Suara.com - Indosiar kembali akan menayangkan tontonan pilihan pada Kamis (21/8/2025) malam ini lewat film Ip Man 2.
Film ini kembali menampilkan Donnie Yen dengan kung fu wing chun-nya, dan penampila spesial dari Sammo Hung. Berikut sinopsisnya.
Melanjutkan kesuksesan film pertamanya yang menjadi klasik instan, Ip Man 2 kembali mempertemukan sutradara Wilson Yip dan aktor laga fenomenal, Donnie Yen.
Film ini adalah sebuah "potboiler pasca-perang yang menggebu-gebu" yang mengalihkan fokus dari agresi Jepang di film pertama ke era kolonialisme Inggris di Hong Kong pada tahun 1950-an.
Sekuel ini berhasil menyajikan hiburan kung fu gaya lama dengan plot yang lugas, menjadikannya tontonan yang sangat efektif dan memuaskan bagi para penggemar genre ini.
Sinopsis: Perjuangan Membangun Nama di Tanah Asing
Setelah melarikan diri dari Foshan yang hancur oleh perang, Ip Man (Donnie Yen) tiba di Hong Kong pada tahun 1949 bersama keluarganya untuk memulai hidup baru.
Dalam kondisi kemiskinan yang menguji kerendahan hatinya, ia berusaha untuk mendirikan sekolah Wing Chun di atap sebuah gedung apartemen.
Namun, usahanya tidak berjalan mulus. Ia harus menghadapi tantangan dari para master bela diri lokal yang sudah mapan, dipimpin oleh Hung Chun-nam (diperankan oleh legenda laga, Sammo Hung), yang memandang Ip Man sebagai orang luar.
Baca Juga: Hard Target: Salah Satu Film Terbaik Jean Claude Van Damme, Tayang Malam Ini di Trans TV
Konflik utama muncul ketika sekolah Ip Man mulai mendapatkan popularitas, yang memicu kemarahan dari komunitas bela diri yang ada.
Master Hung menantang Ip Man untuk membuktikan kemampuannya dalam serangkaian pertarungan, termasuk salah satu adegan paling menakjubkan di film ini: pertarungan di atas sebuah meja bundar yang reyot.
Setelah berhasil mendapatkan rasa hormat dari Master Hung, fokus cerita bergeser ke ancaman baru yang lebih besar: seorang petinju Inggris bernama Taylor "The Twister" Miller (Darren Shahlavi).
Twister digambarkan sebagai sosok antagonis yang "memamerkan otot imperialisnya dengan memukuli penduduk lokal di atas ring dan mencela kung fu Tiongkok sebagai sebuah 'pantomim'."
Ketika tragedi menimpa, Ip Man terpanggil untuk naik ke atas ring tinju demi mempertahankan kehormatan bela diri dan martabat bangsanya.
Panggung Aksi Donnie Yen dan Sammo Hung
Ip Man 2 sekali lagi menjadi panggung bagi Donnie Yen untuk membuktikan dirinya bukan hanya sebagai seniman bela diri yang luar biasa, tetapi juga aktor yang hebat.
"Dia memancarkan kehangatan dan simpati, tetapi ketika dia terpaksa bertarung, jarang sekali Anda akan melihat seseorang yang begitu mengesankan," tulis sebuah ulasan.
Kecepatan gerakannya, terutama saat melancarkan pukulan berantai, membuat penonton terpukau.
Namun, sorotan utama dari film ini adalah kehadiran Sammo Hung, baik di depan maupun di belakang layar sebagai koreografer laga.
Karakternya sebagai Master Hung berkembang dari lawan menjadi sekutu yang terhormat.
Pertarungan antara Ip Man dan Master Hung di atas meja disebut-sebut sebagai salah satu alasan utama untuk menonton film ini, bahkan dianggap melampaui pertarungan ikonik mereka sebelumnya di film Kill Zone.
Meskipun film ini memiliki beberapa kekurangan, seperti penampilan para aktor Inggris yang dinilai "sangat kaku" dan penggambaran penjahat Barat yang terkadang terasa seperti karikatur, energi dan humornya berhasil mengatasi hal tersebut.
Ip Man 2 tetap menyajikan sebuah cerita yang kuat dan penuh dengan hati, diiringi dengan musik orkestra yang megah dan desain produksi yang detail, membawa penonton kembali ke era yang penuh gejolak.
Film ini juga memberikan kejutan kecil di akhir dengan pengenalan sosok Bruce Lee muda, yang membawa senyum bagi para penonton.
Meskipun mungkin tidak "menyapu Anda dan menampar wajah Anda sekeras pendahulunya," sekuel ini sangat layak menyandang nama "Ip Man" dan menjadi sebuah tontonan yang memacu adrenalin.
Berita Terkait
-
Hard Target: Salah Satu Film Terbaik Jean Claude Van Damme, Tayang Malam Ini di Trans TV
-
Aurra Kharisma Pernah Ditampar 'Penunggu' Alun-Alun Jogja Sampai Mukanya Bengkak
-
Maryam: Janji & Jiwa yang Terikat, Film Horor Adaptasi Podcast Viral Tayang September 2025
-
Sinopsis Darkman: Liam Neeson Jadi Pahlawan Super Aneh, Tayang Malam Ini di Trans TV
-
Review Blacklight: Saat Liam Neeson Terjebak Konspirasi, Tayang Malam Ini di Trans TV
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
Pilihan
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
Terkini
-
Sinopsis Blades of the Guardians, Aksi Epik Jet Li dan Wu Jing di Tengah Gurun Mematikan
-
Mertua Eks Pejabat Kementerian, Dwi Sasetya LPDP Terciduk Pamer Fasilitas Negara
-
Dwi Sasetyaningtyas Ditegur LPDP Usai Bangga Anak Jadi WNA, Suami Terancam Sanksi
-
Awkarin Pamer Video Ciuman dengan Cowok Bule, Pacar Baru?
-
Bawa Napas Baru Teen Romance, Serial Samuel Siap Penuhi Ekspektasi 21 Juta Pembaca
-
Anak Santri 12 Tahun Tewas Tragis, Diduga Dianiaya Ibu Tiri hingga Dipaksa Minum Air Mendidih
-
Pesulap Merah Sentil Orang Indonesia yang Mayoritas Muslim, tapi Tak Siap Poligami
-
Spider-Man: Homecoming: Definisi Baru Sang Pahlawan Remaja di MCU, Malam Ini di Trans TV
-
Debut Main Series Usai Vakum, Cut Tari Bagikan Pengalaman Syuting Bersama Gen Z
-
Nail Art Aurel Hermansyah saat Sahur Curi Perhatian, Netizen: Wudunya Sah?