Bob bersikeras bahwa ia sedang berusaha menghentikan seorang teroris yang dikenal sebagai "Black Badger" dari menjual kode satelit rahasia.
Dengan keahlian akuntansi Calvin, Bob menyeretnya ke dalam dunia spionase internasional yang penuh dengan baku tembak, pengkhianatan, dan kejar-kejaran mobil.
Kekuatan utama Central Intelligence tidak terletak pada plot spionasenya yang, menurut beberapa kritikus, terasa formulaik dan terkadang tidak masuk akal.
Sebaliknya, film ini bersinar terang berkat interaksi antara kedua bintang utamanya.
Situs ulasan film Roger Ebert mendeskripsikan Hart dan Johnson sebagai "duo komedi klasik dalam tradisi Abbott & Costello, Bob Hope & Bing Crosby dan Gene Wilder & Richard Pryor".
Chemistry mereka yang natural membuat setiap adegan menjadi hidup.
Johnson berhasil memerankan raksasa yang lembut hati, seorang "pria yang menyemangati temannya untuk menjadi pahlawan dalam ceritanya sendiri karena itu berhasil untuk Bob".
Di sisi lain, Hart sempurna sebagai straight man yang panik, bereaksi terhadap situasi gila dengan cara yang bisa dirasakan oleh penonton.
Salah satu aspek yang sering dipuji dari film ini adalah pembalikan peran yang diharapkan dari kedua aktor.
Baca Juga: Menikmati Lagi Film The Terminal yang Dibintangi Tom Hanks, Tengah Tayang di Netflix
UPROXX mencatat, "Apa yang membuatnya istimewa di film adalah bahwa dia lebih dari bersedia untuk mencoba apa pun, dan dia menyerahkan dirinya kepada pembuat film dengan cara yang sepenuhnya percaya".
Johnson, yang biasanya memerankan karakter pahlawan aksi yang tangguh, di sini menunjukkan sisi komedinya yang lebih lembut dan aneh.
Sementara itu, Hart, yang seringkali menjadi sumber energi komedi yang liar, di sini lebih terkendali, memerankan orang biasa yang terjebak dalam situasi luar biasa.
Meskipun plotnya mungkin terasa ringan, Central Intelligence juga menyentuh tema yang lebih dalam tentang dampak jangka panjang dari perundungan.
Karakter Bob Stone adalah studi kasus tentang bagaimana trauma masa lalu dapat terus membentuk seseorang, bahkan setelah transformasi fisik yang luar biasa.
Film ini berhasil menyeimbangkan momen-momen komedi, seperti adegan di kantor terapis pernikahan yang dinilai "sangat lucu", dengan pesan tulus tentang menerima diri sendiri dan menghadapi para perundung.
Pada akhirnya, Central Intelligence adalah sebuah pengalaman sinematik yang menyenangkan dan menghibur.
Seperti yang ditulis oleh The Guardian, film ini "adalah sebuah perjalanan yang menghibur, terutama dengan dua pemeran utamanya".
Dengan perpaduan humor, aksi, dan hati, film ini membuktikan bahwa "yang Anda butuhkan hanyalah sedikit Hart dan Johnson yang besar".
Kritikus setuju bahwa meskipun naskahnya mungkin memiliki kekurangan, "chemistry yang tak tertahankan" antara Johnson dan Hart membuatnya layak untuk ditonton.
Tag
Berita Terkait
-
Menikmati Lagi Film The Terminal yang Dibintangi Tom Hanks, Tengah Tayang di Netflix
-
Dari Kasir Jujur Jadi Penipu Ulung: Sinopsis Lucky Baskhar yang Wajib Kamu Tonton di Netflix
-
Sinopsis Elysium: Ketika Surga Hanya untuk Orang Kaya, Tayang Malam Ini di Trans TV
-
Rekomendasi Tontonan Akhir Pekan, Nobody 2 Keren Banget!
-
Gemerlap War 2: Duel Epik Hrithik Roshan vs Jr. NTR Dimulai, Penonton Dibuat Terpukau
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
Terkini
-
4 Kali Tolak Undangan Istana, Janita Gabriela Akhirnya Tampil di Depan Presiden dan PM Singapura
-
Prambanan Jazz Festival Ditutup dengan Sukacita, Rayakan Musik, Seni dan Budaya
-
Review Film 402 Rumah Sakit Korea: Kejutan Tiada Habis Bahkan Sampai Soundtrack
-
Beda Kasta! Samo Rafael dan Shanna Shannon Berjuang Demi Cinta di Film Dan Bandung
-
Belajar dari Masa Lalu, Dodhy Kangen Band Siapkan Skoci Lewat Band Baru Setengah 12
-
Bawa Pesan Persahabatan Abadi, Trio Cilik Sparkle Rilis Lagu 'Sampai Kita Besar Nanti'
-
Akhiri Vakum 10 Tahun, Marsha Aruan Kembali Main Sinetron Lewat Terlanjur Mencintaimu
-
Pesta Timuran Jaksel Suguhkan Kemeriahan Budaya Indonesia Timur dengan Lagu Viral dan Joget Maumere
-
Rayakan 40 Tahun Kahitna, Promotor Siapkan Konsep Konser Termegah
-
Menikmati Prambanan Jazz 2026, dari Musik hingga Berburu Spot Seru