Entertainment / Gosip
Sabtu, 21 Februari 2026 | 15:17 WIB
Nizam Syafei bocah 12 tahun yang tewas setelah dianiaya ibu tiri hingga dipaksa minum air mendidih. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Bocah 12 tahun bernama Nizam Syafei meninggal di RS Jampang Kulon, Sukabumi, diduga akibat penganiayaan ibu tiri.
  • Korban meninggal pada Kamis (20/2/2026) sore setelah mengalami luka parah, termasuk dipaksa minum air panas mendidih.
  • Ayah korban pernah melaporkan ibu tiri atas dugaan penganiayaan serupa pada tahun 2025, namun berujung mediasi fatal.

Suara.com - Kabar duka yang menyayat hati datang dari Nizam Syafei, bocah yang baru 12 tahun. Ia meninggal dunia setelah diduga disiksa ibu tirinya. 

Nizam meninggal dunia di Rumah Sakit Jampang Kulon, Sukabumi pada Kamis (20/2/2026) sore setelah mengalami luka berat di sekujur tubuhnya.

Berdasarkan informasi yang beredar, korban disebut dipukuli dan bahkan dipaksa meminum air panas yang masih mendidih.

Ayah korban, Anwar Satibi, tak kuasa menahan kesedihan mendalam mengingat keinginan luhur putra tercintanya yang kini telah tiada.

"Dia ingin jadi kiai," ungkap Anwar dengan nada suara yang lirih saat ditemui awak media.

Nizam diketahui merupakan seorang santri yang baru saja pulang ke rumah dari pondok pesantren sekitar satu minggu sebelum peristiwa tragis itu terjadi.

"Yang membuat saya sakit, cita-cita anak saya ingin jadi kiai," tutur sang ayah sambil menahan tangis.

Anwar mengenang momen terakhir saat ia memberikan uang saku untuk sang anak kembali menimba ilmu agama di pesantren.

"Sampai kemarin pulang saya dari Sukabumi, saya kasih uang Rp50 ribu, 'Alhamdulillah, dikasihkan buat apa Teh?', 'Buat bekal di pesantren'," imbuhnya.

Baca Juga: Hotman Paris Turun Tangan Bela Fandi Ramadhan, ABK yang Dituntut Hukuman Mati Kasus 2 Ton Narkoba

Kasus penganiayaan ini ternyata bukan pertama kali terjadi, sebab pada 2025 Anwar sempat melaporkan istrinya atas dugaan kasus serupa.

"Dia sujud ke saya jangan lapor, 'Mamah mau tobat', kan gitu, 'Mau tobat, mau bageur (baik) lah'," ujar Anwar menirukan ucapan pelaku tahun lalu.

Sayangnya, proses mediasi saat itu justru berujung pada kejadian yang lebih fatal hingga menyebabkan nyawa Nizam tidak dapat diselamatkan.

Kini Anwar telah melaporkan kembali kasus kematian anaknya ke pihak kepolisian dan berharap keadilan ditegakkan seadil-adilnya.

"Harapan saya biar satu, biar jadi efek jera buat seluruh umat," tegas Anwar menutup pembicaraan.

Load More