- Dari tahun ke tahun, banjir di Bali makin parah menurut Nana Mirdad
- Nana Mirdad sentil Pemprov Bali agar kelola uang pajak dengan baik
- Nana Mirdad miris banjir di Bali memakan korban jiwa
Suara.com - Aktris Nana Mirdad kembali menyuarakan kepeduliannya atas banjir besar yang melanda Bali pada Rabu, 10 September 2025.
Melalui unggahan di Instagram Story, putri Jamal Mirdad dan Lydia Kandou tersebut tak hanya menyampaikan duka, tetapi juga mengkritisi peran pemerintah dalam menghadapi bencana.
Dalam tulisannya, Nana Mirdad menyoroti banyaknya korban yang jatuh akibat banjir.
"Nonton di TV sampai saat ini kalau enggak salah sudah 14 orang meninggal dan dua hilang," tulis Nana Mirdad pada Kamis, 11 September 2025.
Ibu dua anak tersebut menegaskan bahwa hujan deras memang menjadi ranah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memberikan peringatan dini.
Namun menurutnya, tanggung jawab terbesar ada pada pemerintah daerah, terutama dalam mengelola perizinan dan tata kota dengan memanfaatkan pajak masyarakat.
"BMKG memang tugasnya memperingati cuaca ekstrim. Kalau pemprov Bali, dinas perizinan dan tata kota tugasnya memberikan pertahanan yang baik terhadap cuaca-cuaca ekstrem ini salah satunya dengan mengelola uang pajak kita dengan benar dan serius dalam menangani perizinan," tegasnya.
Nana juga mengingatkan bahwa bencana ini bukan sekadar soal cuaca, melainkan lemahnya kesiapan infrastruktur. Selama 15 tahun tinggal di Bali, dia merasakan banjir semakin parah dari tahun ke tahun.
"So far 15 tahun di Bali dan berasa banget setiap tahun banjir semakin parah dan puncak sampai memakan korban jiwa sebanyak ini ya baru sekarang. Ini tandanya kesiapan infrastruktur kita terlalu terbengkalai bahkan dibandingkan tahun-tahun lalu," ungkap Nana.
Baca Juga: 4 Tewas, Ini Daftar Nama-nama Korban Hilang usai Bali Diterjang Banjir Dahsyat!
Selain itu, ibu dua anak ini menilai fasilitas penanganan sampah di Bali masih jauh dari standar, padahal kebersihan adalah tanggung jawab bersama.
"Memang kebersihan sampah tanggung jawab semua warga, tapi kita juga berhak mendapatkan fasilitas penanganan sampah yang memadai. Saat ini masih sangat jauh dari standard," ucapnya.
"Butuh berapa kali hujan deras lagi untuk menenggelamkan lebih banyak nyawa kalau ini tidak segera dicarikan solusinya," imbuh Nana Mirdad.
Sebelumnya, banjir yang dipicu hujan deras ekstrem melanda sejumlah wilayah Bali, mulai Denpasar, Gianyar, hingga Jembrana.
Sedikitnya 14 orang meninggal dunia, dua orang dinyatakan hilang, sementara ratusan warga dievakuasi. Infrastruktur utama, termasuk jalur Denpasar–Gilimanuk, sempat lumpuh akibat longsor dan genangan tinggi.
Berita Terkait
-
6 Fakta Terkini Banjir Bali: Sanur Terparah hingga Status Siaga Gelombang 4 Meter
-
Tak Lagi Musiman, Banjir Mulai Hantam Wilayah yang Dulu Dianggap Aman
-
Setahun Berlalu, Momen Haru Nana Mirdad Bertemu Lagi Baby Kira yang Ditemukan di Semak
-
Nana Mirdad Soroti Program MBG, Sebut Gagal Total dan Buang Anggaran?
-
Nana Mirdad Kritisi MBG: Program Gagal, Gak Ada Gunanya!
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Viral Debat Panas Bapak-Bapak vs Petugas Saat Kecelakaan KRL, Pertanyakan Sistem Mitigasi KAI
-
Irfan Hakim Ungkap Duka atas Kecelakaan KRL Bekasi Timur, Bagikan Detik-Detik Mencekam dari Lokasi
-
Sepi Penonton, Film Para Perasuk Dikritik Gara-Gara Casting Kurang Ndeso
-
Indonesian Bounce Music Naik Kelas, Primaria Fest 2026 Jadi Panggung Perayaan Generasi Baru
-
Beda Outfit Mulan Jameela di Nikahan Al Ghazali dan El Rumi, Dikritik Gagal Upgrade
-
Usulan Menteri PPPA Arifah Fauzi soal Gerbong Perempuan Dikritik Gilang Dirga Usai Kecelakaan KRL
-
Peran Dul Jaelani dalam Hubungan El Rumi-Syifa Hadju Baru Terungkap, Sederhana tapi Manis Banget
-
Ada Ustaz Iseng Chat WA Syekh Ahmad Al Misry di Tengah Kasus Pelecehan, Dibalas Begini
-
Sebelum Viral Seperti Sekarang, Taksi Hijau Sudah Lama Ditolak di Surabaya
-
Teori Ilmiah Alumni ITB, Kaitan Mobil Mogok di Rel dan Kecelakaan KRL Bekasi