Sebelum ular, Lucky Hakim pernah melepaskan burung hantu, tetapi kurang berhasil. Racun tikus pun dirasa tidak efektif.
"Sekitar tiga bulan yang lalu, kami melepas burung hantu dengan harapan bisa mengurangi jumlah tikusnya tapi nggak kekejar," beber Lucky Hakim.
"Karena burung hantu hanya berburu di saat malam dan tikus yang keluar. Sementara tikus berkembang biak sangat cepat," sambungnya.
Ular akhirnya dilepas dengan harapan dapat menjangkau tikus sampai ke liang yang ada di pinggir sungai dan galangan sawah.
Lebih lanjut, Lucky Hakim menegaskan bahwa ular yang dilepasnya tidak berbahaya.
"Saya cari ular asli, endemik Indramayu, salah satunya adalah ulang lanang sapi, bahasa latinnya Coelognathus radiatus," jelas Lucky Hakim.
Ular tersebut panjangnya hanya akan sampai 1,5 meter. "Kecil lah dan tidak berbisa. Dan dia itu asli habitatnya di Indramayu," imbuhnya.
Dengan melepas ular untuk memburu tikus, Lucky Hakim berharap dapat kembali menyeimbangkan populasi dan ekosistem di sawah.
Terkait ketakutan petani terhadap ribuan ular yang dilepasnya, Lucky Hakim mengakui kekurangannya dalam sosialiasi.
Baca Juga: Buntut Liburan ke Jepang, Bupati Lucky Hakim Disanksi 3 Bulan 'Magang' di Kemendagri
"Memang mungkin ini salah saya juga karena sosialisasinya tidak bisa benar-benar rata. Karena banyak juga petani-petani yang mungkin belum punya media sosial," kata Lucky Hakim.
Sosialiasi dengan jumpa pers serta mengundang sejumlah influencer dengan jutaan followers ternyata belum cukup efektif.
Dalam waktu dekat, Lucky Hakim akan kembali melepas 500 hingga seribu ular untuk 'mengamankan' 200 ribu hektar sawah di Indramayu.
Lucky Hakim pun berjanji akan menjalankan sosialiasi yang lebih efektif, bahkan mencontohkan gigitan ular ke tangannya.
"Ular itu tidak berbisa, tidak berbahaya bagi manusia, bahkan seandainya menggigit pun hanya goresan kecil," ucap Lucky Hakim.
"Mungkin nanti kita akan lakukan sosialisasi lebih giat lagi. Mungkin nanti saya contohkan supaya menggigit saya, nggak papa," lanjutnya.
Berita Terkait
-
Atasi Hama Tikus, Pemkab Indramayu Lepas 200 Ular dan Burung Hantu
-
Gebrakkan Lucky Hakim: Pasukan Ribuan Ular Dikerahkan Basmi Hama Tikus di Indramayu
-
Gebrakan Akhir Pekan Lucky Hakim, Sulap Alun-Alun Jadi Pesta Rakyat dan "Pabrik" Bintang Baru
-
Bantu Palestina, Lucky Hakim Dituding Riya dan Pencitraan
-
Lucky Hakim Geram 196 Mobil Dinas Indramayu Hilang: Ini Ujian Serius Bagi Saya
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Sinopsis Film Jadi Tuh Barang, Kisah Kocak Oki Rengga dari Patah Hati hingga Jadi Pawang Hujan
-
Reaksi Arya Khan Disindir Michelle Ashley Bikin Pinkan Mambo Downgrade Sampai Ngamen di Jalanan
-
Dokter Piprim Kecam Billboard Promosi Film Aku Harus Mati, Dinilai Berbahaya Bagi Mental Anak
-
Niko Al Hakim Ungkit Penelantaran Kucing di 2024, Pihak yang Rescue Bela Rachel Vennya
-
Pesona Nikita Willy Berhijab Saat Liburan di Jepang Curi Perhatian
-
Karina Ranau Protes, Foto Almarhum Epy Kusnandar Dipakai Jual Jaket Kang Mus
-
Tidak Direstui Fans! Siapa Elias Ronnenfelt? Pria yang Dirumorkan Dekat dengan Jenna Ortega
-
Film Autopsy: Dead Body Can Talk, Jejak Kebenaran di Meja Autopsi
-
Sudah Operasi Ganti Kelamin, Lucinta Luna Pastikan Tak Bisa Punya Anak Meski Kembali Jadi Cowok
-
Klarifikasi Virgoun Soal Ambil Anak Saat Inara Terseret Kasus: Hanya Sementara Sampai Badai Reda