Suara.com - Masyarakat dikejutkan dengan penetapan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook.
Karena kasus dugaan korupsi tersebut, Nadiem Makarim ditaksir merugikan negara hingga Rp 1,98 triliun.
Di tengah kabar mengejutkan ini, sebuah video lamanya di podcast Deddy Corbuzier yang berisi sumpahnya tak pernah korupsi kembali viral dan menjadi bumerang tajam.
Pada podcast tersebut, lelaki 41 tahun ini mengaku selalu meminta pendampingan dari kejaksaan selama menajabat posisi tersebut.
Karena itu, Nadiem Makarim berdalih dirinya juga sangat terkejut ketika mengetahui ada kasus korupsi tersebut.
"Dari awal, Kemendikbudristek meminta pendampingan dari kejaksaan, Mas Deddy tahu saya. Saya sangat kaget untuk mengetahui kasus ini," ujar Nadiem Makarim dalam podcast Deddy Corbuzier yang diunggah dua bulan lalu.
Meski begitu, Nadiem Makarim tetap mendukung penuh penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus korupsi yang menyeretnya tersebut.
"Tapi saya percaya penuh dan akan selalu mendukung aparat penegak hukum dalam pemeriksaan apapun. Kalau ada temuan apapun di dalam organisasi saya, saya akan bantu semua aparat," katanya tegas.
Namun, Nadiem Makarim sempat berusaha meyakinkan Deddy Corbuzier bahwa dirinya tak mungkin terlibat korupsi, karena terlahir di keluarga yang anti-korupsi.
Baca Juga: Uya Kuya Tak Terima Dijarah: Emang Gue Koruptor?!
"Mas kenal saya, ayah saya dulunya Komite Etika KPK, ibu saya pendiri daripada Bung Hatta Anti Corruption Award. Saya lahir dan dibesarkan di keluarga anti korupsi mas," ucap Nadiem Makarim.
Karena itu, Nadiem Makarim mengaku dirinya tak pernah dan tak akan pernah terlibat praktik haram tersebut selama menjabat sebagai Mendikbudristek.
"Saya tidak pernah dan tidak akan pernah mengambil sepeser pun," imbuhnya dengan penuh penekanan.
Selama menjabat posisi strategis tersebut, Nadiem Makarim pun mengaku selalu berusaha berhati-hati dalam setiap langkahnya meskipun berisiko besar.
Karena itu, Nadiem Makarim menekankan dirinya tak tahu apapun soal kasus korupsi tersebut dan dirinya sendiri sedang berusaha mencari tahu.
"Saya lima tahun itu menjabat sebagai menteri, saya mengambil banyak risiko besar. Saya tahu masuk kementerian itu ada risikonya, tapi saya berusaha semaksimal mungkin untuk mengamankan setiap aspek daripada proses yang kita lakukan," tutur Nadiem.
"Jadi, kalau ditanya kenapa ini bisa terjadi ya saya tidak tahu dan saya lagi cari banyak informasi," katanya.
Berita Terkait
-
Ironi Nadiem Makarim: Tersangka Korupsi Rp1,98 T dengan Harta Rp600 Miliar dan Utang Rp466 Miliar
-
Jejak Korupsi Chromebook Meluas, Petinggi Raksasa Teknologi Diperiksa Kejagung
-
Usai 9 Jam Jalani Pemeriksaan di KPK, Nadiem Pamit: Permisi Saya Mau Kembali ke Keluarga
-
Terkait Kasus Korupsi Google Cloud, KPK Periksa Nadiem Makarim selama 9 Jam
-
Usai Kasus Chromebook di Kejagung, Giliran KPK Periksa Nadiem Terkait Dugaan Korupsi Google Cloud
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan