sudah terlalu sering tak didengar.

Di tengah rasa sedihnya, hadir sosok Jovanka (Adhisty Zara), siswi ceria yang tampak baik-baik saja, namun sebenarnya juga menyimpan luka keluarga. Jovanka melihat kegelapan dalam diri Magnus, dan berusaha menjadi terang di hidupnya yang kelam.

Berawal dari percakapan kecil hingga pertemuan-pertemuan tak terduga, tumbuhlah hubungan yang manis sekaligus menguatkan mereka berdua.

Baca Juga: Hotel Sakura Siap Tayang, Film Horor Baru yang Angkat Trauma dan Arwah Jepang

Tak hanya menyoroti kisah cinta romantis, film ini juga menggambarkan bagaimana remaja hari ini bergulat dengan luka, mimpi, dan hubungan dalam keluarga yang sering kali tidak ideal.

Kata Siapa Jadi Anak Orang Kaya Itu Enak?

Film Bertaut Rindu

Dalam Bertaut Rindu: Semua Impian Berhak Dirayakan, Ari Irham memerankan sosok Magnus, anak dari keluarga kaya raya yang diarahkan untuk kuliah bisnis di luar negeri. Padahal, jiwa Magnus tak di sana.

Dari sini digambarkan, menjadi anak orang kaya rupanya tak 100 persen menyenangkan.

“Magnus anak remaja yang terlahir di keluarga (kaya) dan punya privilege. Walau punya itu, dia tidak punya pilihan hidup atas kemauannya sendiri. Itu sangat membebani hidupnya Magnus. Dia bahkan enggak tahu cara bikin teh atau kopi,” ujar Ari Irham.

Jovanka Si Anak Broken Home

Film Bertaut Rindu

Adhisty Zara menggambarkan Jovanka sebagai cewek SMA yang berani, pintar sekaligus ambisius. Namun, di balik sikap cerianya, tersimpan masalah yang tak bisa dianggap enteng.

Sang Ayah (Irgi Fahrezi) dan ibunya (Putri Ayudya) telah berpisah. Jovanka pun digambarkan tinggal bersama ibunda.

“Kalau Jovanka sendiri cewek yang berani, pintar, ambisius. Dia kebalikannya Magnus. Ayah ibunya cerai tapi tetap didukung orang tuanya. Cuma, Jovanka berkonflik karena ayahnya sudah punya pacar lagi. Jovanka merasa itu masalah,” beber Adhisty Zara.

Lokasi Syuting yang Ekstrem

Film Bertaut Rindu

Syuting film Bertaut Rindu: Semua Impian Berhak Dirayakan menyisakan sejumlah cerita asik dan seru yang ternyata membekas di benak Ari Irham dan Adhisty Zara.

Salah satunya, saat syuting di curug atau air terjun. Panggilan syutingnya jam 3 pagi.

“Dingin banget. Jam 3 pagi panggilan syutingnya. Bandung lagi musim hujan. Bulan puasa lagi, sambil sahur kami ke curug. Triple combo tantangannya. Sama disorot lampu syuting, biar hawanya lebih hangat,” papar Adhisty Zara.

Sahabat yang Selalu Jadi Support System

Film Bertaut Rindu

Selain kisah cinta, persahabatan juga menjadi elemen penting dalam film ini. Sahabat dekat Jovanka, Maria (Aulia Deas), digambarkan sebagai sosok yang selalu mendukung dan menyemangati Jovanka.

Maria menjadi support system untuk Jovanka, apalagi ketika dia mencoba mendekati Magnus.

“Dia satu frekuensi sama Jovanka. Tipe teman yang kalau sahabatnya punya mimpi, (dia akan menyemangati) ayo kejar. Dukung terus,” ungkap Aulia Deas.

Tak hanya Maria, kehadiran Koko (Bertram Beryl) menambah warna-warni dalam lingkaran persahabatan mereka. Koko merupakan sahabat Magnus yang juga menjadi informan bagi Jovanka.

Mengandung Pesan Penting

Film Bertaut Rindu

Ternyata, ada banyak pesan penting dan hikmah yang dapat ditarik penonton setelah menyaksikan film Bertaut Rindu: Semua Impian Berhak Dirayakan. Salah satunya adalah tentang pentingnya berempati pada masalah hidup  orang lain.

“Kita enggak pernah tahu apa yang dialami orang lain. Makanya seseorang bisa jadi pendiam, jadi orang yang enggak menyenangkan dan sebagainya (pasti ada faktor pemicunya). Saat menonton film ini, bisa jadi pemahaman untuk teman kita yang introver,” pesan Zara.

Ari Irham menambahkan, “Jangan melihat dari satu perspektif saja. Kalian coba pakai sepatunya. Lihat di dalamnya ada (beban hidup) apa.”

Lebih lanjut, Adhisty Zara menyebut menghakimi orang lain tidaklah keren.

“Jangan dihakimi tapi dipahami,” tandasnya.

Kontributor : Anistya Yustika

Load More