Suara.com - Trans TV malam ini akan menyajikan salah satu film laga terbaik sepanjang masa yang diperankan Jean Claude Van Damme, Hard Target.
Film yang dibesut sutradara asal Hong Kong, John Woo ini akan diputar di Trans TV pada Kamis (21/8/2025) pukul 21.00 WIB. Berikut sinopsisnya:
Pada tahun 1993, Jean-Claude Van Damme (JCVD) berada di puncak popularitasnya sebagai bintang laga dunia.
Di saat yang sama, seorang sutradara visioner dari Hong Kong, John Woo, yang terkenal dengan gaya film aksinya yang elegan namun brutal, memulai debutnya di Hollywood.
Pertemuan dua kekuatan ini menghasilkan Hard Target, sebuah film aksi beroktan tinggi yang dianggap sebagai salah satu film laga tahun 90-an yang paling esensial.
Film ini adalah perpaduan sempurna antara kekuatan bintang Van Damme dan sentuhan khas "gun-fu" balet dari Woo, menciptakan sebuah tontonan yang hingga hari ini masih sangat memuaskan untuk disaksikan.
Sinopsis: Ketika Manusia Menjadi Buruan
Berlatar di New Orleans, film ini memperkenalkan kita pada Chance Boudreaux (diperankan oleh Jean-Claude Van Damme), seorang mantan tentara bayaran Cajun yang hidup sebagai seorang gelandangan.
Hidupnya berubah ketika ia bertemu dengan Natasha "Nat" Binder (Yancy Butler), seorang wanita muda yang datang ke kota untuk mencari ayahnya yang seorang veteran tunawisma dan hilang tanpa jejak.
Baca Juga: Aurra Kharisma Pernah Ditampar 'Penunggu' Alun-Alun Jogja Sampai Mukanya Bengkak
Penyelidikan mereka segera mengungkap sebuah organisasi keji yang dipimpin oleh Emil Fouchon (Lance Henriksen) yang dingin dan sadis, bersama tangan kanannya, Pik van Cleaf (Arnold Vosloo).
Organisasi ini menawarkan klien-klien kaya mereka sebuah pengalaman berburu yang paling pamungkas: berburu manusia.
Para korban mereka adalah para veteran tunawisma yang tidak akan dicari oleh siapa pun.
Setelah mengetahui bahwa ayah Nat adalah salah satu korban mereka, Chance Boudreaux dengan keahlian bertarungnya yang luar biasa, justru menjadi target buruan utama selanjutnya.
Fouchon dan para krunya segera menyadari bahwa mereka telah memilih target yang salah, target yang sangat sulit dilumpuhkan.
Debut Hollywood John Woo yang Meledak
Hard Target selamanya akan tercatat dalam sejarah sebagai film yang membawa John Woo ke Hollywood.
Meskipun ia harus bekerja di bawah kondisi yang membatasi dan tekanan dari studio untuk mengurangi tingkat kekerasan, ironisnya, hal yang membuatnya terkenal, gaya khas Woo tetap bersinar terang.
Penonton disuguhi semua ciri khasnya: dari adegan tembak-menembak yang penuh gaya, pertarungan yang dikoreografikan dengan indah, hingga penggunaan slow-motion yang dramatis.
Setiap adegan laga terasa seperti sebuah opera kekerasan yang visualnya memukau.
Salah satu kritikus menggambarkannya bukan sebagai film Woo yang dilemahkan, melainkan sebagai "segelas Van Damme yang menyegarkan dengan tambahan tequila dari Woo."
Van Damme sendiri memberikan salah satu penampilan terbaiknya, lengkap dengan gaya rambut mullet ikoniknya yang tak terlupakan.
Film ini seolah dibuat untuk memamerkan semua kelebihannya, mulai dari tendangan melompat dengan gerakan lambat hingga kemampuannya menangani senjata api dengan gaya khas Woo.
Adegan-adegan seperti Chance yang melumpuhkan sekelompok perampok tanpa berkeringat, atau baku tembak terakhir di sebuah pemakaman Mardi Gras, disebut sebagai salah satu adegan laga terbaik sepanjang masa.
Para penjahat dalam film ini juga sangat berkesan. Lance Henriksen dan Arnold Vosloo memerankan peran mereka "dengan sangat menikmati," menciptakan duo antagonis yang benar-benar kejam dan tak terlupakan.
Mereka memberikan lawan yang sepadan bagi pahlawan kita, membuat pertarungan akhir menjadi lebih memuaskan.
Meskipun beberapa kritikus pada masanya mencatat adanya beberapa kejanggalan dalam produksi, seperti senjata yang tidak pernah diisi ulang, Hard Target berhasil melampaui kekurangan tersebut berkat aksi dan gaya penyutradaraannya yang luar biasa.
Pada akhirnya, Hard Target adalah sebuah film yang tidak perlu berpikir keras; ia mencolok, berlebihan, dan penuh dengan semua adegan eksplosif dan tontonan yang didambakan oleh para penggemar genre ini.
Berita Terkait
-
Aurra Kharisma Pernah Ditampar 'Penunggu' Alun-Alun Jogja Sampai Mukanya Bengkak
-
Maryam: Janji & Jiwa yang Terikat, Film Horor Adaptasi Podcast Viral Tayang September 2025
-
Sinopsis Darkman: Liam Neeson Jadi Pahlawan Super Aneh, Tayang Malam Ini di Trans TV
-
Review Blacklight: Saat Liam Neeson Terjebak Konspirasi, Tayang Malam Ini di Trans TV
-
Sinopsis Isolated yang Lagi Tayang di Netflix, Perawat Pribadi Hadapi Teror Mencekam
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Viral Cewek Ingin Jadi LC, Langsung Dapat Nasihat Logis dan Menohok Ini
-
Piche Kota Bantah Tuduhan Asusila terhadap Anak di Bawah Umur, Siap Ikuti Proses Hukum
-
Viral Monyet Punch Dibully Monyet Lain, Pihak Kebun Binatang Angkat Suara
-
Sinopsis Sinetron 99 Nama Cinta, Samakah dengan Versi Film?
-
Review Marty Supreme, Film dengan 9 Nominasi Oscar yang Siap Tayang di Bioskop Indonesia
-
Sony Pictures Siap Garap Film Animasi Venom, Tom Hardy Jadi Produser
-
Buruan Serbu! Hari Terakhir Diskon 50 Persen Tiket Nonton di m.tix Spesial HUT BCA
-
Kisah Inspiratif Lipay Xia, dari Titik Terendah hingga Sukses di Dunia Cosplay dan E-Sport
-
Viral Video WNI di Jepang Ronda Sahur, Warganet Indonesia Ikut Minta Maaf
-
Kontroversi LPDP Berlanjut, Cindy Fatikasari Ungkap Pindah ke Kanada Tanpa Dana Negara