- Musisi muda kini lebih vokal dan kritis terhadap isu sosial-politik lewat karya dan ruang publik.
- Musisi senior dinilai lebih pasif, namun bisa diajak diskusi informal agar lebih peduli.
- Ketakutan dan tekanan sosial jadi penghambat, tapi kepedulian tetap bisa disalurkan secara bijak.
Suara.com - Gelombang demonstrasi masih jadi pemandangan di berbagai sudut negeri. Ribuan orang turun ke jalan, meneriakkan keresahan mereka terhadap isu-isu politik dan sosial.
Di tengah keriuhan tersebut, ada satu pertanyaan yang muncul yakni di mana suara para musisi kita?
Vokalis sekaligus gitaris Efek Rumah Kaca, Cholil Mahmud, punya pandangan menarik. Menurutnya, ada perbedaan mencolok antara musisi generasi baru dengan yang lebih senior dalam menyikapi situasi ini.
Menurut pria usia 49 tahun ini, musisi muda sekarang jauh lebih berani dan kritis. Mereka sudah tak canggung lagi menyuarakan kegelisahan sosial-politik lewat karya maupun di ruang publik.
"Tergantung nih musisi-musisi tahun berapa, kalau musisi-musisi muda bahkan menurut gue mereka bahasanya sudah punya kritisisme, mereka bahasanya sudah aware akan itu," kata Cholil Mahmud saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat pada Senin, 1 September 2025.
Sang penyanyi pun menyebut beberapa nama yang jadi contoh nyata, diantaranya ada Barasuara, Kunto Aji, hingga Baskara Putra.
"Jadi banyak yang misalnya sangat populer, Barasuara cukup lantang hal-hal kayak gini, Kunto Aji juga. Yang enggak bisa datang hari ini, contoh Baskara, atau siapa lagi, Iga Massardi sebenernya speak up kan," tutur Cholil.
"Jadi sebenarnya speak up akan apa namanya situasi yang terjadi di musisi-musisi muda itu lebih menjadi bahasa keseharian mereka," tambahnya.
Mereka, kata Cholil, memang sudah terbiasa dengan gaya hidup yang lebih terbuka dan vokal.
Baca Juga: Vokal Kritik Pemerintah, Akun Instagram Ferry Irwandi Diduga Dibatasi: Semuanya Jaga Diri!
Sementara itu, musisi-musisi yang lebih senior di industri mungkin lebih jarang menyuarakan hal-hal politis.
Soal ini, Cholil punya pendapat sendiri. Dia merasa pendekatan informal justru lebih manjur.
"Bagi musisi-musisi yang sudah agak tua, yang mungkin agak jarang untuk menyuarakan hal-hal politis, ya mungkin pendekatan-pendekatan lain perlu dilakukan biar mereka mau," terangnya.
"Caranya ya mungkin secara informal kita melakukan pembahasan-pembahasan, diskusi-diskusi, cerita-cerita, nongkrong-nongkrong," lanjut dia.
Lebih lanjut, Cholil juga menyoroti satu kendala utama, yakni ketakutan. Padahal, dia yakin, mereka bisa belajar dan menyebarkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
"Kadang-kadang ketakutan-ketakutan tergerak untuk memasuki topik-topik yang mereka tidak kuasai itu jadi penghambat," jelas Cholil.
"Sebenarnya itu di kitanya sendiri memang perlu banyak nongkrong sama orang yang enggak terlalu politis gitu," sambungnya.
Dia juga sempat menyentil soal ancaman dan konsekuensi keviralan yang mungkin dihadapi musisi.
"Ancaman mah sudah banyak. Enggak apa-apa, kita tiarap dulu, sambil terus nanyain kabar, dalam artian, kita selama musisi peduli," imbuh Cholil.
Berita Terkait
-
Kesaksian Mahasiswa Unisba Ditembaki Gas Air Mata di Kampus, Polisi Sebut Dipicu Bom Molotov
-
Malam Mencekam di Bandung: Tagar All Eyes on Bandung, Unisba, dan Unpas
-
Stok Pangan Nasional Diklaim Aman Meski Demo Ricuh, Menko Zulhas Ungkap Strategi Pemerintah
-
Brutalitas Polisi Cuma Dianggap Khilaf? Pernyataan Prabowo Bikin Publik Makin Gerah
-
Demo 2 September Tetap Menyala! BEM SI Jakarta Batal, Ini Daftar Lengkap Lokasi Aksi di Daerah
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Lindungi Publik dari Praktik Abal-abal, BNSP Sahkan Lembaga Sertifikasi Sulam Pertama di Indonesia
-
Adhyaksa FC Mulai Latihan Jelang Super League, Siap Ganti Nama dengan Identitas Kalimantan Tengah
-
Belajar dari Bear di Film Obsession: Keinginan yang Tak Pernah Terpuaskan
-
Polri Pastikan Uang Miliaran dan 74 Kg Emas Sitaan Kasus Febrie Adriansyah Asli
-
BGN Era Dadan Nunggak Utang Rp1,6 Triliun Selama Tahun 2025, Waka BGN Minta Maaf
-
Pramono Izinkan ASN DKI Begadang Nonton Final Piala Dunia, Asal Kerja Jangan Kurang
-
Diangkat dari Kisah Nyata Viral, Baby Udon Tayang di Bioskop Mulai 3 September 2026
-
Texas Banjir Besar Jelang Final Piala Dunia 2026, 2 Orang Tewas
-
Selangkah Menuju Juara, Lionel Messi Ungkap Perjuangan Berat Argentina
-
Moisturizer Apa yang Cocok untuk Kulit Berminyak di Indonesia? Ini 4 Rekomendasi Lokalnya